Results 1 to 2 of 2

Thread: Hari Mengenang Kebencian

  1. #1

    Hari Mengenang Kebencian

    Selama masa orde baru, hari ini adalah hari untuk memperingati betapa bejat, amoral, kejam, dan sesatnya paham komunisme. Pada jaman itu, Komunisme sudah menjadi suatu cap terkutuk tanpa banya yg paham apa itu komunisme karena bahkan untuk mempelajari subyek tersebut pun terlarang dan perlu ijin khusus dari rejim.

    Tanpa definisi yg jelas ttg apa itu komunisme dan benda apa yg konon begitu jahat, menyeramkan, menyesatkan dan menakutkan itu, dan dengan mendefinisikan PKI sekarang masih hidup sebagai organisasi tanpa bentuk, penguasa jaman itu menggunakan cap "komunis" untuk memperat cengkraman mereka terhadap kekuatan. Cap "Komunis" bisa ditempelkan kepada siapa aja yg dirasa menjadi ancaman bagi kekuasaan. Dengan kebencian dan ketakutan terhadap komunisme yg ditanamkan terus menerus ke bangsa ini, tidak ada yg berani lagi membela orang yg sudah dicap "komunis" karena resiko untuk ikut dibenci dan dimusuhi masyarakat sangat tinggi.

    Pada tahun 1965 segera setelah pembunuhan jendral2 dan dikalahkannya PKI oleh pasukan TNI, timbul gelombang pembunuhan massal terhadap orang2 yg dituduh mendukung ideologi komunis dan PKI. Gelombang pembunuhan massal dipicu oleh kampanye media massa dan TNI tentang kekejaman PKI dan gerwani dalam menyiksa jendral2 pahlawan revolusi.

    Banyak dari korban pembunuhan massal ini hanyalah rakyat kecil atau anak2 muda yg bahkan tidak paham benar apa itu komunis, apa itu PKI, hanya keren2an pake attribut partai atau sekedar pernah datang ke acara partai, atau bahkan orang yg ga ada hubungannya dengan partai tapi dituduh oleh orang lain yg ga menyukainya sebagai simpatisan partai komunis. Ratusan ribu dibantai tanpa pengadilan, tanpa kesalahan yg jelas, tanpa rasa kasihan. Gelombang kebencian akan kekejaman PKI terhadap 7 orang telah memicu tindakan yg bahkan lebih kejam lagi terhadap ratusan ribu orang. Orang yg membenci kekejaman PKI terpancing untuk menjadi lebih kejam lagi, lebih jahat lagi dari obyek yg dibencinya.

    Sekarang mungkin kebencian dan ketakutan akan komunisme bukan lagi senjata yg terlalu ampuh untuk menggerakan dan menguasai massa, tapi modus itu masih ada. Mungkin sekarang obyek ketakutan dan kebencian itu berbeda, tapi modusnya masih sama.

    Sekarang pemimpin2 kita, guru2 kita masih ada yg suka mengajak umatnya untuk bertindak dan bersikap atas dasar kebencian. Kebencian terhadap kaum zionis,terhadap iluminati, terhadap negara tertentu, terhadap aliran tertentu, terhadap ras tertentu, terhadap agama yg berbeda dan bebagai obyek apa pun.

    Rasa takut dan benci memang salah satu alat yg paling kuat dan mudah digunakan untuk menggerakan massa. Tapi sejarah sudah membuktikan berulang kali bahwa kebencian tidak pernah membawa kita ke kebaikan.

    Puluhan tahun rasa takut, trauma, alergi terhadap komunisme yg telah berpuluh tahun ditanamkan belum benar2 hilang dari urat nadi bangsa kita. Puluhan tahun kita terbelenggu oleh rasa benci dan rasa takut itu.

    Hari ini hari bersejarah, kejadian berpuluh tahun lalu hari ini menunjukkan betapa mengerikannya efek kebencian yg tidak dapat kita kendalikan. Menunjukkan betapa kebencian bisa mengubah kita menjadi lebih buruk, lebih kejam, lebih bejat, lebih jahat dari objek yg dibencinya. Kebencian dan ketakutan juga bisa membelenggu kita dari melaksanakan keadilan dan kebenaran menurut hati nurani dan akal sehat kita.

    Masih ada pemimpin2 kita, guru2 kita, yg masih menggunakan kebencian dan ketakutan untuk mengajak kita bertindak, ingatkan lah mereka karena mereka juga manusia seperti kita yg bisa disesatkan dan dibutakan oleh kebencian.

    Ketidakpahaman melahirkan ketakutan, ketakutan mendatangkan kecurigaan, kecurigaan membawa kebencian. Dan kebencian tidak pernah membawa kita ke arah kebaikan, sejarah sudah berulang kali membuktikan itu.

    Mari kita gunakan hari bersejarah ini untuk mengingatkan kita kembali. Mari kita pelajari sejarah, mari kita pahami pola berpikir kita, mari kita paham ketakutan dan kebencian itu, sehingga kita bisa menghindar dari jeratannya. Ingatkan diri kita agar bebas dari belenggu kebencian, ingatkan anak2 kita agar tidak menyerah pada hasutan rasa benci, ingatkan juga sahabat2 kita, kerabat2 kita, guru2 kita, pemimpin2 kita. kita semua hanyalah manusia lemah dengan pemahaman terbatas, dengan terus saling mengingatkan mudah2an kita bisa saling menjaga diri kita agar tetap berjalan menuju kebaikan

    Stop Hating, hatred will never bring anything good.

    saus


    "Maybe not all of our efforts will be rewarded. But without effort, you will get nothing"
    Takahashi Minami

    ------------------------------------------------------------------
    Thread paling Hot di l AKB48 Glossary l 48Fams l My Blog

  2. #2
    Catatan yang bagus untuk mengenang bahwa
    Indonesia (yang dikenal sebagai bangsa yang ramah)
    punya potensi menjadi sangat kejam. Sudah tertanam
    dalam darah kita sepertinya. Ini bisa dirunut kembali
    pada jaman kerajaan nusantara yang kental dengan
    pertumpahan darah.

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •