Results 1 to 20 of 72

Thread: Between Musician and Idols

Hybrid View

Previous Post Previous Post   Next Post Next Post
  1. #1
    coba-coba angyo onshi's Avatar
    Join Date
    Jan 2014
    Location
    Di jembatan
    Posts
    12
    wah tretnya uda aga lama ga ada yang jawab lagi nih..



    Dari segi segmen

    IMO musisi dan idol itu punya segmen dan penikmat selera yang berbeda, saling mengisi segmen lebih tepatnya
    Dan segmen-segmen ini selalu ada penggemarnya (bahkan orang yang ga suka musik sama sekali aja ada lho)

    Jadi gw pikir ga aneh kalo ada orang yang suka idol, kpop, dangdut, musik hindustan tapi ga suka ama musik yang kita anggep keren
    Mungkin in another parallel universe, idol dangdut dll malah anggep musik rock kaya led zeppelin itu cemen

    Gw sendiri adalah penikmat musik, gw ga bisa mengganggap negatif genre lain, soalnya apapun jenis musiknya kalo lagunya enak, ya gw suka, walaupun si "performer"nya amburadul



    Dari segi musik

    Untuk kategori musisi, jujur aja gw masih agak bingung apa yang dimaksud musisi, apakah yang bisa memainkan instrumen musik atau yang bisa bikin lagu karya sendiri
    Karena banyak sekali band atau penyanyi keren yang selalu beli lagu dari orang laen dan ga bikin lagu sendiri (misal Rihanna CMIIW)

    Kalaupun band itu buat musik sendiri, ga mungkin ga dipoles (atau bahkan bisa dirombak ulang) oleh music director (sutradaranya musik, ada sekolahnya sendiri dan gajinya gede haha..)
    Ini mirip sama idol, mereka juga dapet lagu dari orang laen, mereka tinggal perform dan manen hasilnya

    Selain itu setau gw ada formulanya untuk bikin lagu jadi enak dan laku, misal reff harus ada repetisi nada, intro harus bla bla bla...dan ilmu ini dikuasai oleh music director
    Jadi ya ga peduli, mau band musisi ataupun idol, kalo lagunya enak, ya pasti laku hahaha...hanyaaa, kemasannya yang berbeda



    Dari segi performa

    Tentunya banyak yang mencaci performa idol, lagi-lagi ini persoalan segmen dan faktor ini sepertinya lebih dipengaruhi oleh budaya di mana group itu lahir

    Misalnya idol di Jepang bisa bertahan dengan kualitasnya karena permintaan di Jepang-lah yang mengharuskan mereka begitu dan mereka ga peduli sama sekali ama selera orang di luar Jepang (beda ama Korea, kalo nyanyi ama dance belum becus, pasti dimaki, lipsync aja dicerca abis-abisan)

    Sedangkan di Barat, "budaya idol" ini pasti berkembang menjadi girlband atau group kayak spicegirl

    "Ah, idol itu suaranya jelek, cuman jual tampang & body". Band juga sama aja koq, banyak yang lagunya bagus, jual tampang, tapi performa ancur
    cuman masalahnya idol yang lebih sering mendapat sorotan negatif ini




    Jadi kenapa lu suka musik ato idola yang lu suka saat ini, jawabannya ya karena memang lu suka.

    Kalo dijabarin kenapa bisa suka, ya pasti banyak banget faktornya. Sama aja ama selera s*x, ada yang suka di kasur, ada yang suka di tempat umum, ada yang suka diborgol, ada yang suka ama janda, ada yang suka ama cabe-cabean

  2. #2
    pelanggan setia TheCursed's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    3,231
    Quote Originally Posted by angyo onshi View Post
    ....
    Kalaupun band itu buat musik sendiri, ga mungkin ga dipoles (atau bahkan bisa dirombak ulang) oleh music director (sutradaranya musik, ada sekolahnya sendiri dan gajinya gede haha..)....
    weh... ati2 nak, dengan komen kayak gini. Band 'gak mungkin gak di poles' ?
    Kalo definisi 'band' kamu memasukkan yang macemnya AC/DC, CCR, Foo Fighters, Blur, U2, Nirvana, Beasty Boys, Gordon Summoner, The Police.... komen kayak gini, maaf, bisa bikin kamu di tonjok. Seriusan.

    ...Sedangkan di Barat, "budaya idol" ini pasti berkembang menjadi girlband atau group kayak spicegirl...
    Dan mereka2 yang seperti ini masih, sampe hari ini, jadi bahan ledekan. Nggak di anggap serius di negara asalnya.

    Definisi-ku soal pemusik, itu orang2 yang bikin rangkaian bunyi untuk mengutarakan isi hati dan pikirannya.
    Mereka nggak menjadikan 'orang lain suka dengan produk bunyi2an saya' sebagai tujuan utamanya.
    Tapi kalo ada yang suka, ya, bagus.
    Dan syarat lain pemusik adalah, produk mereka harus bisa murni bertopang hanya pada bunyi yang dihasilkan. Titik. Nggak kurang nggak lebih.

    Lagu dan pemusik yang nyantel di kepala gue, biasanya lebih dulu gue cuma denger, seringan dari radio, sebelum gue tau wadag-nya kayak apa.
    Last edited by TheCursed; 21-01-2014 at 10:30 AM.
    A proud SpaceBattler now.

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •