well......
ini adalah hasil omong2an saya dengan beberapa orang di LINE
kesemuanya adalah penggemar musik dan penggemar idol
dan juga hasil pengamatan (aslinya sih perenungan) on "why dafuq i love these girls dancing and singing on stage" dimana kualitas vokal mereka nowhere near Manhattan Transfer, Kalafina, The Supremes etc etc

sebelum nya, ini adalah purely IMHO, so klo ada yang tidak setuju, feel free to discussed here

here we go

saat ini saya tertarik (deeply) dengan segala sesuatu berbau dengan Idol, what is an idol ?
IMHO idols (in music) adalah produk yang disiapkan untuk entertainment business by some management team, that include creating their song, choreo, managing their schedule even creating and maintaining personality of their idols
mungkin terms yang paling pas di tujukan kepada idols dalam musik adalah gerakan boyband di Amrik dan British pada 90an, atau Halyuu wave saat sekarang
atau yang lebih ekstrim, J-Idol yang ada di Jepang mulai tahun 70an hingga fenomena AKB48 sekarang

kenapa saya bilang produk ?
karena jujur..... frankly, majority of them......do not posses some great talent in music
ok ada beberapa lulusan yang keren macam Gary Barlow, Robbie Williams, Justin Timberlake, Maki Goto, Maeda Atsuko dll
tapi kebanyakan mereka..... just.... went puff after "graduation"

ketika mereka beredar di dunia musik, management sangat berpengaruh dengan mereka, bahkan klo di Asia AFAIK, they cannot do anything if the management already decided on something

but, in exchange for that, musik mereka, lagu mereka rata2 hit on target, management tentu sudah meriset apapun yang diperlukan oleh fans mereka, dan mereka membentuk produk nya sesuai dengan permintaan pasar
hasil nya ? rata2 sukses ! bahkan gila2an seperti NKTOB yang at one time, mereka mengalahkan King of Pop himself dalam polling kekayaan dan popularity

tapi yah, seperti segala nya yang instant, biasa nya mereka just go on "puff" klo backing management sudah tidak ada, liat aja dari puluhan boyband saat 90an, berapa yang masih tersisa sekarang ?
another proof, idols yang tetap di support oleh management seperti di Jepang, masih bertahan mulai 90an hingga sekarang seperti SMAP

on contrary

Musician..... rely on their technical skills and insticnt to get their music flavour
mereka ini tipe2 seniman klasik yang "gw-bikin-music-gw-lalu-gw-jual" atau malah lebih ekstrim, mereka nggak peduli soal sales AT ALL, mereka cuman mau berekspresi dalam musik, underground

khusus untuk penyanyi.... there's a talent factor, this cannot be learned IMHO
you cannot learned on how to sing like Mariah, Celine, Whitney
you can learned how to vibrate you voice, lenghtened your breath, strengthened your lungs, BUT YOU CANNOT LEARN HOW TO SING LIKE THE DIVAS
semuanya punya warna sendiri, and that's makes them beautiful
musisi asli selalu mencari keunikan dan kekuatan dari cara dia bermusik

tapi tentu saja semua hal selalu punya downside

kita tentu akrab mendengar cerita musisi muda yang membawa rekamannya keliling studio musik dan selalu ditolak, ato musisi muda idealis yang terpaksa harus bernyanyi sesuai permintaan produser karena dianggap kurang komersil, ato hanya mentok menjadi artis yutub dan akhirnya pun mereka manggung di venues2 underground yang sangat jauh dari materi

conclusion
no... bukan saya bashing idols, hell, avatar saya seorang idol, lokal pula
in technical terms.... Diasta's voice is NOWHERE near the likes of Fatin ato Novintha Dewi ato Gita Gutawa etc
but her fans are ready to give everything for her (and literally all JKT48 members)
karena akhirnya saya sadar, bahwa idoling is closer to devotion, yang di jual oleh idol (dalam hal ini adalah 48 family) bukan kemampuan teknis sang idol, tapi cerita kerja keras, mimpi dan airmata sang idol yang dulunya bukan apa2 hingga bisa sukses, that would bring the idol closer to her fans

hal ini berbeda jika kita menjadi fans seorang diva macam Mariah Carey, we can only dreamed about being her, or can sing like her
karena yah..... talent sang Diva yang sangat ekstrem beda nya dengan kita

so yeah, with all the bashing in the net nowadays, semua nya hanya karena ketidakpahaman satu sama lain
kubu penikmat musisi (asli) selalu mengatakan bahwa idol itu fake musician, sakarin, gula buatan
sedangkan fans idol, biasanya, sudah buta mata klo dikritik, since idols is closer to devotion

anyone agree ? share yours