Page 1 of 2 12 LastLast
Results 1 to 20 of 34

Thread: Does size matter?

Hybrid View

Previous Post Previous Post   Next Post Next Post
  1. #1
    Chief Cook ndableg's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    5,910

    Does size matter?

    Saya pernah berdebat dengan orang China ttg jumlah populasi. Menurut gw semakin banyak jumlah penduduk semakin kewalahan sebuah negara dengan ekonominya. Tapi menurut orang China, justru semakin banyak SDM semakin ekonomi negara, asalkan SDM yang banyak tersebut bisa dimanfaatkan. Akhirnya toh ini terbukti dengan kuatnya ekonomi China.

    Berarti kl mengikut logikanya, seharusnya ekonomi indonesia terkuat 4 di dunia setelah amerika. Tapi kenapa ekonomi/perkembangan teknologi/pendidikan/bisnis Indonesia tertinggal?

  2. #2
    pelanggan setia kandalf's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    6,050
    Tiongkok punya sejarah panjang terkait korupsi, birokrasi, etos kerja, pengabdian.
    Coba deh baca2 tentang Fa Jia.
    http://www.newworldencyclopedia.org/entry/Legalism


    Dan jangan lupakan juga, RRT pun punya masa-masa suram di masa Mao Zedong di mana budaya-budaya yang dianggap bertentangan dengan produktivitas dikekang. Tapi berkat kebijakan kerasnya Mao Zedong, ketika diperlunak di masa Deng Xiaoping, rakyat gak berani macam-macam. Sekalinya mau membangkang, Deng Xiaoping langsung kembali keras.

    Kebijakan keras Mao Zedong itu yang sebenarnya pengen ditiru oleh Pol Pot dan DN Aidit namun keduanya gagal karena tidak memiliki kharisma seperti Mao Zedong. Justru yang terjadi menambah musuh dari pihak tradisional (baca: NU dkk.)
    Lomba peluk2an di Citos: 30 November 2013
    Lomba dorong2an di Candra Naya (dkt Glodok): 8 Desember 2013

  3. #3
    Chief Cook ndableg's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    5,910
    Apa itu artinya kita musti jadi komunis dulu? Atau memang leadership, key of everything?

  4. #4
    pelanggan setia kandalf's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    6,050
    Tidak.. bukan komunis.
    Semua kebijakan Mao Zedong dan ketegasan Partai Komunis Cina, ada kisah serupa dan berulang kali terjadi sepanjang sejarah mereka. Setiap kali sebuah rezim membusuk dan masyarakat mulai membusuk, maka rezim baru akan merombak habis2an demi produktivitas dan tidak segan berbuat kejam.

    Jadi dua pihak, dari pihak rezim baru ada keinginan untuk maju. Dari pihak masyarakat, ada rasa percaya pada pemimpin baru mereka.
    Lomba peluk2an di Citos: 30 November 2013
    Lomba dorong2an di Candra Naya (dkt Glodok): 8 Desember 2013

  5. #5
    Chief Cook ndableg's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    5,910
    Kesimpulannya.. ikutin aje... entar juga berubah, karena dunia berputar?

  6. #6
    pelanggan setia spears's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    6,733
    Betul. Dunia berubah. Sejarah berulang.

    Ikutin aja.

    love came down and rescue me, i am yours, i am forever yours

  7. #7
    pelanggan setia kandalf's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    6,050
    Gak juga, Bleg. Bukan ikutin aje.

    Spoiler for terlalu panjang, gak usah dibaca:
    Di sejarah kita yang panjang, yang ada hanya intrik, intrik, dan intrik. Kita belum pernah mengalami masa panjang yang benar-benar stabil dan diwariskan pada pemerintahan selanjutnya.

    Singhasari misalnya, dari raja pertama hingga ketiga saja sudah penuh intrik. Majapahit juga setali tiga uang. Baru raja pertama sudah penuh pemberontakan. Raja kedua lebih parah lagi, sampai terusir.

    Demak juga begitu, yang diwariskan ke kita bukan bagaimana cara Raden Patah memerintah tetapi malah kisah perseteruan antara Sultan Trenggana dengan Arya Penangsang. Malah cerita ini jadi tampak seperti intrik antara para wali juga.

    Suta Wijaya sebagai pendiri Mataram pun juga punya kelakuan buruk dan tega menghadapi Ki Ageng Mangir.

    Kisah Amangkurat dan Amangkurat II juga memalukan dan bahkan penulis sejarah Indonesia dari luar negeri ikut mengutip kelakukan ayah dan anak berebut selir cantik.

    Kebanyakan sejarah kita cuma bercerita tentang 'melawan penjajah'. Tapi sangat jarang kisah para raja yang memerintah dengan bijak dan adil.
    Ada memang warisan2 dari nenek moyang tentang cara memerintah yang baik seperti Astabrata (Delapan sifat yang harus dimiliki raja) tetapi tanpa ada kisah raja yang menjalankannya, bagaimana masyarakat bisa mencontohnya?

    Masa Indonesia merdeka. Bung Karno? Gak lebih dari raja, dan juga penuh intrik. Kudeta terhadapnya bisa dibilang karma dari apa yang ia lakukan sebelumnya.
    Coba sebutkan kebijakan Bung Karno yang mana yang benar-benar sukses? Konsep Marhaen, Berdikari, dan sebangsanya itu cuma konsep tataran teori yang gagal dipraktekkan penuh di masa beliau. Mau kalian puja-puja bagaimana pun Bung Karno, kenyataannya rakyat kelaparan. Dan jangan salah, Bung Karno juga pernah membela koruptor "atas nama bangsa". Untung saja waktu itu masa demokrasi liberal di mana Bung Karno gak punya kekuasaan sehingga sang koruptor sukses dijatuhi hukuman.


    Eyang Suharto? Sami mawon.. Intrik, intrik, dan intrik. Untungnya, di masa awal, Eyang punya niat meraih kepercayaan rakyat dengan membuat produksi pangan dan sandang berlimpah. Namun kemudian, kita tahu apa yang terjadi. Korupsi.. Korupsi.. Korupsi...


    Kalau kita cuma pasif dan ikutin aja tanpa ada satu generasi yang berani menggebrak, kita akan tetap begini saja.

    Dari kita harus mau berubah. Dan yang di atas kita juga mau berubah. Jumlah teladan pada generasi di atas kita sedikit. Budaya bersih, jujur, tekun, belum terbangun di masyarakat kita. Jadi harus generasi kita yang membuat sejarah.. karena kita miskin sejarah.



    Spoiler for lagi-lagi kepanjangan.. gak usah dibaca... gak penting:
    Kita gak punya konsep ekonomi kita mau dikemanakan.
    Kita mengagung2kan konsep ekonomi Bung Hatta, padahal seperti kritikan de Kadt pada Sutan Sjahrir, konsep sosialis seperti yang dipahami oleh Sutan Sjahrir dan Bung Hatta bisa dibilang sudah cukup tertinggal sejak mereka meninggalkan bangku. Sebaliknya, tim Berkeley yang dipakai oleh Pak Harto malah meninggalkan jauh cita-cita Bung Karno, Bung Hatta, dan Sutan Sjahrir.

    Terakhir, saya cukup muak membaca ulasan salah satu penulis ekonomi di koran Kompas yang kurang lebih bunyinya, "kebijakan penaikan suku bunga harus dilakukan untuk menarik minat masyarakat menabung". Ehem.. halooo.... Emang pernah ada di Indonesia kejadian orang menabung karena suku bunga tinggi?


    Lepas dari segala kelemahannya, kita pernah punya tujuan teknologi yang cukup jelas, penerbangan. Di masa Bung Karno sendiri, beberapa industri strategis transportasi dinasionalisasi oleh pemerintah. Tapi dalam satu dasawarsa terakhir, kita gak punya tujuan teknologi. Yang ada malah curhat BUMN yang produknya tidak dipakai. Misalnya PT INKA, pasar utamanya, PT KAI malah menggunakan impor kereta Jepang.
    http://finance.detik.com/read/2013/0...n-dahlan-iskan



    Ah.. auk ah gelap.
    Bingung juga ngebahasnya.

    No, size doesn't matter.
    Lomba peluk2an di Citos: 30 November 2013
    Lomba dorong2an di Candra Naya (dkt Glodok): 8 Desember 2013

  8. #8
    Jika size doesn't matter, apa yang matter? Pemimpinnya ataukah rakyatnya?

  9. #9
    ★★★★★ itsreza's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    10,216
    Pendapat dari perspektif ekonomi: jumlah penduduk berdampak positif terhadap perekonomian jika diikuti
    oleh tingkat labor productivity yang tinggi. Kenapa ekonomi Indonesia masih tertinggal? karena input labor
    productivity di Indonesia masih rendah. Labor productivity dipengaruhi berbagai faktor hal e.g. tingkat
    investasi, teknologi, inovasi skill, lokasi, budaya-keyakinan, manajemen organisasi, SDM, fleksibilitas
    pasar tenaga kerja, kondisi politik dan hukum, tingkat industri & kompetisi, dll. Bila kualitas (dan kuantitas)
    faktor input produksi ini meningkat, tingkat produktivitas akan ikut meningkat, dan berkontribusi terhadap GDP.

  10. #10
    Chief Cook ndableg's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    5,910
    Wah.. ndalf.. tulisannya negatip semua. At least jamannya sukarno/suharto Indonesia terkenal lah.

    Mungkin kita memang kehilangan fokus.
    Ada ceramah menarik.

  11. #11
    Barista AsLan's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    9,288
    sudah dijawab oleh reja.

    manusia itu bisa berkontribusi positip, negatip atau nol... tergantung kualitasnya.

  12. #12
    pelanggan setia
    Join Date
    May 2011
    Posts
    4,958
    kuatnya ekonomi china baru2 ini aja lagi setelah kena perang opium, sementara penduduknya banyak udah dari jaman jebot. kurang relevan.

    banyak penduduk tapi kalo strukturnya piramida terbalik alias banyak yang aging juga nggak baik malahan membahayakan perekonomian.
    There is no comfort under the grow zone, and there is no grow under the comfort zone.

    Everyone wants happiness, no one wants pain.

    But you can't make a rainbow without a little rain.

  13. #13
    dokter RSJ - KM ancuur's Avatar
    Join Date
    May 2011
    Location
    RSJ - KM Jabatan:____ Dokter Jiwa
    Posts
    15,694
    yg salah itu kita dulu di jajah Belanda... coba di jajah Inggris

  14. #14
    juragan kopi noodles maniac's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    Noodle Cafe
    Posts
    15,933
    Quote Originally Posted by ancuur View Post
    yg salah itu kita dulu di jajah Belanda... coba di jajah Inggris
    Entah kenapa gw merasa setuju dengan pendapat om [MENTION=239]ancuur[/MENTION] , paradoks
    Jika menurutmu hidup ini tidak menarik, maka buatlah hidupmu semenarik mungkin - Shinsaku Takasugi

    Impossible is nothing!

  15. #15
    dokter RSJ - KM ancuur's Avatar
    Join Date
    May 2011
    Location
    RSJ - KM Jabatan:____ Dokter Jiwa
    Posts
    15,694
    Quote Originally Posted by noodles maniac View Post
    Entah kenapa gw merasa setuju dengan pendapat om [MENTION=239]ancuur[/MENTION] , paradoks
    tawuran, korupsi, tamak, adu domba semua yg bawa belanda.. coba inget2 sejarah jaman dahulu kala..

  16. #16
    Chief Cook ndableg's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    5,910
    kayak srilangka?

  17. #17
    juragan kopi noodles maniac's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    Noodle Cafe
    Posts
    15,933
    Quote Originally Posted by ndableg View Post
    kayak srilangka?
    Masih ada banyak negara-negara selain Srilangka yang begitu dunia sudah damai, penjajahan sudah berakhir, Inggris sang mantan penjajah memberikan kemerdekaan kepada negara-negara jajahannya trus seperti semacam ada politik balas budi kan? akhirnya malah negara-negara yang konon pernah dijajah Inggris itu jadi lebih maju ketimbang Indonesia *CMIIW
    Jika menurutmu hidup ini tidak menarik, maka buatlah hidupmu semenarik mungkin - Shinsaku Takasugi

    Impossible is nothing!

  18. #18
    pelanggan setia kandalf's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    6,050
    Quote Originally Posted by noodles maniac View Post
    Masih ada banyak negara-negara selain Srilangka yang begitu dunia sudah damai, penjajahan sudah berakhir, Inggris sang mantan penjajah memberikan kemerdekaan kepada negara-negara jajahannya trus seperti semacam ada politik balas budi kan? akhirnya malah negara-negara yang konon pernah dijajah Inggris itu jadi lebih maju ketimbang Indonesia *CMIIW
    Kayak Sierra Leone? Afrika Selatan pra-Nelson Mandela?
    Lomba peluk2an di Citos: 30 November 2013
    Lomba dorong2an di Candra Naya (dkt Glodok): 8 Desember 2013

  19. #19
    juragan kopi noodles maniac's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    Noodle Cafe
    Posts
    15,933
    Quote Originally Posted by kandalf View Post
    Kayak Sierra Leone? Afrika Selatan pra-Nelson Mandela?
    Ok jadi ada Srilangka dan Sierra Leone, Afsel gak perlu dihitung soalnya yang sekarang udah lebih maju dari Indonesia kan?
    Jika menurutmu hidup ini tidak menarik, maka buatlah hidupmu semenarik mungkin - Shinsaku Takasugi

    Impossible is nothing!

  20. #20
    pelanggan setia serendipity's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Location
    Jakarta
    Posts
    4,775
    sayang ya arsitektur Belanda dan waduk yg dibangun Belanda, kebanyakan orang indonesia belom ada yg bisa ngikutin

    kalo ditanya kenapa org Indo tertinggal, menurut gw karna org Indo kebiasaan dimanja di negaranya sendiri. Semuanya ada, makanan didapet dengan gampang.

    SDM di Indonesia, kalo mau dimanfaatkan... maka mereka harus bersedia meluangkan waktu buat belajar. Bukan hanya sebatas menerima aja.

    Kalau mau belajar dr orang China, mereka itu ulet. Meski dikatain plagiat, bisa bikin macem2 barang KW. Tapi toh akhirnya barang2 yg mereka buat itu usefull

Page 1 of 2 12 LastLast

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •