Pertama... gue bukan kader partai manapun.
Gak ada satupun tulisan di atas yang menyatakan gue kader partai.
Dan jelas gue bilang gue kelas 2 SMU. Sebagai anak sekolah, gak boleh sebagai kader partai.
Tapi gue aktif kampanye partai, bukan sebagai kader tetapi sebagai orang naif yang waktu itu percaya ama janji janji partai.
Jadi lo tanya sama anak2 PKS,
kagak bakal ada yang ingat ama gue, karena gue bukan kader.
Kecuali lo bisa nemu siapa saja orang-orang liqa gue, siapa murabbi gue. Tentu saja dijamin, lo kagak tahu. @Noodles_maniac yang satu sekolah paling cuma bisa menebak-nebak doang.
Dan pernyataan lo barusan juga menunjukkan bahwa elo kagak tahu apa-apa tentang pergerakan politik di masa itu.
Kami bergerak di bawah tanah, dari rumah ke rumah, menjaga kerahasiaan siapa saja yang ada dalam sel kecil kami. Penghubung kami dan sel lain hanyalah murabbi.
Ketika pindah kota pun, kami dapat referensi untuk mencari murabbi baru.
Elo,
cuma pendukung delusional Amien Rais yang gak tahu apa-apa.
![kopimaya [dot] kom - Secangkir Kehangatan di Dunia Maya - Powered by vBulletin](images/misc/vbulletin4_logo.png)




