ini perseteruan klasik antara perusahaan dengan perserikatan (seperti perseteruan partai demokrat dan republican di amrik, argumennya sama )

tapi kalo pekerja kontrak, menurutku sih posisinya memang lebih lemah, karena bukannya biasa staff resmi yang baru masuk serikat? bahkan kalo ada serikat pun blom tentu akan sukses.

berdasarkan cerita di atas, jadi kebijakan sebenarnya udah jalan sejak Juli, hanya tidak dikasi tau ke pekerja? dan memonya baru dapet sekarang? trus dikasi tanggang waktu brapa lama sebelum bener2 walk-out?

saya pikir sih lebih baik suami bundana mulai mikir2 akan rencana alternatif nih