Page 6 of 6 FirstFirst ... 456
Results 101 to 114 of 114

Thread: kekerasan

  1. #101
    pelanggan setia mbok jamu's Avatar
    Join Date
    Oct 2012
    Posts
    3,417
    Quote Originally Posted by Alip View Post
    Sorry jarang muncul...

    Masalahnya begini, dalam kasus-kasus yang melibatkan emosi yang kuat, apalagi sampai menimbulkan trauma, ada kecenderungan untuk mencari penghiburan atau ketenangan melalui pemahaman atau penjelasan, dus, terjebak pada tahap "kenapa".

    Kok bisa?
    Ya kejadiannya memang begitu.

    Pernah gak ketemu orang yang kerjanya curhat melulu tapi sama sekali menutup diri terhadap solusi atau tindakan-tindakan yang memecahkan masalah? Atau bolak-balik bertanya-tanya "kenapa" padahal jawabannya sudah jelas terang benderang?

    Itu adalah dinamika kejiwaan yang kalau dibilang wajar pastinya nggak, tapi ternyata cukup banyak ditemui. Jadi orang yang bersangkutan sepertinya berusaha menghibur diri dengan terus menerus berusaha memahami apa yang terjadi padanya. Menggali lagi dan menggali lagi. Beberapa ahli menduga perilaku ini merupakan cara salah kaprah untuk menghargai diri sendiri, yaitu dengan merasa bahwa hal yang menimpanya adalah peristiwa berat luar biasa. Sayangnya, perilaku ini justru menyebabkan seseorang menolak memecahkan masalahnya, karena begitu masalah itu terpecahkan, dia bukan lagi siapa-siapa.

    Karena itulah saya dan istri sepakat bahwa meskipun kami perlu berempati pada orang yang datang ke kami dengan masalah, kami harus menolak kalau dia sekedar ingin pembenaran dari kami bahwa dia adalah manusia paling menderita di dunia. Karenanya kami fokus pada "bagaimana" ketimbang "mengapa". Pada prakteknya, kadang kita tidak perlu tahu kenapa seorang laki-laki bersikap kasar pada istrinya, asal dia menyadari sikap itu dan mau berubah, banyak sekali terapi yang bisa dilakukan tanpa perlu tahu sebenarnya akar permasalahannya di mana.

    Ya gitu deh... beberapa kekerasan kadang-kadang muncul tanpa sebab, tapi bisa berakibat... apalagi di usia belasan sampai akhir 20-an...
    Ahh.. People who like to play the victim. Those who are not interested in Why let alone How as they are not interested in taking control of their life. Bukan orang-orang seperti itu yang sedang kita bahas, toh?

    Buat mbok perlu sekali diketahui kenapa seorang suami bisa KDRT atau tega bersikap kasar pada istrinya. Yang tadi sayang jadi cuwek, yang tadinya lembut jadi kasar pada perempuan, mahluk lemah itu lho. Oh..teganya! Kok bisa? Orang pun mulai menduga-duga, mungkin si suami sakit jiwa, stress, punya simpenan, impoten, dst. Suami pun dibawa ke psikiater, dihujat atau didemo ibu-ibu bawa panci.

    Ndak tahu mereka bahwa si istri pun needs some help. Nyinyir, ndak menghargai jerih payah suami, selalu minta dimengerti, thinking men are mind readers, dsb.

    Don't get me wrong, mbok menentang KDRT tapi dalam masalah rumah tangga itu biasanya ada sebab akibat. Banyak yang melihat KDRT itu sebagai sebab padahal bisa juga merupakan akibat. Seorang suami ndak tiba-tiba bangun tidur langsung nonjok istrinya sama halnya dengan seorang istri ndak tiba-tiba bangun tidur langsung menceracau. Kecuali orang gila tentunya, yang ndak boleh dinikahkan in the first place.

    Mengharapkan satu pihak menjalani terapi padahal yang sakit pihak yang satu lagi.

  2. #102
    pelanggan setia TheCursed's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    3,231
    Quote Originally Posted by Alip View Post
    [MENTION=62]eve[/MENTION]
    ...
    memikirkan bagaimana jadinya hubungan antar keluarga besar mereka kalau pernikahan mereka bubar? Atau lagi, "apa kata masyarakat?", ini sesungguhnya, "bagaimana kelak hubungan saya dengan para tetangga setelah mereka tahu saya bercerai...?" ....

    ... Coba tanya sama laki-laki, apakah begitu juga cara mereka berpikir ?
    Jawaban buat pertanyaan itu: Eff 'Em. They don't live my life.

    Itu sekarang jadi variasi yang asyik... mulai dari gigit-gigit sedikit, sampai yang agak keras...
    Bro-five !
    A proud SpaceBattler now.

  3. #103
    juragan kopi noodles maniac's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    Noodle Cafe
    Posts
    15,927
    Quote Originally Posted by mbok jamu View Post
    Ahh.. People who like to play the victim. Those who are not interested in Why let alone How as they are not interested in taking control of their life. Bukan orang-orang seperti itu yang sedang kita bahas, toh?

    Buat mbok perlu sekali diketahui kenapa seorang suami bisa KDRT atau tega bersikap kasar pada istrinya. Yang tadi sayang jadi cuwek, yang tadinya lembut jadi kasar pada perempuan, mahluk lemah itu lho. Oh..teganya! Kok bisa? Orang pun mulai menduga-duga, mungkin si suami sakit jiwa, stress, punya simpenan, impoten, dst. Suami pun dibawa ke psikiater, dihujat atau didemo ibu-ibu bawa panci.

    Ndak tahu mereka bahwa si istri pun needs some help. Nyinyir, ndak menghargai jerih payah suami, selalu minta dimengerti, thinking men are mind readers, dsb.

    Don't get me wrong, mbok menentang KDRT tapi dalam masalah rumah tangga itu biasanya ada sebab akibat. Banyak yang melihat KDRT itu sebagai sebab padahal bisa juga merupakan akibat. Seorang suami ndak tiba-tiba bangun tidur langsung nonjok istrinya sama halnya dengan seorang istri ndak tiba-tiba bangun tidur langsung menceracau. Kecuali orang gila tentunya, yang ndak boleh dinikahkan in the first place.

    Mengharapkan satu pihak menjalani terapi padahal yang sakit pihak yang satu lagi.
    Ouwh iya-iya...*manggut-manggut

    catet
    Jika menurutmu hidup ini tidak menarik, maka buatlah hidupmu semenarik mungkin - Shinsaku Takasugi

    Impossible is nothing!

  4. #104
    pelanggan tetap Alip's Avatar
    Join Date
    May 2011
    Posts
    1,636
    Completely agree with you, Mbok... no argument. Saya malah punya kasus di mana suami istri saling me-KDRT satu sama lain justru karena mereka saling cinta dan saling perhatian ... hanya memang dasarnya tidak tahu cara komunikasi lintas gender... weird things do happen between men and women and knowing the "why" behind it is really helpful.

    Kita bisa memulai suatu utasan lagi yang mendiskusikan topik KDRT as a healthy academic discussion, mungkin di sub-forum yang berbeda. I'll do my best to contribute despite my poor time management. Tapi saya memilih untuk tidak meneruskan aspek "kenapa" di utasan ini lebih dari dosis yang sudah saya tulis sebelumnya, for my could-be-wrong-gut-feeling told me that it may not be healthy. Let's start over properly.

    ... dan banyak yang sedang mengharapkan kekerasan yang lain tuh...
    "Mille millions de mille milliards de mille sabords!"

  5. #105
    juragan kopi noodles maniac's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    Noodle Cafe
    Posts
    15,927
    Quote Originally Posted by Alip
    Completely agree with you, Mbok... no argument. Saya malah punya kasus di mana suami istri saling me-KDRT satu sama lain justru karena mereka saling cinta dan saling perhatian ...
    om [MENTION=8]satmata[/MENTION] juga pernah mengatakan hal yang sama, such case really exist, yah? really weird...
    Jika menurutmu hidup ini tidak menarik, maka buatlah hidupmu semenarik mungkin - Shinsaku Takasugi

    Impossible is nothing!

  6. #106
    pelanggan setia eve's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    4,120
    Jadi del, elu dulu di KDRT-in tuh karena elu disayang ama mantan elu ...

    *lempar isu

  7. #107
    juragan kopi noodles maniac's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    Noodle Cafe
    Posts
    15,927
    Wakakakakakakak

    Begitu ya? wah kalo gitu caranya.. nyerah deh, akuw ndak kuat lama-lama di-KDRT
    Jika menurutmu hidup ini tidak menarik, maka buatlah hidupmu semenarik mungkin - Shinsaku Takasugi

    Impossible is nothing!

  8. #108
    pelanggan sejati surjadi05's Avatar
    Join Date
    Jun 2011
    Posts
    9,355
    Quote Originally Posted by Alip View Post
    Completely agree with you, Mbok... no argument. Saya malah punya kasus di mana suami istri saling me-KDRT satu sama lain justru karena mereka saling cinta dan saling perhatian ... hanya memang dasarnya tidak tahu cara komunikasi lintas gender... weird things do happen between men and women and knowing the "why" behind it is really helpful.

    Kita bisa memulai suatu utasan lagi yang mendiskusikan topik KDRT as a healthy academic discussion, mungkin di sub-forum yang berbeda. I'll do my best to contribute despite my poor time management. Tapi saya memilih untuk tidak meneruskan aspek "kenapa" di utasan ini lebih dari dosis yang sudah saya tulis sebelumnya, for my could-be-wrong-gut-feeling told me that it may not be healthy. Let's start over properly.

    ... dan banyak yang sedang mengharapkan kekerasan yang lain tuh...
    Wow Om alip, psikiater/psikolog ya?
    Kalo gitu tahu caranya ga om, gimana minta izin [MENTION=854]lily[/MENTION] kawin lagi, tanpa ada piring terbang didapur
    you meet someone
    you two get close
    its all great for awhile
    then someone stops trying
    Talk less, awkward conversations, the drifting
    No communication whatsoever
    Memories start to fade
    Then the person you know become the person u knew
    That how it goes. Sad isn't it?

  9. #109
    ★★★★★ itsreza's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    10,216
    piring terbang masih aman kong, tapi itu jangan sampe lily bilang DUA

  10. #110
    pelanggan setia serendipity's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Location
    Jakarta
    Posts
    4,775
    Quote Originally Posted by mbok jamu View Post
    Ahh.. People who like to play the victim. Those who are not interested in Why let alone How as they are not interested in taking control of their life. Bukan orang-orang seperti itu yang sedang kita bahas, toh?

    Buat mbok perlu sekali diketahui kenapa seorang suami bisa KDRT atau tega bersikap kasar pada istrinya. Yang tadi sayang jadi cuwek, yang tadinya lembut jadi kasar pada perempuan, mahluk lemah itu lho. Oh..teganya! Kok bisa? Orang pun mulai menduga-duga, mungkin si suami sakit jiwa, stress, punya simpenan, impoten, dst. Suami pun dibawa ke psikiater, dihujat atau didemo ibu-ibu bawa panci.

    Ndak tahu mereka bahwa si istri pun needs some help. Nyinyir, ndak menghargai jerih payah suami, selalu minta dimengerti, thinking men are mind readers, dsb.

    Don't get me wrong, mbok menentang KDRT tapi dalam masalah rumah tangga itu biasanya ada sebab akibat. Banyak yang melihat KDRT itu sebagai sebab padahal bisa juga merupakan akibat. Seorang suami ndak tiba-tiba bangun tidur langsung nonjok istrinya sama halnya dengan seorang istri ndak tiba-tiba bangun tidur langsung menceracau. Kecuali orang gila tentunya, yang ndak boleh dinikahkan in the first place.

    Mengharapkan satu pihak menjalani terapi padahal yang sakit pihak yang satu lagi.
    well said mbok

    itu maksud gw di post sebelomnya. Kalo ada kondisi dimana suami lagi marah. gak usah ditanggapin dengan marah juga. Bisa kan istrinya diem aja
    Gak usah ngerasa ngalah adalah kondisi merendahkan diri sendiri. Gak ada yg bilang ngalah bikin harga diri jadi rendah.
    Istri bolak balik nuntut ini itu gak bakalan membuat masalah clear. Kalo suami ada kekurangan, ya terima aja. Selama gak fatal banget.
    Gak ada kali yg namanya rumah tangga ideal. Namanya juga 2 org jadi 1, kalo otaknya sama persis ya artinya dia lagi nikah ama diri sendiri
    Jadi gak akan ada yg namanya kesamaan antara wanita n lelaki 100%.
    Kalo wanita menghargai laki2 dan sebaliknya, pasti lebih baik... and no more drama

  11. #111
    pelanggan tetap Alip's Avatar
    Join Date
    May 2011
    Posts
    1,636
    Quote Originally Posted by surjadi05 View Post
    Kalo gitu tahu caranya ga om, gimana minta izin [MENTION=854]lily[/MENTION] kawin lagi, tanpa ada piring terbang didapur
    Singkirkan dulu semua piring dari dapur...
    "Mille millions de mille milliards de mille sabords!"

  12. #112
    pelanggan sejati surjadi05's Avatar
    Join Date
    Jun 2011
    Posts
    9,355
    Quote Originally Posted by Alip View Post
    Singkirkan dulu semua piring dari dapur...

    Nice answer om, kok ga kepikiran kesono ya?
    you meet someone
    you two get close
    its all great for awhile
    then someone stops trying
    Talk less, awkward conversations, the drifting
    No communication whatsoever
    Memories start to fade
    Then the person you know become the person u knew
    That how it goes. Sad isn't it?

  13. #113
    Barista lily's Avatar
    Join Date
    May 2012
    Location
    a place called home
    Posts
    12,753
    ^^

    Kami di KM bisa memaklumi kok Kong.

    Semua karena faktor usia

    Kong cayang , jangan cuma piring yang disingkirkan , terutama pisau daging dan pisau laennya ya
    - I'm such a very lucky woman and have a very lucky life -

  14. #114
    Chief Barista cha_n's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    11,544
    Quote Originally Posted by surjadi05 View Post

    Nice answer om, kok ga kepikiran kesono ya?
    um alip udah pengalaman hahaha...
    ...bersama kesusahan ada kemudahan...

    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n

    My Little Journey to India

Page 6 of 6 FirstFirst ... 456

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •