Kl posisinya itu mlibatkan aspek penampilan, mending pasang foto supaya ngga buang waktu rekruter dan pelamar.
Kl ga cocok ya udah ga diproses, jd rekruter ga buang waktu, pelamar ga cape datang.

Kl posisinya tidak mbutuhkan aspek penampilan, tak usah pasang foto supaya ada ksempatan ketemuan langsung dg rekruter.

---------

Soal CV,
Kudu dibuat easy-looking, compact tapi juga menjabarkan poin penting yang dicari rekruter.

Apa sih yg rekruter cari dari CV sso?

Pertama adalah apakah pelamar mmenuhi psyaratan administratif,
Kedua adalah apakah pelamar mmenuhi tuntutan jabatan.

---------

Coba kita mengurut secara terbalik bdsk apa yg dlakukan para rekruter.

Contoh kasus :
Jika seorang rekruter mencari Accounting Staff,
Bgmnkah urutan sortirnya?

1. Pasti latar blakang pdidikan (krn mreka akan cari yg background accounting)
2. Pengalaman yg relevan
3. Usia
4. Suku/Agama (utk prusahaan tertentu hal ini masih jadi ptimbangan)
5. Alamat (jarak dari prusahaan)
6. Foto

-------

Tips dr saya,
Buatlah CV sesingkat mungkin, jangan sampai berlembar-lembar krn pasti mbosankan rekruter.
Jika info yg Anda perlu sampaikan memang banyak, usahakan jangan gunakan tulisan terlalu besar atau spacing terlalu jauh.

Jika Anda mbuat rekruter mrasa nyaman mbaca CV Anda, maka Anda sudah mciptakan kesan baik.

-------

Di halaman pertama, buatlah identitas diri dg singkat dan unconventional.

Gaya yg spt ini :

Nama : xxx

Alamat : xxx

Telp : xxx

Tmpt/tgl lahir : xxx

Alamat email : xxx


Gaya di atas ini sudah kuno, mbuang-buang space.

Gunakan yg lebih eyes-friendly spt :

[COLOR="#0000FF"]Bayuri,
29 Februari 1988
Bekasi Raya VIII,
7777777 / 08188888888

Anda bisa menempatkannya sbg header shg masih banyak tempat tersisa utk menuliskan info penting lainnya.

---------- Post Merged at 06:32 PM ----------

Di awal CV setelah data pribadi, langsung cantumkan pengalaman kerja.
Info pengalaman kerja itu sangat dicari oleh rekruter. Jangan habiskan waktunya dengan informasi sekunder.
Informasi spt pengalaman organisasi, riwayat training adalah informasi sekunder jd hindari tampilkan di awal.

Saat menulis pengalaman kerja,
Jangan cuman :

2000-2002 - PT. Kapal Karam - Surveyor
2002-2005 - PT. Bangun Sejahtera - Admin


Format di atas tidaklah menjual.
BANYAK ORANG pernah jadi admin, BANYAK ORANG menjadi surveyor, BANYAK ORANG yang pengalaman marketing.
Lalu apakah KUALITAS dan KEUNGGULAN anda dibandingkan mereka?
Anda harus tampilkan di CV yg singkat itu.

Buatlah rekruter mmahami apa kompetensi Anda dari mbaca pngalaman kerja Anda.

Misal :

2000-2002 - PT Karam Kapal
Position : Administration
Job Desc (buat dalam poin-poin):
- Data input
(penjelasannya) Responsible for daily input of sales data (approximately data from 37 sales force)
- Sales-call scheduling
Handle scheduling for 37 sales force to ensure sales-call effectiveness

Achievements (buat dalam poin-poin) :
- Input data lead time in 1,5 hours
- Sales-call schedule on-time output


Itu saya ngarang-ngarang aja ya.
Jd di jaman skrg ini, seni mbuat CV adalah seberapa mampu seseorang menemukan aspek kualitas positifnya di dalam menangani pekerjaannya.

Jika ngga bisa menggali kualitas positif di pekerjaan skrg, jangan-jangan emang pelamar kurang berprestasi.

-----------

Stelah experience, jangan lupa background pdidikan (boleh juga Anda cantumkan gelar di nama Anda).

Kl bisa antara experience dan pdidikan dlm 1 page saja.

Kemudian pendidikan tidak perlu mencantumkan SMP atau SD apalagi TK.
Itu informasi buang huruf...

---------

Tips penting juga,
Jika Anda confident dg foto Anda, kirimkanlah foto.
Upayakan fotonya sudah di 'setrika' dan dicetak di media yg menarik.
Jika Anda tidak confident dg foto Anda, jangan cantumkan.

Kl Anda mlamar ke prusahaan non-advertising, non-modeling atau non-sales-marketing, maka kirimkanlah foto yg tampilannya lebih formal.
Kenakanlah jas dan dasi. Jasnya jangan kebesaran, dasinya yg rapi.
Jangan aneh-aneh gayanya - tmasuk gaya rambutnya jgn aneh-aneh (jgn tlalu mohawk atau emo).

----------

Jika Anda hendak mdptkan ksempatan intv, jangan cantumkan agama dan suku.
Tp jika Anda tidak cantumkan namun prusahaan mensyaratkan, maka Anda buang waktu saja utk interview.

Tips saya, kenali prusahaan tsb.
Jika itu prusahaan keluarga, maka cantumkanlah agama dan etnis jika Anda mlihat adanya ksamaan agama dan etnis Anda dg agama dan etnis mayoritas pimpinan prusahaan tsb.

-------

Jangan cantumkan alamat email yg aneh-aneh, misalnya :
ilovegirls atau worldiscruelforme

Yg profesional aja.

--------

Itu sdikit tips praktis...mgkn ga spenuhnya tepat...tentu tetap butuh analisis dari pembaca utk mnyusunnya sendiri.