Quote Originally Posted by sedgedjenar View Post
Aslan, tiap agama punya cara dan metode masing2 dalam rangka membuat manusia closer to God.
.
Um Sedge,
dari awal aku meragukan pernyataan yang dicetak tebal untuk umat Buddha.

Kukutip dari topik lain di KM
http://www.kopimaya.com/forum/showth...an-Sang-Buddha
Waktu itu memang di zaman Buddha ada yg bertanya kepada Buddha ttg pencipta. Buddha memang tidak memberikan jawaban siapa pencipta, tapi Buddha memberikan perumpamaan seperti ini:

"Ibarat seseorang tertusuk panah beracun,
orang itu bukannya mencabun panah beracun tersebut, justru meributkan:
siapa pelakunya?
dari mana dia memanah?
panahnya terbuat dari apa?"

Maksudnya gini, dalam filosofi Buddhis, pengetahuan mengenai ada atau tidak adanya pencipta tidak dipersoalkan. Bagi Buddha, pertanyaan2 ttg siapa pencipta dan dari mana asal pencipta itu adalah pertanyaan yg bermaksud untuk memuaskan rasa penasaran semata. Padahal filosofi buddhisme adalah tentang berbuat baik dan mengendalikan pikiran.

Buddha memang tidak mengajarkan tentang penciptaan dan siapa itu pencipta, itu saya akui (entah ini kelebihan apa kekurangan buddhisme?), dengan alasan bahwa pengetahuan itu tidak membawa seseorang kepada moralitas dan pengendalian diri yang lebih baik. Tapi Buddha tidak pernah berkomentar sama sekali tentang pencipta, jadi tidak ada plin-plan seperti yang anda bilang. Beliau hanya mengatakan bahwa itu tidak perlu diketahui dan tidak ada statement2 lain yg kontradiktif dengan itu.
[at]Kandalf:

Buddha tidak pernah berkomentar sama sekali ttg pencipta.

Tapi memang, soal cerita kamu bahwa ada orang Buddha mantan Kristen berkomentar ttg pencipta kemudian orang Buddha sejak lahir menolak... itu karena interpretasi masing2 saja.

Karena tidak ada penjelasan sama sekali ttg pencipta, banyak orang melakukan interpretasi2 terhadap pandangan Buddha ttg pencipta. Salah satunya mungkin dari orang Buddha mantan Kristen ini (dalam pikiran saya muncul satu nama, mungkin orangnya sama?), yg berusaha melakukan interpretasi ttg pencipta dari sudut pandang Buddhisme. Orang tsb menggunakan cuplikan2 kitab Udana VII:8, tapi sebenarnya jika kitab itu dibaca utuh2, kitab itu sebenarnya berbicara tentang pencerahan (nibbana/nirvana), bukan ttg pencipta/tuhan .

Apalagi di Indonesia yg kuat sekali nilai2 agama Kristen dan Islamnya yang mengenal sosok pencipta, jadi agama Buddha mungkin suka ditanya2i ttg penciptanya dan munculah interpretasi2 seperti itu .
Jadi aku masih gak yakin istilah 'mendekatkan diri pada Tuhan' itu diterima oleh pengikut Buddha.
Kecuali istilah 'mendekatkan diri pada Tuhan' ini punya makna lain, seperti.. ngutip senandung Kyai Jackson 'make a better world for you and for me'.