SRIPOKU.COM - Mungkin kita pernah
mendengar keluhan tentang kondom yang
cepat koyak atau bisa bocor. Benarkah
kenyataan ini atau mungkin adakah masalah
lain? Menurut Dr. Linda Sitagangg, Dirjen Bina
Kefarmasian dan Alat Kesehatan Dr. Linda
Sitanggang Apt, seperti ditulis Selasa
(8/10/2013) sebenarnya kondom yang ada di
pasaran sekarang ini sudah melalui serangkaian
uji laboratorium yang ketat sebelum
dipasarkan.
Ada beberapa standar internasional yang
digunakan, yang ditetapkan oleh salah satu
badan berikut International Organization for
Standardization (ISO), Comite Euroeen de
Normalisation (CEN), dan American Society for
Testing and Materialis (ASTM).
Beberapa standar atau uji mutu laboratoirum
yang biasa dijalankan adalah mencakup hal
berikut:
1. Volume peledakan. Daya rekah merupakan
kriteria untuk mengukur elastisitas dan
kekuatan kondom. kondom diisi udara dan
dihitung berapa volume udara yang bisa
ditampung hingga kondom meledak. Menurut
ketentuan Laboratorium Enersol (Australia)
batas minimum volume saat meletus adalah 15
liter dan jumlah kondom yang meledak
maksimum adalah 7 dari tiap 200 kondom yang
diuji.
2. Dimensi kondom. kondom bermutu harus
mempunyai panjang lebih besar atau sama
dengan 160 mlmeter dan lebarnya harus
berkisar dari 50-54 milimeter.
3. Tegangan putus. Tegangan putus adalah
criteria mengukur kekuatan kondom. kondom
ditarik dengan alat/beban tertentu dan
kemudian diukur berapa tegangannya saat
putus. Enersol menentukan standar tersebut
sama dengan 30 Neston dan jumlah maksimum
yang diijinkan adalah 1 dari 20 kondom yang
diuji.
4. Kebocoran. Criteria ada tidaknya lubang
pada kondom ini mempunyai proporsi penilaian
paling besar dibanding criteria lain. Prinsipnya
kondom diisi air untuk mengetahui ada
tidaknya lubang. Jumlah maksimum yang
diijinkan untuk tidak memenuhi standar adalah
2 buah dari tiap 200 kondom yang diuji.
5. Keutuhan segel pengaman. Kondom dalam
kemasan ditempatkan pada suatu wadah dan
dialiri gas sampai tekanan tertentu. Syaratnya
yang dipakai adalah tidak boleh ada kondom
yang tidak utuh segelnya dari tiap 13 kondom
yang diuji.
6. Pelabelan. Dari kacamata konsumen hal ini
penting sekali, tetapi tidak semua produk
kondom mencantumkan label yang informatif.
Periksalah apakah kondom tersebut
mempunyai tanggal kadaluarsa atau tidak?
Apakah kondom mempunyai petunjuk
pemakaian? Dan lain sebagainya. Kondom yang
memperhatikan konsumen adalah kondom
yang mencantumkan ini semua. Biasanya ini
adalah kondom yang baik.
(Abd)
Sumber: Liputan6.com
![kopimaya [dot] kom - Secangkir Kehangatan di Dunia Maya - Powered by vBulletin](images/misc/vbulletin4_logo.png)

Reply With Quote




