Results 1 to 5 of 5

Thread: Memberi

  1. #1
    pelanggan setia serendipity's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Location
    Jakarta
    Posts
    4,775

    Memberi


    Saya nemu gambar ini di salah satu media sosial

    jadi inget anjing yg sering sendirian di jalanan, badannya kurang lebih sama kaya gitu. Mukanya juga hampir mirip
    Kalo saya ada makanan di kantor, terus ga abis atau saya sengaja gak makan satu potong ayam, karna inget anjing tsb
    Pas pulang saya kasih ayamnya. Dia seneng banget

    Saya jadi merasa kalau manusia ada di dunia ini untuk menolong hewan. Karna hewan emang ternyata gak bisa hidup dengan luntang lantung gitu aja
    Mari kita sebisa mungkin memberikan makanan dan minuman pada hewan yg terlantar
    You were born with the ability to change someone's life - don't ever waste it.

  2. #2
    pelanggan tetap thin.king's Avatar
    Join Date
    Jun 2013
    Posts
    803
    jadi inget anak kucing di rute saya pulang pergi kantor

    ada dua anak kucing masih usia beberapa hari, soalnya jalannya msh tergopoh", warnanya bagus putih bersih, ga saya bawa soalnya ragu buat miara kitty, ga dikasi makan juga soalnya di tas saya makanan kucingnya untuk kucing dewasa.
    esok"nya lewat udah ga ketemu mereka lagi. ::

  3. #3
    pelanggan tetap
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    1,352

    The woman sitting on the ground was feeding the pigeons, and I stopped for a second trying to decide if I should talk to her. As I stood there, a girl walked up to her and handed her a latte. They held each other’s hand for what seemed like a minute and exchanged heartfelt words I couldn't quite hear. I thought they might know each other, so when the girl finally continued on her way down the street, I ran after her. “Oh, I don’t know her,“ she said. “I just know that every time I do something good, it comes back to me. It always does.”

    SUMBER

  4. #4
    opera's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    http://www.opera.com/
    Posts
    4,852
    diberi untuk memberi
    diberkati untuk memberkati

  5. #5
    pelanggan tetap ga_genah's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    1,661
    memberi sama seperti menabung
    menabung untuk menjadi lebih baik

    Kehebatan "Memberi"

    Adalah lebih berbahagia memberi daripada menerima, karena ada keajaiban di balik "memberi". Suatu rahasia yang hanya diketahui oleh orang-orang yang berjiwa besar!
    Memberi itu menyehatkan. Pernah ada suatu penelitian yang melibatkan ribuan sukarelawan. Kesimpulannya sebagai berikut: “Memberi atau menolong orang lain dapat mengurangi rasa sakit, mengurangi rasa stres, meningkatkan hormon endorfin (hormon yang memberi ketenangan dan rasa bahagia, juga mengurangi rasa sakit), serta meningkatkan kesehatan.”
    Prof. David McClelland (seorang peneliti dari Harvard University, AS) menambahkan: “Melakukan sesuatu yang positif terhadap orang lain akan dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh, sebaliknya orang kikir cenderung terserang penyakit. Mengapa demikian, karena orang kikir biasanya cinta uang, bila uangnya sedikit berkurang maka dia akan stres dan tubuhnya akan mengeluarkan hormon kortisol yang akan mengurangi kekebalan tubuh. Memberi dapat memperpanjang umur.”
    Sebuah riset lain juga mengambil kesimpulan bahwa: “Menolong orang lain secara sukarela meningkatkan kebugaran tubuh dan angka harapan hidup.”
    Awalnya, John Davison Rockefeller adalah orang kaya yang tidak bahagia dan sulit tidur. Dokter memvonis hidupnya tidak akan lama. Lalu Rockeffeler memutuskan mengubah hidupnya untuk menolong kaum papa dan orang miskin. Apa yang terjadi? Kesehatan pengusaha minyak asal AS ini membaik dan berlawanan dengan perkiraan dokter, ia hidup sampai umur (nyaris) 98 tahun, dan namanya dikenang sebagai seorang dermawan.
    Memberi mendatangkan kebahagiaan yang luar biasa. Ketika kita mengulurkan tangan untuk menolong sesama dan berbagi dengan kehidupan mereka, maka kita akan merasakan kebahagiaan yang mendalam dan hidup terasa jauh lebih berarti karena bisa memberi. Setiap orang yang suka memberi tidak pernah kekurangan. Dia akan membaikkan orang lain, dirinya sendiri, dan menyenangkan hati Tuhan dan alam semesta. Dan Sang Pencipta beserta seluruh isi alam semesta tidak akan pernah 'berhutang' kepada orang yang suka memberi.
    Psikologi Memberi

    Oleh : Rhenald Kasali
    Guru Besar Fakultas Ekonomi UI

    KISAH tentang Ibu Yati mungkin sudah per*nah Anda dengar. Sehari-hari memulung sam*pah, pakaiannya lusuh, hi*dupnya sangat sederhana. Te*tapi, setahun lalu, ber*sama suami, ke*dua orang itu mampu mem*buat pengurus Masjid Al-Ittihad di daerah Tebet, Jakarta Selatan, me*na*ngis.
    Mengapa menangis? Pe*ngu*rus masjid terharu ka*rena biasanya pemberi kur*ban adalah orang-orang ber*duit. Adapun Bu Yati dan sua*minya tidak berduit, te*tapi merekalah orang kaya dalam arti yang sebenarnya.
    Bukan gubernur yang keluarganya punya 100-an perusahaan dan adiknya yang punya mobil Ferrari.
    Juga bukan pengacara terkenal yang pelitnya minta ampun. Mereka berdua benar-benar kaya karena mampu memberi kurban dua kambing besar. Tahun ini berkat keberanian keduanya, kita juga mulai menyaksikan orang-orang yang hidupnya sederhana memberi kurban.
    Ini berbeda benar dengan orang-orang tertentu yang lebih senang pamer konsumsi. Tetapi, siapa yang hidupnya lebih bahagia?

    Dua Jenis Spending
    Ekonomi kita selalu membedakan antara income dan spending. Dalam teori ekonomi klasik, kekayaaan selalu diukur dengan income (pendapatan), dan orang-orang kaya diukur dari apa yang mereka bisa beli.
    Dalam perekonomian Indonesia, kalangan kaya biasanya identik dengan jenis mobil yang dimiliki, siapa yang menjadi istri atau suami, dan apa jabatannya. Maka, begitu merasa kaya, seseorang mulai membeli mobil yang jarang bisa dimiliki orang lain (Ferrari dan Lamborghini), menikahi model atau artis, dan menduduki jabatan-jabatan strategis.
    Demikianlah kaya, diartikan sebagai ”Spending for themselves” (mengeluarkan uang untuk diri sendiri). Maka, jangan heran kalau para ekonom belakangan sangat kecewa saat menghubungkan kekayaan suatu bangsa dengan tingkat kebahagiaan. Banyak negara kaya yang ditemukan rakyatnya kurang bahagia.
    Lara Atkins, seorang peneliti pada Simon Fraser University, pun menggali makna spending. Dia membedakan antara spending money for others (mengeluarkan uang untuk orang lain) dengan spending money for themselves (mengeluarkan uang untuk keperluan pribadi). Melalui studi di Uganda dan Canada yang melibatkan 820 orang, India (101 orang dewasa), dan Afrika Selatan (207 mahasiswa), dia menemukan kebahagiaan itu jarang dirasakan oleh mereka yang hanya ”Spending money for themselves”.
    Lewat serangkaian eksperimen dia membagi-bagikan uang kepada responden yang lalu ditugasi memberikan uang itu untuk anak-anak yang sedang sakit. Sebagian uang dipakai untuk memberi kesenangan pribadi. Manakah yang membuatnya lebih bahagia? Eksperimen itu menemukan kebahagiaan muncul dari memberi (spending on others).
    Elizabeth Dunn, seorang psikolog dari University of Columbia, bekerja sama dengan Harvard Business School dan menelisik ribuan responden. Respoden-responden diminta memilih skor kebahagiaan masing-masing dan melaporkan pendapatan tahunannya.
    Setelah itu, mereka diminta menghitung berapa besar pendapatan yang dihabiskan untuk diri sendiri (biaya tagihan-tagihan dan keperluan untuk pribadi dan bersenangsenang), dan berapa yang diberikan untuk orang lain (hadiah, donasi, dan charity).
    Kesimpulannya, mereka yang memberi lebih banyak untuk orang lain ternyata hidupnya lebih bahagia. Sementara mereka yang tak mempunyai porsi pendapatan untuk orang lain, rata-rata merasa hidupnya biasa-biasa saja. Kenyataan ini pula yang sering saya temui dalam forum Aksi (Asosiasi Kewirausahaan Sosial) yang ”berkegiatan usaha untuk memberi”.
    Tingkat kebahagiaan mereka sangat berbeda dengan kelompok lain yang terlibat kegiatan sosial untuk mencari nafkah, atau bahkan mengerjar pendapatan. Orang-orang seperti ini pun belakangan mulai tampak, tetapi mereka kurang bahagia dan sela lu merasa miskin.

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •