Pernikahan adalah pengaturan Tuhan bagi manusia.
Kelompok Atheis yg tidak percaya adanya Tuhan, mengapa ikut2an nikah ?
Sampe memaksa nikah sesama jenis segala
Poinnya apa ?
Pernikahan adalah pengaturan Tuhan bagi manusia.
Kelompok Atheis yg tidak percaya adanya Tuhan, mengapa ikut2an nikah ?
Sampe memaksa nikah sesama jenis segala
Poinnya apa ?
there are many points![]()
pertama, homosexuals itu tidak sama dengan atheist. ada gays yang beragama dan memilih tetep religius.
kedua, untuk tujuan legalisasi / hukum, yang kemudian berimbas ke banyak hal laennya.
ketiga, sapa aja bole donk menikah, apapun backgroundnya, kalo itu pilihan mereka![]()
Kenapa tiba2 ada klaim atheist memaksa pernikahan sesama jenis? datang dari mana itu inponyah?
There is no comfort under the grow zone, and there is no grow under the comfort zone.
Everyone wants happiness, no one wants pain.
But you can't make a rainbow without a little rain.
Orang kan dibagi 2, yg theis dan atheis.
Bagi theis udah jelas pernikahan itu antara pria dan wanita.
Jadi yg memaksakan pernikahan sejenis ya pasti atheis.
Lucunya gereja diprotes karena menolak menikahkan homoseks.
Pernikahan itu urusan ritual ibadah, negara pun mengadopsi legalitas pernikahan dari konsep ibadah agama.
Tanpa Tuhan, tanpa agama, gak ada yg namanya pernikahan, yg ada hanya persetubuhan.
Jadi kembali ke pertanyaan awal, atheis ngapain ikut2 ritual ibadahnya theis ?
Karena agama, baik yang dianut Aslan maupun saya, bukan penemu tradisi nikah ... ketika agama-agama tersebut diturunkan, yang namanya nikah sudah ada. Agama kemudian menjadi stempel dan mengklaim sebagai pengatur dari kegiatan tersebut.
Jadi kalau atheist mau nikah, ya, tentu silakan saja... mereka tidak memerlukan legitimasi dari agama...
"Mille millions de mille milliards de mille sabords!"
pernikahan boleh jadi ibadah, tapi jg untuk legalitas. Negara mencatat si A suaminya si B, sehingga kewajibannya beda, hak2nya beda. Makanya di negara2 yg banyak ateisnya jg masih ada pertanyaan2 mengenai status pernikahan. Tapi tetep terserah, mau tercatat resmi ato belum berani. Biar ateis tetep aja cewek2 pengen kejelasan atas hubungan. Biasa lah..
Dulu waktu ijab kabul nikahan saya, penghulu yang juga temen waktu IAIN Jogja nggodain saya: "sekarang kamu saya ijazahkan surat ijin masuk kamar... "
Saya jawab; "ceweknya terserah?"
"Mille millions de mille milliards de mille sabords!"
![]()
![]()
----
kembali ke topik sesuai judul thread, di luar urusan gay dan atheisme dan pernikahan sesama jenis...
yah, setiap orang bisa aja mengambil arti pernikahan sesuai ide ideal mereka sendiri, ntah sebagai bukti pernyataan cinta, kejelasan status, aksi ritual dalam beribadah, ato bukti perestuan dari tuhan![]()
fast forward ke jaman sekarang, kalo kita ngeliat hukum dan society kita di jaman sekarang, kenyataannya pernikahan itu memang ada perannya, sangat besar malah, dalam hukum. atheist menikah mungkin bukan memikirkan direstui tuhan ato ngga, tapi untuk legalitas, karena impactnya akan sangat dirasakan dalam segala aspek hidup. pembagian warisan, birokrasi finansial dan perbankan pribadi, persyaratan pengadopsian anak, hak/kewajiban pengasuhan anak, polis asuransi, pembelian rumah, keimigrasian, (di amrik bahkan hak kunjungan rumah sakit), benefit2 dari social welfare atopun promo2 ini itu, and everything else, sering kali melihat status pernikahan seseorang, ga peduli apapun agamanya.
like it or not, begitu lah society kita dijalankan![]()
buat orang beragama, ada ritual pernikahan, yang dianggap mewakili keberadaan Tuhan, itu kenapa menikah jadi ibadah
Kalau secara umum sih, mau atheis sama theis, sama2 butuh legitimasi negara, buat ngurusin warisan, silsilah, tunjangan, dll dsb. Nikahnya, di catatan sipil
Nope.
Sejak manusia pertama, Tuhan sudah mengajarkan konsep pernikahan yaitu antara laki dan perempuan.
Konsep pernikahan bukan penemuan manusia, bukan penemuan homo sapien, bukan ditemukan oleh hewan.
Menolak Tuhan berarti menolak pernikahan, tanpa Tuhan manusia bebas aja mau ngapain, kumpul kebo 7 orang juga boleh, ganti2 pasangan tiap malem juga monggo.
---------- Post Merged at 08:43 AM ----------
Masalah legalitas, negara mencomot konsep pernikahan dari agama untuk urusan legalitas.
Ya sudah okelah kalau pasangan homo mau punya legalitas, besok2 pasangan grup 9 orang homo juga boleh dong menuntut legalitas pernikahan ? Kan pernikahan mereka ga ada aturan atas dasar agama ?
Selanjutnya, gereja juga gak boleh diserang kalau tak mau menikahkan pasangan homo, karena yg ngatur hukum gereja itu Tuhan, bukan manusia.
^karena orang atheis tahu, tempat ibadah tetap jadi rujukan manusia, meski manusia itu ga pernah masuk tempat ibadah
Jangankan menikah, lha wong beragama aja bisa kok.
Lalu apa alasannya atheist beragama? BTT, ya supaya bisa menikah.
Ndak ribet. Lebih bebas pilihannya. Mau nikah di gereja sama pasangan Kristen hayo, pake kepalanya dicipratin air dulu juga ndak apa2. Mau nikah di KUA sama pasangan Muslim oke, pake acara komat-kamit dulu ndak masalah. Mau agama apapun, adat apapun, tradisi apapun pokoke ngikut aja, yang penting nikahnya jadi lebih gampang. Lebih legitimate. Sing penting hepi.
Lho kok?! Itu namanya dosa dong? Bakalan jadi kerak neraka dong? Ah mosok seh? Memangnya atheist percaya yg begituan?
*tapientahkaloatheist"fanatik"*
![]()
Gusti iku dumunung ing atine wong kang becik, mulo iku diarani Gusti... Bagusing Ati.
[MENTION=25]AsLan[/MENTION],
dan saya katakan nope, pernikahan adalah bentukan hukum berdasarkan kebutuhan manusia akan adanya keteraturan dalam berkomunitas. Konsep pernikahan meskipun dalam bentuk sederhana bisa ditemukan dalam tradisi suku-suku primitif animis di pedalaman bumi. Mereka memasangkan laki-laki dan perempuan karena perlu ada pernyataan hak dan kewajiban khusus bagi pasangan yang sudah menikah di dalam masyarakat, sehubungan dengan penerusan keturunan, pemenuhan kehidupan sehari-hari dan peran dalam komunitas.
Salah satu suku amazon yang bisa dibilang selalu telanjang dalam keseharian mereka memiliki aturan tentang pernikahan dan perceraian. Hubungan seks hanya diijinkan diantara pasangan menikah meskipun dalam interaksi sehari-hari mereka saling melihat tubuh satu sama lain dan hidup dalam rumah besar yang terdiri dari beberapa pasangan.
Tapi jika Aslan memiliki keyakinan bahwa pernikahan membutuhkan ajaran Tuhan, it's your call, dan pernikahan atheis bisa dihukumi sebagai absurd karenanya.
Nope.
Masyarakan animisme juga berasal dari keturunan Adam. Mereka membawa tradisi pernikahan dari perintah Tuhan saat manusia menyebar keseluruh bumi.
Kalau percayanya pada Evolusi, harus mengambil contoh pernikahan pada hewan.
---------- Post Merged at 09:22 AM ----------
Ya, contoh di indonesia, banyak atheis yg "beragama"
calling [MENTION=101]purba[/MENTION], [MENTION=63]ishaputra[/MENTION], dan @red_prince
[MENTION=25]AsLan[/MENTION],
seperti saya bilang, it is your call...
Tapi terakhir saya periksa, sub-forum ini masih berjudul free-thinker, agnostic, atheis. Ketiga golongan ini dipersilakan membawa pola pikirnya di sini, and there you got it.
Jika Aslan ingin mendapat penguatan dan dukungan dari sesama penganut keyakinan atas argumen yang Aslan kemukakan, dengan kesamaan premis bahwa pernikahan dimulai dari agama, boleh dimulai utasannya di topik agama. Dang, semua wajib berbicara dengan landasan bahwa pernikahan adalah produk milik agama.
"Mille millions de mille milliards de mille sabords!"
Kalo liat pernikahan atheist both the public and the private aspects of marriage have their importance, neither however requires a religious basis atau bahkan religious involvement
Sebenernya atheist juga menginginkan happy marital relationship without religion playing any sort of role at all.
ada banyak hal penting yg org atheist inginkan dlm pernikahan, yaitu disahkan oleh negara
You were born with the ability to change someone's life - don't ever waste it.
Beautifully said, Seren...
Marriage bring happiness... despite your faith or political perspective. The main notion is maturity...
"Mille millions de mille milliards de mille sabords!"
"Pernikahan adalah pengaturan Tuhan bagi manusia..."
Lalu kenapa atheist butuh nikah?
Ntar lama2...
"Bermasyarakat adalah pengaturan Tuhan bagi manusia..."
Kenapa atheist butuh bermasyarakat?
So, mari rame2 usir "sampah2" masyarakat tsb...!!!
Kemudian...
"Berpakaian adalah pengaturan Tuhan bagi manusia..."
Kenapa atheist butuh berpakaian?
So, mari bareng2 telanjangi mereka! Plorotin celana encang Purba!
Akhirnya...
"Hidup adalah pengaturan Tuhan bagi manusia..."
Kenapa atheist butuh hidup?
So, mari satukan tekad yg padu. Rapatkan barisan. Ganyang atheist. Bunuh. Bantai. Serbbbuuuuuuuuu...!
Auwoabar...!!! Paleluyah...!!!!![]()
![]()
![]()
Gusti iku dumunung ing atine wong kang becik, mulo iku diarani Gusti... Bagusing Ati.