Page 5 of 6 FirstFirst ... 3456 LastLast
Results 81 to 100 of 114

Thread: kekerasan

  1. #81
    Chief Barista cha_n's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    11,544
    oh jadi gigit2an itu s/m ya

    setuju ama om [MENTION=249]Alip[/MENTION]. sebaiknya lebih fokus pada kata "bagaimana", artinya kita move-on gitu loh, dibandingkan kata "kenapa" sepertinya masih spion (melihat ke belakang)
    membinasakan laki2 itu memang tricky, sama seperti perempuan juga perlu dididik oleh laki2nya.
    aku juga selama ini dididik dengan pemahaman bahwa perempuan adalah seorang sosok mandiri, rasionalitas adalah hal penting dalam hidup. walau awalnya sempat kesal karena kalau ke kamar kecil perempuan pastiiii ribet, kalo laki2 kok kayaknya enak ya sat set udah selesai, akhirnya memahami ada beberapa hal yang memang perlu dilatih oleh perempuan, misalnya saja kesabaran. Pas punya anak baru terasa, bagaimana ketelatenan itu penting banget. ngotot, degil, irrasionalitas itu bagian dari perempuan, dan di sanalah kekuatan perempuan.
    Kalau pakai kacamata laki2 saja, kita digigit, tubuh kita luka2 karena harus menyusui, harus memiliki anak, logika laki2-nya adalah stop melakukan tindakan itu.
    tapi karena "cinta" irasionalitas, degil, ngotot, cerewet (lho kok cerewet) maka banyak perempuan tetap bertahan "dikasari" bahkan oleh seseorang yang baru saja menghirup udara bebas di dunia.

    di sisi lain, perlu adanya "kaca mata" laki2, dalam mendapatkan point of view yang berbeda. kalau sudah kalap pingin belanja macam2 buat si kecil, yang padahal 2 bulan saja sudah tidak terpakai, perlu rem yang bisa membantu mentafsirkan ulang makna "cinta" dan merasionalisasi pemahaman irrasional perempuan. ga cuma urusan belanja ya, banyak lah urusan perempuan lainnya yang perlu pula ditinjau ulang sudut pandangnya.

    Bagi saya, laki2 perempuan itu emang beda, dan perpaduan keduanya itulah kekuatannya. entahlah...
    kok berasa tua ya
    ...bersama kesusahan ada kemudahan...

    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n

    My Little Journey to India

  2. #82
    pelanggan setia serendipity's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Location
    Jakarta
    Posts
    4,775
    Kata mama saya, papa termasuk orang yg keras kalo marah ya sekalian dikeluarin uneg2nya.
    Tapi abis itu udah gak berkelanjutan lagi. Gak pake kekerasan fisik atau KDRT.
    Kalo kata nyokap biarin aja lelaki ngomong di keluarin dulu apa yg pengen dia 'marahin'. Jangan dijawabin dulu, ntar kalo udah selesai baru dijawab.
    Jadi gak kaya orang kebakaran jenggot, kalo ada satu yg marah ya udah. Yang lain diem dulu
    Bagaimana mengkomunikasikannya (kaya kata om Alip), ya dengan bahasa kasih. Bahasa yg cuma dipahami antar pasangan, yg udah lama hidup bersama.
    Atau yg mau ngerti satu sama lain

  3. #83
    pelanggan tetap 234's Avatar
    Join Date
    Jun 2012
    Posts
    737
    Sik...sik..., mau nimbrung.
    Quote Originally Posted by Alip
    Daripada sibuk memikirkan "kenapa", saya lebih suka memusatkan perhatian pada "bagaimana".
    Quote Originally Posted by Cha_n
    setuju ama om @Alip. sebaiknya lebih fokus pada kata "bagaimana", artinya kita move-on gitu loh, dibandingkan kata "kenapa" sepertinya masih spion (melihat ke belakang)
    Pada prinsipnya saya sangat setuju. Tapi kalo melihat yg ini:

    Quote Originally Posted by Eve
    jadi om, apa saya termasuk monopouse dini jika saya sudah sadar bahwa pengorbanan saya bakal sia2 padahal jalan baru 3th?

    Karena saya sedikit merasa otak saya kea otak laki2 yang indepeden ? (Kemudian berusaha mensejahterakan diri saya sendiri daripada mempertahan hubungan yang merugikan)..

    Saya hanya gak habis pikir (lagi lagi), disisi saya lari dari hubungan yang saya rasa merugikan saya, padahal suami saya tidak selingkuh, tidak kdrt, tapi disisi lain banyak wanita yang masih bertahan dengan pasangan yang sering menyiksa fisik...
    Saya malah lebih ndak habis pikir lagi. Tidak ada perselingkuhan, tanpa KDRT, baru 3thn, ada anak(?)...tapi sudah tahu kedepannya bakal sia2?!

    Why? Kenapa?

    Quote Originally Posted by Eve
    Karena logika saya, saya pasti langsung lari setelah gelagat kekerasan pertama kali...
    Atau mungkin logika saya memang sudah terlalu tumpul kemakan oleh umur kali yak? Ato rasionalitas saya sudah mulai 'medoki' ('kayak perempuan')?

    Note: Maaf kalo ada poin diskusi yg mungkin terlewatkan, soale ndak ngikuti dari awal.

    Gusti iku dumunung ing atine wong kang becik, mulo iku diarani Gusti... Bagusing Ati.

  4. #84
    pelanggan setia kandalf's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    6,050
    Quote Originally Posted by eve View Post
    Saya hanya gak habis pikir (lagi lagi), disisi saya lari dari hubungan yang saya rasa merugikan saya, padahal suami saya tidak selingkuh, tidak kdrt, tapi disisi lain banyak wanita yang masih bertahan dengan pasangan yang sering menyiksa fisik...

    Karena logika saya, saya pasti langsung lari setelah gelagat kekerasan pertama kali...

    Lho.
    Status [MENTION=62]eve[/MENTION] masih menikah tho?
    Yo wis.

    Suamimu itu gak melakukan kekerasan fisik tetapi kekerasan mental tidak secara aktif tetapi dengan tidak melindungimu dari keluarganya sementara kau merasa keamananmu dan putrimu terancam saat itu.
    Jadi wajar kalau kau lari.
    Lomba peluk2an di Citos: 30 November 2013
    Lomba dorong2an di Candra Naya (dkt Glodok): 8 Desember 2013

  5. #85
    dokter RSJ - KM ancuur's Avatar
    Join Date
    May 2011
    Location
    RSJ - KM Jabatan:____ Dokter Jiwa
    Posts
    15,694
    Quote Originally Posted by harapan jaya View Post
    iya..harusnya judulnya ada KDRT nya, soalnya kalau cuman "keras" pikiran laki2 bisa melayang kemana mana.

    Tadi om Alip udah jelasin secara gamblang, saya cuman mau nambahin dikit :

    kenapa kok masih ada yg bertahan walaupun udah dikasari? jawab :

    0. karena memang biasa maen kasar, karna katanya permainan kasar lebih nikomat
    1. karena kemauan untuk mempertahankan pernikahan sangat kuat
    2. materi/uang, biarin dikasari, asal dibeliin berlian, kapal pesiar, pesawat pribadi
    3. cinta (?) Ini biasanya buat 3-5 th pertama perkawinan --> nanti buat thread lain aja Eve
    4. kelainan seksual (S/M), makin nikmat kalau dikasari
    4a. atau sebaliknya, misalnya.. suami kamu ngaku ke kamu, bahwa dia hanya bisa terangsang kalau sudah melakukan kekerasan, dan setelahnya mohon2 maaf, apa yg harus kamu lakukan? Masak ditinggal pergi?
    5. bagi kebanyakan orang, pernikahan adalah kejadian sekali seumur hidup. Bukan kejadian beli baju baru, sebulan sekali gak cocok, ganti baju baru.
    6. anak, saking cintanya sama anak, rela berkorban asal tidak cerai
    7. tidak ingin bikin malu keluarga besar

    Kok banyak ya?
    jay ada tambahan tuh

  6. #86
    pelanggan setia mbok jamu's Avatar
    Join Date
    Oct 2012
    Posts
    3,417
    Kalau buat simbok, ndak bisa bagaimana kalau ndak tahu kenapa.

  7. #87
    pelanggan sejati surjadi05's Avatar
    Join Date
    Jun 2011
    Posts
    9,355
    Quote Originally Posted by itsreza View Post
    surj... adi dan edi apa bedanya kong?

    beda pada tingkat kekerasannya ja
    you meet someone
    you two get close
    its all great for awhile
    then someone stops trying
    Talk less, awkward conversations, the drifting
    No communication whatsoever
    Memories start to fade
    Then the person you know become the person u knew
    That how it goes. Sad isn't it?

  8. #88
    pelanggan setia eve's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    4,120
    Quote Originally Posted by 234 View Post
    Sik...sik..., mau nimbrung.

    Pada prinsipnya saya sangat setuju. Tapi kalo melihat yg ini:


    Saya malah lebih ndak habis pikir lagi. Tidak ada perselingkuhan, tanpa KDRT, baru 3thn, ada anak(?)...tapi sudah tahu kedepannya bakal sia2?!

    Why? Kenapa?


    Atau mungkin logika saya memang sudah terlalu tumpul kemakan oleh umur kali yak? Ato rasionalitas saya sudah mulai 'medoki' ('kayak perempuan')?

    Note: Maaf kalo ada poin diskusi yg mungkin terlewatkan, soale ndak ngikuti dari awal.

    Maap um.. Sudah dijelaskan ama kandalf di atas...
    Intinya saya cuma mau bandingin aja sesuatu yang gak habis pikir di logika saya umji...

    Daaann.... Singkat cerita ada akibat karena melakukan sesuatu dan ada akibat karena tidak melakukan apa apa...

    ---------- Post Merged at 07:43 PM ----------

    Quote Originally Posted by mbok jamu View Post
    Kalau buat simbok, ndak bisa bagaimana kalau ndak tahu kenapa.
    Sepokaaatt miss....

  9. #89
    pelanggan tetap 234's Avatar
    Join Date
    Jun 2012
    Posts
    737
    Quote Originally Posted by Eve
    Maap um.. Sudah dijelaskan ama kandalf di atas...
    Intinya saya cuma mau bandingin aja sesuatu yang gak habis pikir di logika saya umji..

    Daaann.... Singkat cerita ada akibat karena melakukan sesuatu dan ada akibat karena tidak melakukan apa apa..


    Sepokaaatt miss....
    Oke, bisa dipahami.

    *dan dgn logika yg sama, tentu ada sebab kenapa tidak melakukan apa2. dan yup, betul, tentu saja ada akibat karena melakukan sesuatu. tapi ini akan jadi oot.*

    Gusti iku dumunung ing atine wong kang becik, mulo iku diarani Gusti... Bagusing Ati.

  10. #90
    Quote Originally Posted by eve View Post
    Bagoosss... Thanks nyusul ya om harjay... Keanya udah semuanya ya?
    sebenernya banyak Eve yang mau aku tulis, cuman gak tahu kenapa gak bisa nulisnya
    Apa karena faktor umur yang udah 80 an ya?
    Jadi di otak ini banyak jawaban jawaban, tapi begitu menghadapi monitor dan keyboard, langsung ilang semua

    Quote Originally Posted by ancuur View Post
    jay ada tambahan tuh
    0. karena memang biasa maen kasar, karna katanya permainan kasar lebih nikomat

    gw sih orangnya gini Dok:
    kalau orang keras kasar ke gw, gw bakalan 2x lipat lebih keras kasar ke dia
    kalau orang lembek baik ke gw, gw bakalan 2x lipat lebih lembek baik ke dia

    istri gw rupanya mengetahui sifat ini, jadi sekarang dia siap cambuk, borgol, sepatu boot dan baju kulit setiap malam
    Last edited by harapan jaya; 22-10-2013 at 12:36 AM.

  11. #91
    juragan kopi noodles maniac's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    Noodle Cafe
    Posts
    15,927
    Om harjay kocak abezzz

    Quote Originally Posted by harapan jaya View Post
    sebenernya banyak Eve yang mau aku tulis, cuman gak tahu kenapa gak bisa nulisnya
    Apa karena faktor umur yang udah 80 an ya?
    Jadi di otak ini banyak jawaban jawaban, tapi begitu menghadapi monitor dan keyboard, langsung ilang semua
    Aku rasa ini karena dirimu terlalu berpikir keras om, yang atas mikir yang bawah 'keras'
    Jika menurutmu hidup ini tidak menarik, maka buatlah hidupmu semenarik mungkin - Shinsaku Takasugi

    Impossible is nothing!

  12. #92
    pelanggan setia eve's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    4,120
    Colek um [MENTION=249]Alip[/MENTION] , [MENTION=912]234[/MENTION] , [MENTION=2015]harapan jaya[/MENTION]

    Ayo coba ungkapin lagi um...

    ---------- Post Merged at 06:45 AM ----------

    Colek um [MENTION=249]Alip[/MENTION] , [MENTION=912]234[/MENTION] , [MENTION=2015]harapan jaya[/MENTION]

    Ayo coba ungkapin lagi um...

  13. #93
    Chief Barista cha_n's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    11,544
    waduh jangan diungkapkan di sini ... banyak yang masih di bawah umur
    ...bersama kesusahan ada kemudahan...

    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n

    My Little Journey to India

  14. #94
    pelanggan tetap 234's Avatar
    Join Date
    Jun 2012
    Posts
    737
    Dicolek doang mana bisa keras.

    Kalo pake hukum sebab-akibat:
    Sebab = dicolek
    Akibat = tidak melakukan (kekerasan) apa2

    *maklum umur udah memasuki fase perjuangan keras eh perjuangan hidup*

    Pesan moral: Ber-hati2lah dgn hukum sebab-akibat.

    Gusti iku dumunung ing atine wong kang becik, mulo iku diarani Gusti... Bagusing Ati.

  15. #95
    Barista BundaNa's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    Na...Na...Na
    Posts
    12,679
    kadang gini ya, ada lho orang yang "Suka" dikerasi, dikasari lah...kayak narkoba, jadi nagih...

    Kalau kasus [MENTION=62]eve[/MENTION] kan bukan KDRT baik fisik, psikis dan verbal, hanya masalah beda latar belakang yang terlalu jauh dan komunikasi yang tidak bisa dua arah

  16. #96
    pelanggan tetap 234's Avatar
    Join Date
    Jun 2012
    Posts
    737
    ^Nah, kalo memang sudah dipahami sebabnya 'kenapa' ya tinggal 'bagaimana' selanjutnya. Ndak usah nyari2 'kenapa'nya lagi, ntar malah muter2 ndak jelas. Itu 'pesan' yg saya tangkep dari tulisan Dimas Alip yg diamini mbakyu Chan.

    Kalo dari saya, kalo memang masih mau nyari 'kenapa' ya jgn berhenti muter2 disatu titik tapi telusuri juga 'kenapa2' sebelumnya supaya bisa 'bagaimana' kedepannya. Ini poin yg ingin disampaikan Mbak Mbok saya rasa. Bagaimanapun, 'bagaimana' tsb akan menjadi 'kenapa'nya di kemudian hari.

    Intinya, ambilah "hikmah kebijaksanaan" nya.

    *hati2 dgn 'kenapa' krn ego sering membelokkan hal tsb menjadi 'siapa', siapa benar siapa salah. mandeg muter2 disitu tok.*

    Gusti iku dumunung ing atine wong kang becik, mulo iku diarani Gusti... Bagusing Ati.

  17. #97
    Chief Barista cha_n's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    11,544
    soal alasan kenapanya saya rasa udah pada tahu ya saya tapi yang akan sulit itu "bagaimana"-nya. dan sayangnya banyak yang memilih bertanya kenapa (lalu kemudian bahas siapanya seperti um [MENTION=912]234[/MENTION] bilang) dari pada membahas bagaimana. mungkin mencari solusi memang lebih susah dari pada nyari yang salah
    ...bersama kesusahan ada kemudahan...

    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n

    My Little Journey to India

  18. #98
    Barista BundaNa's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    Na...Na...Na
    Posts
    12,679
    kalau untuh "how" nya masalah [MENTION=62]eve[/MENTION] biar blio bikin trit sendiri...yang dibahas kan kenapa ada perempuan doyan diKDRT? menderita padahal, tapi ga bisa memberi keputusan tegas melepas penderitaannya....

    Itu karena perempuan itu sering merasa sendiri...ngadu ke orang yang dianggap sohib, eh deritanya malah jadi santapan gosip. Ngadu ke polisi, urusannya panjang, dia digosipin lagi. Ngadu ke Komnas perempuan, sami mawon...jadi dia memilih diam dan menerima penderitaannya...

    Padahal ketika dia jadi korban KDRT dan ga segera move on, yang kasihan anak2nya...

  19. #99
    dokter RSJ - KM ancuur's Avatar
    Join Date
    May 2011
    Location
    RSJ - KM Jabatan:____ Dokter Jiwa
    Posts
    15,694
    Quote Originally Posted by harapan jaya View Post
    sebenernya banyak Eve yang mau aku tulis, cuman gak tahu kenapa gak bisa nulisnya
    Apa karena faktor umur yang udah 80 an ya?
    Jadi di otak ini banyak jawaban jawaban, tapi begitu menghadapi monitor dan keyboard, langsung ilang semua


    [COLOR=#0000FF]
    gw sih orangnya gini Dok:
    kalau orang keras kasar ke gw, gw bakalan 2x lipat lebih keras kasar ke dia
    kalau orang lembek baik ke gw, gw bakalan 2x lipat lebih lembek baik ke dia

    istri gw rupanya mengetahui sifat ini, jadi sekarang dia siap cambuk, borgol, sepatu boot dan baju kulit setiap malam
    jadi tergantung pasangan

  20. #100
    pelanggan tetap Alip's Avatar
    Join Date
    May 2011
    Posts
    1,636
    Sorry jarang muncul...

    Masalahnya begini, dalam kasus-kasus yang melibatkan emosi yang kuat, apalagi sampai menimbulkan trauma, ada kecenderungan untuk mencari penghiburan atau ketenangan melalui pemahaman atau penjelasan, dus, terjebak pada tahap "kenapa".

    Kok bisa?
    Ya kejadiannya memang begitu.

    Pernah gak ketemu orang yang kerjanya curhat melulu tapi sama sekali menutup diri terhadap solusi atau tindakan-tindakan yang memecahkan masalah? Atau bolak-balik bertanya-tanya "kenapa" padahal jawabannya sudah jelas terang benderang?

    Itu adalah dinamika kejiwaan yang kalau dibilang wajar pastinya nggak, tapi ternyata cukup banyak ditemui. Jadi orang yang bersangkutan sepertinya berusaha menghibur diri dengan terus menerus berusaha memahami apa yang terjadi padanya. Menggali lagi dan menggali lagi. Beberapa ahli menduga perilaku ini merupakan cara salah kaprah untuk menghargai diri sendiri, yaitu dengan merasa bahwa hal yang menimpanya adalah peristiwa berat luar biasa. Sayangnya, perilaku ini justru menyebabkan seseorang menolak memecahkan masalahnya, karena begitu masalah itu terpecahkan, dia bukan lagi siapa-siapa.

    Karena itulah saya dan istri sepakat bahwa meskipun kami perlu berempati pada orang yang datang ke kami dengan masalah, kami harus menolak kalau dia sekedar ingin pembenaran dari kami bahwa dia adalah manusia paling menderita di dunia. Karenanya kami fokus pada "bagaimana" ketimbang "mengapa". Pada prakteknya, kadang kita tidak perlu tahu kenapa seorang laki-laki bersikap kasar pada istrinya, asal dia menyadari sikap itu dan mau berubah, banyak sekali terapi yang bisa dilakukan tanpa perlu tahu sebenarnya akar permasalahannya di mana.

    Ya gitu deh... beberapa kekerasan kadang-kadang muncul tanpa sebab, tapi bisa berakibat... apalagi di usia belasan sampai akhir 20-an...
    Quote Originally Posted by 234 View Post
    Pesan moral: Ber-hati2lah dgn hukum sebab-akibat.

    "Mille millions de mille milliards de mille sabords!"

Page 5 of 6 FirstFirst ... 3456 LastLast

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •