Page 4 of 4 FirstFirst ... 234
Results 61 to 72 of 72

Thread: Between Musician and Idols

  1. #61
    Chief Barista cha_n's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    11,544
    [MENTION=395]tsu[/MENTION]
    itulah saya dari awal bilang soal bisnis dan produknya.
    apa itu jelek?
    lah namanya bisnis ya usaha cari untung. asal masih di jalur yang sehat ga melanggar aturan perundangan silakan aja.
    jangan langsung ambil kesimpulan sendiri dan merasa terpojok. bahwa bilang idol =bisnis emang kenyataannya. dirty atau nggak balik ke masing2 deh.

    kalau mau yang unik anti mainstream tuh mbah surip. kalau idol bisa ditebak, berdasarkan research pasar, orang suka apa ya bisnis menghadirkan.
    kemudian sukses berarti usahanya berhasil.

    saya setuju ama reza. beda entitas.
    tapi balik lagi soal produknya, saya sih asal bisa nikmati ya udah. ga mikir lainnya.
    bahkan lagu india ada yang kusuka padahal film-nya kacrut.
    sampe dihina hina teman sekantor gara2 nyetel lagu itu mulu.. life must go on
    ...bersama kesusahan ada kemudahan...

    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n

    My Little Journey to India

  2. #62
    pelanggan setia TheCursed's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    3,231
    Quote Originally Posted by cha_n View Post
    ...
    saya setuju ama reza. beda entitas. ...
    Yes, now I agree. Again, like I said. Artist(probably). Just not musician. At least not, yet.
    Last edited by TheCursed; 08-10-2013 at 10:43 PM.
    A proud SpaceBattler now.

  3. #63
    pelanggan tetap hundreddaya's Avatar
    Join Date
    Feb 2013
    Posts
    1,501
    yahhh jadi sama aja kek produk terlaris di pasaran,, banyak yg suka ,, bukan berarti seluruh org suka, right?


    kalo ngomongin selera, itu berdasarkan kesukaan masing" , kalo dilihat dari segi konsumennya , ah seisi thread juga tau hal sebasic ini

    perbedaan indah, bisa cepat mendewasakan org, bisa menambah wawasan juga,, meski disisi, lain disalahartikan bisa menghancurkan persatuan

    otak bgaikan parasut ,, kalo gak di buka gak guna

    dari mata (otak) turun ke hati, suka dengan suaranya, suka dgn penampilannya, etc

    dari awal [MENTION=395]tsu[/MENTION] memaparkan misunderstanding yg ada saat ini terhadap org yg sering ngebash suara mereka,, kualitas terbaik pasti banyak disuka , music emang main weapon (tnx correcting me) , industri paling laku keras dan lebih mudah di terima org awam (acting nowadays?)

    caranya memang anti mainstream, tinggal lihat seberapa lama itu bertahan, 10thn?20thn? who knows

    Onepunch-Man

  4. #64
    pelanggan setia TheCursed's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    3,231
    Quote Originally Posted by hundreddaya View Post
    .... caranya memang anti mainstream...
    Siapa yang anti mainstream ?
    Gue kira tadinya diskusi ini tujuannya mengklasifikasikan Idol itu sebagai musisi atau bukan ?
    A proud SpaceBattler now.

  5. #65
    pelanggan tetap hundreddaya's Avatar
    Join Date
    Feb 2013
    Posts
    1,501
    mbah surip?bukan?

    Onepunch-Man

  6. #66
    pelanggan setia TheCursed's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    3,231
    Quote Originally Posted by hundreddaya View Post
    mbah surip?bukan?
    Oh ? Good. Great. Good grief. <fiuh>
    Gue pikir tadinya bakalan nunjuk ke arah yang laen... gue, udah sport jantung.
    A proud SpaceBattler now.

  7. #67
    pelanggan tetap hundreddaya's Avatar
    Join Date
    Feb 2013
    Posts
    1,501
    ane sendiri baru tau dari [MENTION=7]cha_n[/MENTION] kalo cara mbah surip ternyata begitu

    Onepunch-Man

  8. #68
    pelanggan setia TheCursed's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    3,231
    Quote Originally Posted by hundreddaya View Post
    ane sendiri baru tau dari [MENTION=7]cha_n[/MENTION] kalo cara mbah surip ternyata begitu
    wow. you Are young.
    A proud SpaceBattler now.

  9. #69
    tsu's Avatar
    Join Date
    Aug 2011
    Location
    Rainbow Trout
    Posts
    5,365
    [MENTION=152]itsreza[/MENTION], agree, dan tidak ada yang memaknai negatif soal debat secara umum, tapi disini, secara historial, selalu berakhir ricuh and i really like to avoid that
    see... its just a wordplay, make em softer
    [MENTION=7]cha_n[/MENTION], ooow.... im sorry klo memang dirasa saya offended
    saya mau nanggapin si hundred tho....
    tapi yah memang bagaimana lagi, kehidupan musisi skr tergantung sales, tidak menjual, label pasti akan mendrop...

    @tehcursed, he is young
    IMHO mbah surip sih anomali , sama seperti Tegar gitu, came out of nowhere, karena unique, makanya langsung go

    btw, ini tidak mengklasifikasikan apa2, just a small talk between old friends
    lagian seperti kata anak2, ini kan beda entitas

    although..... i agree, mereka bukan your classic musician, tapi semacam new breed (walaupun bukan baru2 amat) dimana industri sekarang begitu mencengkeram musik to the point that they created image and personality to the artist
    IMHO mungkin sisi musik yg masih pure..... hanya ada di underground, they sing and played music..... just like that

    anw guys, this is beyond my exp, saya tadinya mengira, paling banyak adalah 2 pages, ternyata sampe 4 hingga kini
    keep em coming guys

  10. #70
    pelanggan setia TheCursed's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    3,231
    Quote Originally Posted by tsu View Post
    ...
    although..... i agree, mereka bukan your classic musician, tapi semacam new breed (walaupun bukan baru2 amat) dimana industri sekarang begitu mencengkeram musik to the point that they created image and personality to the artist
    IMHO mungkin sisi musik yg masih pure..... hanya ada di underground, they sing and played music ..... just like that
    Dude, I grew up with this.
    Masih inget betapa cool-nya bolos sekolah terus kabur ke Bandung seminggu cuma buat mencari kaset Bootleg-nya PAS Band dan Pure Saturday.
    Terus di hari sabtu ngakak ngeliatin Pheobe-nya Friends ngamen nyanyi "Smelly Cat".


    anw guys, this is beyond my exp, saya tadinya mengira, paling banyak adalah 2 pages, ternyata sampe 4 hingga kini
    keep em coming guys
    And now you know. Mwa ha ha ha ha ....
    A proud SpaceBattler now.

  11. #71
    coba-coba angyo onshi's Avatar
    Join Date
    Jan 2014
    Location
    Di jembatan
    Posts
    12
    wah tretnya uda aga lama ga ada yang jawab lagi nih..



    Dari segi segmen

    IMO musisi dan idol itu punya segmen dan penikmat selera yang berbeda, saling mengisi segmen lebih tepatnya
    Dan segmen-segmen ini selalu ada penggemarnya (bahkan orang yang ga suka musik sama sekali aja ada lho)

    Jadi gw pikir ga aneh kalo ada orang yang suka idol, kpop, dangdut, musik hindustan tapi ga suka ama musik yang kita anggep keren
    Mungkin in another parallel universe, idol dangdut dll malah anggep musik rock kaya led zeppelin itu cemen

    Gw sendiri adalah penikmat musik, gw ga bisa mengganggap negatif genre lain, soalnya apapun jenis musiknya kalo lagunya enak, ya gw suka, walaupun si "performer"nya amburadul



    Dari segi musik

    Untuk kategori musisi, jujur aja gw masih agak bingung apa yang dimaksud musisi, apakah yang bisa memainkan instrumen musik atau yang bisa bikin lagu karya sendiri
    Karena banyak sekali band atau penyanyi keren yang selalu beli lagu dari orang laen dan ga bikin lagu sendiri (misal Rihanna CMIIW)

    Kalaupun band itu buat musik sendiri, ga mungkin ga dipoles (atau bahkan bisa dirombak ulang) oleh music director (sutradaranya musik, ada sekolahnya sendiri dan gajinya gede haha..)
    Ini mirip sama idol, mereka juga dapet lagu dari orang laen, mereka tinggal perform dan manen hasilnya

    Selain itu setau gw ada formulanya untuk bikin lagu jadi enak dan laku, misal reff harus ada repetisi nada, intro harus bla bla bla...dan ilmu ini dikuasai oleh music director
    Jadi ya ga peduli, mau band musisi ataupun idol, kalo lagunya enak, ya pasti laku hahaha...hanyaaa, kemasannya yang berbeda



    Dari segi performa

    Tentunya banyak yang mencaci performa idol, lagi-lagi ini persoalan segmen dan faktor ini sepertinya lebih dipengaruhi oleh budaya di mana group itu lahir

    Misalnya idol di Jepang bisa bertahan dengan kualitasnya karena permintaan di Jepang-lah yang mengharuskan mereka begitu dan mereka ga peduli sama sekali ama selera orang di luar Jepang (beda ama Korea, kalo nyanyi ama dance belum becus, pasti dimaki, lipsync aja dicerca abis-abisan)

    Sedangkan di Barat, "budaya idol" ini pasti berkembang menjadi girlband atau group kayak spicegirl

    "Ah, idol itu suaranya jelek, cuman jual tampang & body". Band juga sama aja koq, banyak yang lagunya bagus, jual tampang, tapi performa ancur
    cuman masalahnya idol yang lebih sering mendapat sorotan negatif ini




    Jadi kenapa lu suka musik ato idola yang lu suka saat ini, jawabannya ya karena memang lu suka.

    Kalo dijabarin kenapa bisa suka, ya pasti banyak banget faktornya. Sama aja ama selera s*x, ada yang suka di kasur, ada yang suka di tempat umum, ada yang suka diborgol, ada yang suka ama janda, ada yang suka ama cabe-cabean

  12. #72
    pelanggan setia TheCursed's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    3,231
    Quote Originally Posted by angyo onshi View Post
    ....
    Kalaupun band itu buat musik sendiri, ga mungkin ga dipoles (atau bahkan bisa dirombak ulang) oleh music director (sutradaranya musik, ada sekolahnya sendiri dan gajinya gede haha..)....
    weh... ati2 nak, dengan komen kayak gini. Band 'gak mungkin gak di poles' ?
    Kalo definisi 'band' kamu memasukkan yang macemnya AC/DC, CCR, Foo Fighters, Blur, U2, Nirvana, Beasty Boys, Gordon Summoner, The Police.... komen kayak gini, maaf, bisa bikin kamu di tonjok. Seriusan.

    ...Sedangkan di Barat, "budaya idol" ini pasti berkembang menjadi girlband atau group kayak spicegirl...
    Dan mereka2 yang seperti ini masih, sampe hari ini, jadi bahan ledekan. Nggak di anggap serius di negara asalnya.

    Definisi-ku soal pemusik, itu orang2 yang bikin rangkaian bunyi untuk mengutarakan isi hati dan pikirannya.
    Mereka nggak menjadikan 'orang lain suka dengan produk bunyi2an saya' sebagai tujuan utamanya.
    Tapi kalo ada yang suka, ya, bagus.
    Dan syarat lain pemusik adalah, produk mereka harus bisa murni bertopang hanya pada bunyi yang dihasilkan. Titik. Nggak kurang nggak lebih.

    Lagu dan pemusik yang nyantel di kepala gue, biasanya lebih dulu gue cuma denger, seringan dari radio, sebelum gue tau wadag-nya kayak apa.
    Last edited by TheCursed; 21-01-2014 at 10:30 AM.
    A proud SpaceBattler now.

Page 4 of 4 FirstFirst ... 234

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •