Page 2 of 3 FirstFirst 123 LastLast
Results 21 to 40 of 50

Thread: Murudeka 17805

  1. #21
    Chief Cook GiKu's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    10,315
    di indonesia, lebih banyak peninggalan jepang apa belanda ? (jalan/bangunan/sekolah/sistem hukum/pemerintahan/dll)

  2. #22
    Chief Cook ndableg's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    5,910
    Quote Originally Posted by kandalf View Post
    [MENTION=44]ndableg[/MENTION]
    Atau kalau yang menang dulu NICA,
    mungkin bakal diceritakan bagaimana suster berkewarganegaraan Inggris diperkosa oleh pemuda Republik ramai-ramai di sungai sementara temannya, prajurit Inggris ditembak mati.

    Lalu juga bakal diceritakan bagaimana beberapa keluarga tak berdosa dibunuh oleh tentara Republik dan dijarah hartanya, setelah sebelumnya dituding sebagai pengkhianat. Padahal tak ada satupun bukti keluarga tersebut antek Belanda.

    Atau bagaimana tentara Republik menyebar isu tentara Jepang meracuni sumur sehingga menjadi alasan memenjarakan 130 tentara Jepang ke dalam penjara Bulu. Ketika sebagian dari tentara Jepang yang masih di luar penjara menolak menyerahkan senjata, tentara Republik membantai tentara Jepang tak bersenjata yang sudah ada di dalam penjara tersebut.
    Yah ndalf, cerita2 gituan pasti ada aja lah. Tapi bagaimana kalau misalnya ada yg cerita anak buah nabi memperkosa tawanan perang?

  3. #23
    Chief Cook ndableg's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    5,910
    Quote Originally Posted by kandalf View Post
    Kau nonton Murudeka 17805 di mana? Di Youtube? Ada subtitle-nya? Atau kau dapat DVD-nya di Belanda?
    Di mang ucup lah...

    Ceritanya ngaco abis.. Walaupun terharu jg liat tentara jepang bela2in indonesia.
    Last edited by ndableg; 24-09-2013 at 04:05 PM.

  4. #24
    Chief Cook ndableg's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    5,910
    Quote Originally Posted by GiKu View Post
    di indonesia, lebih banyak peninggalan jepang apa belanda ? (jalan/bangunan/sekolah/sistem hukum/pemerintahan/dll)
    Banyakan peninggalan belanda lah.. wong ratusan taun jadi boss.. Peninggalan jepang paling.. lobang jepang..
    Dan mungkin understanding of the word.. discipline..
    Last edited by ndableg; 24-09-2013 at 04:08 PM.

  5. #25
    pelanggan setia TheCursed's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    3,231
    Quote Originally Posted by ndableg View Post
    ....
    Ok, gw ga mengingkari kalo jepang itu kejam, tapi gw ga menganggap lebih kejam atau kurang kejam, kejam ya kejam. Kalo mgk jepang lebih ke menyiksa, di mana eropa lebih suka bombardir. ....
    Di sini cara pandang kita udah beda jauh.
    Buat gue, broken body itu jauh lebih baik daripada broken mind & soul.
    Dan yang terjadi untuk kasus perkosaan, itu broken body, mind and soul.

    dan, oh, soal informasi 'tangan pertama' gue, itu bukan cuma dari jaman NICA, tapi juga dari jaman kultur stelsel Multatuli. My Clan, from both sides of the family is That old. Dan kata tetua klan, yang masih ngalamin kultur stelsel, Imperium Jepang is STILL worse.

    terserah deh, kalo lo pada bilang ini propaganda pemenang perang atau sejenisnya. Alloh have mercy on your souls.
    A proud SpaceBattler now.

  6. #26
    Chief Cook ndableg's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    5,910
    Ea deh. mau broken body kek, broken soul kek, sama2 broken.
    Gw kagak bilang cerita elu yg dari ketua klan lu itu propaganda perang, semua punya cerita masing2.

  7. #27
    Barista AsLan's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    9,288
    kalo mau ngomong soal kekejaman, gini aja deh...

    kan banyak cerita penyiksaan oleh jepang, coba bandingkan penyiksaan oleh belanda.
    mana yg lebih kejam ?

    dan juga jangan takabur mengatai bangsa lain, ingat juga kekejaman yg dilakukan oleh bangsa indonesia, kepada bangsa sendiri.

    ---------- Post Merged at 12:15 AM ----------

    kalo mau ngomong soal kekejaman, gini aja deh...

    kan banyak cerita penyiksaan oleh jepang, coba bandingkan penyiksaan oleh belanda.

    berapa banyak kasus orang belanda memperkosa perempuan pribumi?
    berapa banyak wanita pribumi yg dijadikan budak seks? berapa banyak rakyat sipil yg dijadikan mainan pedang, dikubur hidup2 atau dibakar di tiang oleh belanda ?

    mana yg lebih kejam ?


    belanda memang punya hukuman gantung, tapi itu untuk kriminal yg sudah divonis pengadilan.

    masalah korban perang, kita jangan hitung, yg kita hitung itu korban penindasan masa penjajahan, siapa penhajah yg lebih kejam ? belanda apa jepang ?

    dan juga jangan takabur mengatai bangsa lain, ingat juga kekejaman yg dilakukan oleh bangsa indonesia, kepada bangsa sendiri.

  8. #28
    pelanggan setia kandalf's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    6,050
    Jadi merasa bersalah begini...

    kalau dipikir2,
    dari pihak nyokap, kakek gue adalah Heiho
    dari pihak bokap, kakek buyut gue adalah Volksraad

    Dan karena dari pihak nyokap dan bokap gak ada cerita keluarga gue disiksa penjajah baik Belanda maupun Jepang,
    berarti nenek moyang gue antek penjajah kejam dan gue sebagai keturunannya juga harus dibenci ama rakyat Indonesia?


    ~garisNasabGwBisaDitarikSampaiSaatBelandaDatangKeN usantara
    Lomba peluk2an di Citos: 30 November 2013
    Lomba dorong2an di Candra Naya (dkt Glodok): 8 Desember 2013

  9. #29
    Barista BundaNa's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    Na...Na...Na
    Posts
    12,679
    kakek gwe dulu PETA, berubah jadi TKR. Trus TNI mpe purna. Cerita2 jaman itu jadi PETA lumayan enak lah, gak diinjek2 seperti bumiputra

  10. #30
    pelanggan setia kandalf's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    6,050
    Ngutip dari majalah Historia http://historia.co.id/artikel/9/991/...Seorang_Jepang

    Berhubung cukup panjang, saya kutip sebagian paragraf saja.

    PADA 15 Februari 1958, Presiden Sukarno menyerahkan sebuah teks kepada Shigetada Nishijima untuk disimpan di biara Buddha Shei Shoji di Minatoku, Tokyo. Teks itu berisi kenangan Sukarno kepada dua orang Jepang yang membantu perjuangan Indonesia: Ichiki Tatsuo dan Yoshizumi Tomegoro.
    Di biara Buddha itu kemudian dibuat monumen Sukarno (Soekarno hi) bertuliskan: "Kepada sdr. Ichiki Tatsuo dan sdr. Yoshizumi Tomegoro. Kemerdekaan bukanlah milik suatu bangsa saja, tetapi milik semua manusia. Tokyo, 15 Februari 1958. Soekarno."

    [... truncated...]

    Pada 1933, Ichiki datang ke Bandung karena saudara mudanya, Naohiro yang menyusulnya pada akhir 1929, meninggal dunia. Ichiki tak kembali ke Palembang tapi tetap di Bandung dan bekerja di studio foto. Merasa tak nyaman, dia jadi kondektur bus. Tak cocok, dia meninggalkan pekerjaan ini dan tinggal di rumah Iti, perempuan dari keluarga miskin di sebuah kampung di Sumedang. Dia menemukan kedamaian, bahkan merasa hampir sepenuhnya sebagai orang Indonesia. "Ini adalah kelahiran baru Ichiki Tatsuo," tulis Kenichi.

    Dalam kehidupan keras di kampung ini, Ichiki memupuk pengetahuan bahasa Indonesia sampai dia menyusun kamus Indonesia-Jepang. Ichiki tetap mengikuti perkembangan politik di Jepang. Untuk itu, dia sering pergi ke Klub Jepang di Bandung. Dia juga melahap koran dan majalah Jepang. Terkadang dia menerjemahkan artikel bertopik semangat Jepang Bushido lalu menjualnya koran-koran lokal.

    Machida Taisaku, pemimpin senior Klub Jepang di Bandung, merekomendasikan Ichiki ke koran Nichiran Shogyo Shinbun, yang dijalankan Kubo Tatsuji, advokat pendukung Asianisme. Pada Juli 1937, koran ini merger dengan Jawa Nippo dan berubah nama menjadi Toindo Nippo (Harian Hindia Timur) tapi tetap anti-Belanda. Pemerintah Hindia Belanda, yang menganggap Jepang sebagai ancaman, meningkatkan pengawasan terhadap kegiatan Ichiki dan kawan-kawannya.

    Pada 1938, untuk mendiskusikan proyek Toindo Nippo lebih kongkret, Ichiki kembali ke Tokyo. Tapi sebelum berangkat ke Indonesia, dia menerima telegram dari Belanda di Batavia yang melarangnya masuk kembali ke Jawa karena kegiatan anti-Belandanya. Ichiki pun bekerja sebagai peneliti paruh waktu di Biro Asia Pasifik Kementerian Luar Negeri dan di Staf Umum Angkatan Darat.

    [... truncated ...]

    Setelah menggulingkan Belanda pada Maret 1942, Jepang disambut dengan suka cita sebagai Saudara Tua. Namun, suasana itu tak berlangsung lama. Jepang segera melarang berbagai aktivitas politik. Ichiki pun kecewa.

    Pada sesi Imperial Diet (Majelis Perwakilan Tertinggi Jepang) awal 1943, Perdana Menteri Hideki Tojo menyebutkan akan memberikan kemerdekaan bagi Filipina dan Burma di akhir tahun 1943, tapi Indonesia tidak disebut. Sekali lagi, Ichiki frustasi dan lambat-laun membenci negerinya sendiri.

    Pada Oktober 1943, Jepang membentuk Pembela Tanah Air (Peta) –kelak menjadi inti dari angkatan bersenjata Indonesia. Ichiki bekerja sebagai petugas paruh waktu di Divisi Pendidikan Peta di Bogor. Dia membangun sebuah rumah terpencil di perkebunan karet dan menyebut dirinya –karena kulitnya agak gelap– "gagak dari Bogor." Pekerjaannya menerjemahkan manual tentara Jepang seperti Rikugun Hohei Soten (Manual Infantri) dan menjadi editor majalah Heiho, Pradjoerit. Melalui karyanya, dia merasa masih bisa melayani masyarakat Indonesia. Ichiki juga pernah menjadi Pemimpin Redaksi Asia Raya.

    Pada 15 Agustus 1945, berita kekalahan Jepang sampai pada Ichiki. Jepang, yang melalui Perdana Menteri Kuniaki Koiso, pengganti Tojo, berjanji memberikan "kemerdekaan Indonesia di kemudian hari" pada 7 September 1944, mengingkari dan mematuhi perintah Sekutu, serta menyatakan tak ada hubungannya lagi dengan masalah kemerdekaan Indonesia. Ichiki merasa Jepang telah mengkhianati rakyat Indonesia dua kali: pada awal dan akhir pendudukan.

    Di hari Jepang menyerah, Ichiki menyatakan berpisah dengan Jepang. Dia menentang tentara Sekutu dan pendaratan pasukan Belanda, serta bertekad untuk berbagi dengan rakyat Indonesia akan nasib ibu pertiwi barunya, Republik Indonesia, bukan sebagai seorang Jepang Tatsuo Ichiki, tapi sebagai pemuda Abdul Rachman. Nama Abdul Rachman diberikan oleh H. Agus Salim ketika menjadi penasihat Divisi Pendidikan Peta, sebagai bentuk penghargaan kepadanya yang memihak Republik.

    Pada masa perang kemerdekaan, Abdul Rachman memimpin Pasukan Gerilya Istimewa di Semeru, Jawa Timur, yang disegani Belanda. Pasukan yang dibentuk pada 1948 ini merupakan satuan khusus di bawah militer Indonesia yang beranggotakan sekira 28 orang tentara Jepang yang bersimpati pada perjuangan kemerdekaan Indonesia. Mereka disebut zanryu nihon hei atau prajurit yang tinggal di belakang.

    Pada 9 Januari 1949, desa terpencil Dampit dekat Malang, Jawa Timur, yang merupakan salah satu medan pertempuran paling sengit, menjadi akhir riwayat sang samurai. Abdul Rachman berlari ke depan melawan arus peluru Belanda untuk mendorong pasukan Indonesia, yang mulai ragu melihat kekuatan Belanda, agar menyerang. Alhasil, beberapa peluru Belanda menembus dahinya.


    __________________________________________________ __________________________________________________ _______________________



    Yah... selamat membenci orang-orang Jepang.

    ---------- Post Merged at 01:20 PM ----------

    Foto-foto monumen yang mengenang keganasan tentara Indonesia membantai tentara Jepang yang sudah menyerah, yang sudah dijebloskan ke penjara Bulu, yang cuma berharap dipulangkan ke negaranya, yang dalam hati mereka berharap Indonesia Merdeka dan karena itu mereka berpisah dari kawan-kawan mereka dan menyerahkan senjata dan rela dimasukkan ke tahanan. Dan balasan yang mereka dapat dari tentara Republik adalah pembantaian.









    Yah...
    selamat membenci orang-orang Jepang.
    Lomba peluk2an di Citos: 30 November 2013
    Lomba dorong2an di Candra Naya (dkt Glodok): 8 Desember 2013

  11. #31
    pelanggan setia kandalf's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    6,050
    http://historia.co.id/artikel/kolom/...erang_Surabaya

    Mungkin kita perlu juga memberi penghargaan kepada beberapa orang Jepang yang berada di pihak Republik. Bukan saja kepada Maeda yang menyokong penyusunan draft proklamasi kemerdekaan, tapi juga kepada Laksamana Shibata Yaichiro yang telah bermurah hati membukakan gudang senjata milik Jepang dan menyerahkannya kepada arek-arek Surabaya.

    Ya...
    selamat membenci orang-orang Jepang.
    Lomba peluk2an di Citos: 30 November 2013
    Lomba dorong2an di Candra Naya (dkt Glodok): 8 Desember 2013

  12. #32
    Barista AsLan's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    9,288
    Salah kalo menganggap gw mengajak untuk membenci orang jepang.

    Maksud gw disini adalah bicara fakta bahwa penjajah jepang lebih kejam dari penjajah belanda, that's all.

    Dan jangan lupa pemerintah indonesia pun dalam level tertentu sering bersikap kejam.

    Tapi dari semuanya, setahu saya jepang pemenangnya dalam urusan kekejaman.

    Memang kekejaman jepang yg paling parah itu terhadap Tiongkok dan Korea, di indonesia agak lunak.

  13. #33
    Barista BundaNa's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    Na...Na...Na
    Posts
    12,679
    Quote Originally Posted by spears View Post
    Masa sih?
    Klo kata nenek gw malah mendingan Belanda drpd Jepang.
    Kt nenek gw, klo serdadu Jepang lewat...penduduk pribumi harus nunduk. Klo ngeliat mereka atau beradu pandang siap2 aja di pukul pake moncong senjatanya si jepang. Sementara jaman Belanda lebih luwes...masih bebas aja nenek gw main2 and lari2 ..


    Lagian...seinget gw, kaum cerdik cendekia banyaknya muncul di saat penjajahan belanda.
    Tiga serangkai, kartini, ahmad dahlan, budi utomo, dr wahidin sudirohusodo...hmmm..siapa lg ya?
    Semuanya dr jaman Belanda.

    Sementara, di zaman Jepang malah bikin teror paham komunisme di Indonesia.

    ---------- Post Merged at 11:32 PM ----------

    And peristiwa G30SPKI. Itukan jaman Jepang.

    Sebentar...G30S PKI itu gerakan 30 September 1965, CMIIW...Jepang kapan mangkal di Indonesia? Pemberontakan PKI Muso maksudmu? *sek chek sejarah kalau yang ini takut salah kutip salah nulis dibilang ga baca koran sama ga tau sejarah...

  14. #34
    pelanggan setia kandalf's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    6,050
    Sebenarnya pengen nulis tentang situasi politik Jepang pasca Meiji, budaya jepang...
    tapi kalau dipikir2,
    mau diberi pembenaran bagaimanapun, mau dimaklumin bagaimana pun, intensitas kekejaman Jepang saat itu memang luar biasa.


    Namun bila karena kekejaman Jepang lalu 'membenci Jepang', jujur saja, kubilang naif.


    Btw,
    Muso tahun 1948, menjelang Agresi Militer II, alias pasca Jepang menyerah dan bahkan sudah dipulangkan ke negaranya.
    Pemberontakan PKI lain adalah tahun 1927, di masa kolonial Belanda.

    Komunis justru tidak bergerak sendiri ketika masa Jepang. Masa Jepang yang kejam itu lumayan 'menyatukan' faksi-faksi politik.
    Lomba peluk2an di Citos: 30 November 2013
    Lomba dorong2an di Candra Naya (dkt Glodok): 8 Desember 2013

  15. #35
    Barista BundaNa's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    Na...Na...Na
    Posts
    12,679
    ^apa itu yang mendasari Sukarno menggelar slogan nasakom? Karena saat jaman jepang, semua aliran bersatu untuk kemerdekaan indonesia?

    be te we...gwe pernah dikasih cerita sama teman anak antrop juga, tentang 3 serangkai Sukarno-Muso-Kartosuwiryo dan mereka sama2 berguru kepada HOS Cokroaminoto gitu ya....tapi ketiga serangkai ini memilih jalannya sendiri2 gitu pada akhirnya, dan Sukarno yang bersikukuh bisa menyandingkan nasionalis, agama dan komunis, meski lebih condong ke nasionalis. Sedang Muso sangat komunis dan Kartosuwiryo sangat agamis....

    oh iya, mengenai orang2 jepang yang dibantai TKR ketika mereka menyerah karena jepang kalah, kayaknya mirip pasca G30S juga deh. Begitu PKI dibubarkan dan pendukungnya kabur, TNI juga membantai eks PKI ya? Kayak peristiwa Blitar gitu. Di Blora kan sebagian (masih ingat lah Pramudya Ananta Toer) emang merah (julukan para muslim sini tentang pendukung PKI di Blora). Simbah cerita, jaman PKI dibubarkan, banyak pembunuhan massal diam2 di hutan2 jati, eks2 PKI dikumpulkan malam2 buta, dimasukkan ke dalam satu lubang besar, trus ditembakin sampe mati semua, baru dipendem

  16. #36
    Barista AsLan's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    9,288
    Ya, masa pki itu masa kelamnya indonesia.

    Mengenai kekejaman jepang, kelihatannya mereka juga kejam terhadap bangsa sendiri, dijaman shogun.
    Mungkin bisa dibilang karakter bangsa yg sangat keras.

  17. #37
    Chief Cook ndableg's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    5,910
    Gw sendiri ga mengerti kenapa kekejaman itu begitu penting untuk dibesar2kan. Sebenernya yang paling menyakitkan dari sebuah penjajahan adalah unsur penipuan dan tujuan penipuan tsb. Penipuan yang sampai sekarang terus digunakan sebagai sistem, spt menganggap sistem itulah yang benar. Contohnya ya uu penjajah yg masih kita gunakan sampai sekarang. Kalo bicara kekejaman, yah.. yg di timur sana jg masih punya cerita kekejaman pemerintah indonesia. Siapa berani menyangkal kekejaman mao tse tung? Tapi apa hasilnya cina sekarang? Seorang guru memukul murid belum tentu salah. Bisa jadi emang guru emosional, tapi bisa jadi guru yang baik. Ada orang2 bebal yg susah diberi pengertian sampe ditabok baru mikir.

    Peran jepang sebagai guru orang Indonesia itu sudah tepat. Cuman murid2 pada bebal semua. Pemalas, sukanya nyanyi2, nari2, dan plus minum2 sambil nongkrong2, mungkin sambil gambar2. Biar saja belanda yang kerja dan berpikir. Itu pemikiran tipikal negara tropis. Bukan negara susah. Sehingga menutup kemungkinan sendiri untuk tetap dijajah. Indonesia beruntung dapet jepang, kalo tidak, liat saja suriname, bbrp negara2 afrika, Nederlandse antila. Negara2 enak semua, males, bahkan males memerintah diri sendiri.

    Apakah belanda menjajah indonesia dengan kekejaman? Jelas tidak! Tujuan Belanda adalah memperdaya, memang kalo perlu pake kekejaman untuk sekedar menggertak. Bukan mendidik. Kalo bisa sih orang Indonesia bodoh terus. Untuk apa cape2 menyiksa kalo tanpa disiksa kebo udah mau ngikut? Orang kaya butuh pembantu. Mayat2 cuman bikin kerjaan dan menjijikkan. Apalagi mayat2nya inlander.

    Catatan: males di sini bukan males bekerja. Justru kerjanya kenceng. Mikirnya itu.. Memang tidak semua, tapi tidak mampu mengalahkan sihir belanda.
    Last edited by ndableg; 25-09-2013 at 05:13 PM.

  18. #38
    pelanggan setia kandalf's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    6,050
    Kenapa kekejaman itu begitu penting untuk dibesar-besarkan?

    Kalau kata A'A AZRAX: "Anda bisa berbicara begitu karena anda dalam posisi yang mendapatkan keuntungan! tapi akan lain halnya, bila anda adalah bagian daripada korban!"
    Lomba peluk2an di Citos: 30 November 2013
    Lomba dorong2an di Candra Naya (dkt Glodok): 8 Desember 2013

  19. #39
    Chief Cook ndableg's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    5,910
    Ya benar. Tapi kan semua punya cerita kekejaman sebagai korban. Korban bom atom dan korban shino war ataupun rawagede itu sama2 korban. Sama2 perlu diperhatikan. Masalahnya banyak yg juga tidak berada diposisi itu mempergunakan para korban untuk tujuan politik.

    Ok.. mari kita hormati orang2 yang telah menjadi korban bagaimana pun caranya dia menjadi korban.

  20. #40
    pelanggan sejati ndugu's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    7,681
    Quote Originally Posted by ndableg View Post
    Dan pemerintah jepang sudah sering minta maap atas kejadian tsb, sedangkan belanda?
    ini bukannya sebaliknya ya?
    saya kirain justru belanda yang sudah pernah minta maaf bbrp kali dan juga mengkompensasi in some cases. kayanya tidak terlalu lama yang lalu, ada brita mengenai orang2 sulawesi (lupa mananya) yang dikasi kompensasi atas jaman perang itu. memang tidak ada nilai moneter yang bisa tergantikan, tapi at least ini berarti belanda mengakui kesalahannya dan berusaha memperbaiki. dan kuingat ada organisasi belanda juga yang menawarkan konsultasi ato servis untuk bbrp program pembangunan di indo (dengan gratis ya), lupa namanya. dulu ayahku pernah menjadi orang tengah yang menghubungkan orang2 indo (misalnya petani, peternak, supervisor pabrik, kontraktor, etc) dengan konsultan2 belanda dari organisasi ini soalnya.

    yang jepang setau saya juga memang sudah minta maap ke dunia atas jaman imperialisnya dulu. tapi masih wishy washy mengenai praktek s3xslave jaman perang. dan justru jaman sekarang dengan pemerintahan jepang yang baru, yang katanya lebih beraliran konservatif dan nasionalis, bukannya justru semakin men-deny ya

Page 2 of 3 FirstFirst 123 LastLast

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •