Quote Originally Posted by danalingga View Post
... biasanya banting stir jadi artis atau musician.
kenapa nggak dari awal mulai dari sana ? Kedengarannya jadi 'round about'.
Analoginya, kayak mau jadi fisikawan nuklir, ngambil S1 jurusan matematik. Bisa sih, tapi kenapa nggak langsung aja ambil dari awal ngambil jurusan fisika ?

Oh, yea, gue lupa bilang kalo gue juga, sesuai dengan deskripsi Miriam Webster, tenyata ngga' pernah mengidolakan manusia.
Karena, imho, manusia itu tempatnya salah, dan bersalah adalah salah satu yang menjadikan kita manusia. To err is human.
Thus, one human, since they are flawed and it is within their rights to be flawed, can not be idolized by others.

So, fenomena budaya Idol ini bikin gue bingung. Makanya gue banyak tanya. Pengen tau, what makes it 'tick'.

---------- Post Merged at 09:08 AM ----------

Quote Originally Posted by kupo View Post
...
yg penting orangnya harus disukai, atau dikagumi...
Shouldn't people care more about the craftmanship/works/product/art/skill more than the person ?