-
Bdsk penelitian di US, ada 3 hal krusial yg perlu dwaspadai terjadi pd anak pasca pceraian orang tua :
1. Guilty feeling
Si anak mpersalahkan dirinya atas tjadinya pceraian. Namanya juga anak-anak, pola pikir mreka tdk bisa dsamakan dg org dewasa apalagi ktika mlihat ortu mprebutkan dirinya. Bisa dong dbayangkan apa jadinya si anak jika ia btumbuh dg pmikiran bhw ia lah pnyebab pceraian orang tuanya, dia bisa mngembangkan low self concept.
Hal lain yg perlu dperhatikan adl jika si anak brusaha agar ortunya rujuk tp gagal krn ortunya bersikeras cerai, maka si anak bisa mrasa bhw ia tidak cukup bharga di mata ortunya utk mpertahankan rumah tangga (skali lagi kita bicara mngenai pola pikir anak-anak yg masih cndrg sderhana).
2. Separation anxiety disorder
Anak yg ditinggalkan oleh salah satu orang tua (krn cerai atau krn kmatian) bisa mngembangkan kcemasan akan dtinggalkan oleh significant others lainnya. Gejalanya misal si anak mudah panik dan mnangis saat tidak tau dimana ibu/ayahnya. Anak itu bs mrasa sangat dependent, ingin didampingi terus-menerus dan jadi sring mrajuk. Ktika sudah dewasa, ia bisa jadi sangat posesif dan paranoid thd pasangannya.
3. Low self esteem
Bayangkan si anak nyaris stiap hari mlihat kluarga lain yg utuh dan happy, lalu mbandingkan dg kluarganya yg pecah. Mungkin si anak tidak puas dan ingin protes, namun tidak bisa.
Nah, efek-efek di atas akan sangat krusial bagi anak-anak yg berusia di bawah 12 tahun.
Posting Permissions
- You may not post new threads
- You may not post replies
- You may not post attachments
- You may not edit your posts
-
Forum Rules