Kita gak punya konsep ekonomi kita mau dikemanakan.
Kita mengagung2kan konsep ekonomi Bung Hatta, padahal seperti kritikan de Kadt pada Sutan Sjahrir, konsep sosialis seperti yang dipahami oleh Sutan Sjahrir dan Bung Hatta bisa dibilang sudah cukup tertinggal sejak mereka meninggalkan bangku. Sebaliknya, tim Berkeley yang dipakai oleh Pak Harto malah meninggalkan jauh cita-cita Bung Karno, Bung Hatta, dan Sutan Sjahrir.
Terakhir, saya cukup muak membaca ulasan salah satu penulis ekonomi di koran Kompas yang kurang lebih bunyinya, "kebijakan penaikan suku bunga harus dilakukan untuk menarik minat masyarakat menabung". Ehem.. halooo.... Emang pernah ada di Indonesia kejadian orang menabung karena suku bunga tinggi?
Lepas dari segala kelemahannya, kita pernah punya tujuan teknologi yang cukup jelas, penerbangan. Di masa Bung Karno sendiri, beberapa industri strategis transportasi dinasionalisasi oleh pemerintah. Tapi dalam satu dasawarsa terakhir, kita gak punya tujuan teknologi. Yang ada malah curhat BUMN yang produknya tidak dipakai. Misalnya PT INKA, pasar utamanya, PT KAI malah menggunakan impor kereta Jepang.
http://finance.detik.com/read/2013/0...n-dahlan-iskan