Berhubung filmnya udah turun...

kutip dari bloknya Mayo
http://axiomayo.blogspot.com/2013/09...nfrontasi.html

Ini dialog paling akhir.
Yup.. serius.

Azrax: Mamang toh?

(booooooooring flashback)

Mamang: Loh, kok ga cium tangan Mamang kamu?

A: Mang, ini bukan usaha yang baik Mang!

M: Jrag, di negeri ini banyak orang susah, tidak punya masa depan, tidak punya harapan.. Mamangmu ini yang mencarikan mereka pekerjaan! Mamang juga yang mengirim mereka ke luar negeri, dan setelah mereka bekerja di luar negeri, mereka ‘kan mengirim sebagian pendapatan mereka ke Indonesia, itu depisa buat Negara.

A: Itu benar! Tapi proses itu kan ada aturan main yang harus dipatuhi! Seperti batasan umur! Tidak boleh kurang dari 18 tahun! Tapi kenapa mereka dimanipulasi… kenapa? Yang mestinya dikirim ke luar negeri sebagai TKI itu yang sudah mempunyai KECAKAPAN! Bukan ASAL!? Ini hanya jadi pembantu… dan yang lebih parahnya lagi kalau dia tidak bisa apa-apa! Dia akan dilecehkan, direndahkan, disiksa bahkan dijadikan PE-LA-CUR!

M: KAMU ITU SAMA SAJA DENGAN ORANG LSM (NGO atau LSM law firm nih Mang?) Pikiran kamu itu sudah dipengaruhi Barat! (beuh The Libertines) kamu kan tau tingkat ekonomi negara-negara barat itu sudah jauuuh diatas kita! Bagaimana bisa menyamakan standar hidup dengan mereka, untuk bekerja saja harus menunggu berumur 18 tahun. (meanwhile, pengawal ngangguk-ngangguk penuh pemahaman dan persetujuan) di negara-negara barat sana bisa mengisi waktu selagi bersekolah, nganggur saja mereka dibayar kok! Tapi di negara kita.. banyak orang susah! (di Amerika juga Mang) Banyak orang miskin! (di Amerika juga Mang).. jangankan cari duit untuk nyekolahkan anak, untuk makan saja susah kok! Hidup kan harus berjalan terus! (ob-la-di, ob-la-da, life goes ooon braa)
A: Kalau gitu anda memanfaatkan kelemahan dari sebuah kejadian yang buruk! Hanya untuk mendapatkan keuntungan! Dan saya melihat rekrutmen yang salah, menipu dengan jebakan….

(di poin ini dialog mereka saling tindih menindih secara kontrapuntal yang kalau dijadikan musikal bakal lebih epik proporsinya dibandingkan konfrontasi Javert dan Jean Valjean! I’ll try my best to transcribe the exchanges)

A: Memberi harapan-harapan palsu untuk…
M: Itu adalah pilihan masing-masing untuk mencapai tujuan, GATOT! Kamu lihat cuma dari satu sisi, coba lihat dari sisi yang lain, dan bilang sama Mamang.. (wait for it).. KEBIJAKAN YANG MANA YANG BERPIHAK PADA RAKYAT KECIL (for the uninitiated, yes this is still the same film, still the same scene, don’t ask why) coba lihat diluar sana, orang kecil, orang miskin, hak-hak mereka tidak dibela! Mereka malah dikorbankan hanya untuk pencitraan palsu!
A: ANDA BISA BERBICARA BEGITU KARENA ANDA DALAM POSISI YANG MENDAPATKAN KEUNTUNGAN! (SEDHAAAAP, in fact, this is quite philosophical) tapi akan lain halnya, bila anda adalah bagian daripada korban!
M: Kalian itu hanya bisa merecokin mereka yang berusaha, (ga denger) bangsa agar tetap bekerja, tanpa memberikan solusi (jangan Solusi, Sangkil aja ada komiknya dibelakang) kecuali orasi yang basi! ORASI KALIAN ITU TIDAK AKAN PERNAH BISA MENGGANTIKAN NASI yang mereka butuhkan…

(DOR! Polisi menyerbu kediaman Mamang. Persis game-game JRPG dimana kejadian baru terjadi setelah karakter utama menyelesaikan quest atau obrolan, demikianlah adegan ini bergulir. Anyway disini ada yang main Ni No Kuni?)