oh jadi gigit2an itu s/m ya
setuju ama om [MENTION=249]Alip[/MENTION]. sebaiknya lebih fokus pada kata "bagaimana", artinya kita move-on gitu loh, dibandingkan kata "kenapa" sepertinya masih spion (melihat ke belakang)
membinasakanlaki2 itu memang tricky, sama seperti perempuan juga perlu dididik oleh laki2nya.
aku juga selama ini dididik dengan pemahaman bahwa perempuan adalah seorang sosok mandiri, rasionalitas adalah hal penting dalam hidup. walau awalnya sempat kesal karena kalau ke kamar kecil perempuan pastiiii ribet, kalo laki2 kok kayaknya enak ya sat set udah selesai, akhirnya memahami ada beberapa hal yang memang perlu dilatih oleh perempuan, misalnya saja kesabaran. Pas punya anak baru terasa, bagaimana ketelatenan itu penting banget. ngotot, degil, irrasionalitas itu bagian dari perempuan, dan di sanalah kekuatan perempuan.
Kalau pakai kacamata laki2 saja, kita digigit, tubuh kita luka2 karena harus menyusui, harus memiliki anak, logika laki2-nya adalah stop melakukan tindakan itu.
tapi karena "cinta" irasionalitas, degil, ngotot, cerewet (lho kok cerewet) maka banyak perempuan tetap bertahan "dikasari" bahkan oleh seseorang yang baru saja menghirup udara bebas di dunia.
di sisi lain, perlu adanya "kaca mata" laki2, dalam mendapatkan point of view yang berbeda. kalau sudah kalap pingin belanja macam2 buat si kecil, yang padahal 2 bulan saja sudah tidak terpakai, perlu rem yang bisa membantu mentafsirkan ulang makna "cinta" dan merasionalisasi pemahaman irrasional perempuan. ga cuma urusan belanja ya, banyak lah urusan perempuan lainnya yang perlu pula ditinjau ulang sudut pandangnya.
Bagi saya, laki2 perempuan itu emang beda, dan perpaduan keduanya itulah kekuatannya. entahlah...
kok berasa tua ya![]()
![kopimaya [dot] kom - Secangkir Kehangatan di Dunia Maya - Powered by vBulletin](images/misc/vbulletin4_logo.png)




Reply With Quote