Page 2 of 2 FirstFirst 12
Results 21 to 40 of 40

Thread: si Dul, by Rhenald Kasali

  1. #21
    ★★★★★ itsreza's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    10,216
    wah kalau begitu caranya siap-siap aja noodle dan fere musnah

  2. #22
    pelanggan setia
    Join Date
    May 2011
    Posts
    4,958
    Quote Originally Posted by itsreza View Post
    jadi siapa yang salah terus kenapa dia salah?
    Kurang kereatif nih, one linernya kopi paste dari tret lain
    There is no comfort under the grow zone, and there is no grow under the comfort zone.

    Everyone wants happiness, no one wants pain.

    But you can't make a rainbow without a little rain.

  3. #23
    pelanggan setia serendipity's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Location
    Jakarta
    Posts
    4,775
    Agak bingung dengan kesimpulan dari tulisan Pak Rhenald, hanya sebatas menuntut supaya orang tua lebih perduli ama anak-anaknya tapi gak memberikan solusi.
    Kalau aja semua orang tua bisa kerja langsung dari rumah, (ini semua loh) terus pasti gak ada masalah donk
    Yang namanya orang tua harus nyari uang juga donk, gak mungkin dia di rumah mulu. Gimana nyari duitnya? gimana dia bisa bayar uang sekolah anak?
    Orang yg kekayaannya udah statusisasi kemakmuran aja pasti ada batasnya tuh duit. Gimana yang menengah?
    Please lah gak ada yang ideal di dunia ini
    IMO kalo mau nyuruh orang tua gak pake baby sitter, itu masih masuk akal. Nyuruh orang tua gak kasih tablet dan gadget, masih oke.

    gw punya temen guru SD yg bayaran sebulannya mahal banget uang sekolahnya. menurut dia gak gampang nyuruh anak untuk pegang pensil, pulpen, karna anak-anak udah dikasih tablet

    senaik-naiknya gaji baby sitter, tetep aja kaum jet z bisa bayar.. dan dgn gitu anak jadi diurus kan.. Gak mungkin ibu bapak kerja, anak gak diurus
    Kecuali hidup di jaman belom ada baby sitter dan pembantu
    Tapi gw pribadi setuju jika ada ibu-ibu RT yg kerjaannya masih bisa di handle, sebaiknya pake pembantu aja. Gak usah pake baby sitter

  4. #24
    juragan kopi noodles maniac's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    Noodle Cafe
    Posts
    15,927
    Quote Originally Posted by tuscany View Post
    Kurang kereatif nih, one linernya kopi paste dari tret lain
    Si reza emang gak kreatif, baru tau ya?

    ---------- Post Merged at 05:46 PM ----------
    [MENTION=125]serendipity[/MENTION] berani punya anak, berani bertanggung jawab dong ah. Gak cuma tanggung jawab untuk mempermakmurkan, meningkatkan stabilisasi keluarga yang ada dan malah jangan sampe mempersuram labil ekonomi yang terjadi. Anak-anak juga butuh peran ortu agar harmonisisasi hal-hal terkecil sampe terbesar tetep bisa terjadi, basically
    Jika menurutmu hidup ini tidak menarik, maka buatlah hidupmu semenarik mungkin - Shinsaku Takasugi

    Impossible is nothing!

  5. #25
    pelanggan setia serendipity's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Location
    Jakarta
    Posts
    4,775
    Quote Originally Posted by noodles maniac View Post
    [MENTION=125]serendipity[/MENTION] berani punya anak, berani bertanggung jawab dong ah. Gak cuma tanggung jawab untuk mempermakmurkan, meningkatkan stabilisasi keluarga yang ada dan malah jangan sampe mempersuram labil ekonomi yang terjadi. Anak-anak juga butuh peran ortu agar harmonisisasi hal-hal terkecil sampe terbesar tetep bisa terjadi, basically
    ember'an cyyn. masa mau enaknya doank pas bikinnya
    Yang ada jadi kontroversi hati, anaknya kan kasian pas udah gede gak bisa mengontrol emosi.
    Basically, anak itu harus punya pendirian. Dan pendirian yg diberikan berupa petuah dan nasihat. Bukan cuma statusisasi kemakmura aja.
    Pas masih kecil anaknya makmur, belom tentu pas udah besar ekonominya jadi labil.
    Meskipun her/his birthday from New York, belom tentu pas udah gede bisa sukses di New York

  6. #26
    Barista BundaNa's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    Na...Na...Na
    Posts
    12,679
    Sorry, masing2 ortu punya cara sendiri ngadepin anak2nya, dan itu ga bisa general kasih advisenya. Masalah konsumerisme pada anak itu adalah pola asuh sejak dini. Gw ga ngelarang anak2 punya gadget, tapi gw tekankan nabung kalo pengen dan kudu dibatesi sama ortunya. Naomi kemarin beli android2an juga karena nabung 3 bulanan, makenya juga harus minta ijin ama emaknya

  7. #27
    pelanggan setia Bi4rain's Avatar
    Join Date
    Jun 2012
    Location
    Neverland
    Posts
    2,539
    haish...ini kok pada pake bahasa vicky-nisme semua ya

    Quote Originally Posted by noodles maniac View Post
    kalo gak sanggup dibina gimana, bi? dibina...sakan yah
    kok pake kata ga sanggup sih? ga sanggup apanya dulu, ga sanggup karena masalah ekonomi, karena kesibukan, atau??

    klo ada kemauan, pasti ada jalan. taruh kata emang ga semua orang ekonominya sama, bisa memperkuat diri dengan seminar, atau sibuk, setidaknya dia bisa tanya2 atau rajin involve dengan anaknya, misal tanya2 guru gimana anaknya, atau ajak ngobrol anaknya sekali-kali....atau baca artikel/nonton talkshow berkaitan masalah anak.....asal mau repot
    A kid at heart

  8. #28
    Chief Barista cha_n's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    11,544
    Quote Originally Posted by serendipity View Post
    Agak bingung dengan kesimpulan dari tulisan Pak Rhenald, hanya sebatas menuntut supaya orang tua lebih perduli ama anak-anaknya tapi gak memberikan solusi.
    Kalau aja semua orang tua bisa kerja langsung dari rumah, (ini semua loh) terus pasti gak ada masalah donk
    Yang namanya orang tua harus nyari uang juga donk, gak mungkin dia di rumah mulu. Gimana nyari duitnya? gimana dia bisa bayar uang sekolah anak?
    Orang yg kekayaannya udah statusisasi kemakmuran aja pasti ada batasnya tuh duit. Gimana yang menengah?
    Please lah gak ada yang ideal di dunia ini
    IMO kalo mau nyuruh orang tua gak pake baby sitter, itu masih masuk akal. Nyuruh orang tua gak kasih tablet dan gadget, masih oke.

    gw punya temen guru SD yg bayaran sebulannya mahal banget uang sekolahnya. menurut dia gak gampang nyuruh anak untuk pegang pensil, pulpen, karna anak-anak udah dikasih tablet

    senaik-naiknya gaji baby sitter, tetep aja kaum jet z bisa bayar.. dan dgn gitu anak jadi diurus kan.. Gak mungkin ibu bapak kerja, anak gak diurus
    Kecuali hidup di jaman belom ada baby sitter dan pembantu
    Tapi gw pribadi setuju jika ada ibu-ibu RT yg kerjaannya masih bisa di handle, sebaiknya pake pembantu aja. Gak usah pake baby sitter
    ga usah bingung. coba pegangan dulu xixixi...

    kalau saya coba menyederhanakan, anak sejak dini harus diajari prioritas, dibiasakan disiplin, aware ama lingkungan tapi di sisi lain ga buta teknologi juga.
    beratkah? iya berat banget dan beda banget tantangannya dibanding masa dulu.

    pak rhenald menekankan ortu untuk sadar soal perbedaan itu, malah dia kasih solusinya. ga mungkin juga dia kasih solusi sampai detail ya. kan tiap orang beda2 kondisinya. tapi dia meneropong masalahnya secara umum.

    lalu gimana tuh caranya? kalau bundana salah satunya dengan mendidik anaknya dengan tanggung jawab, juga kerja keras. dapat sesuatu harus usaha dulu. dengan apa yang diutarakannya pun dia ga bisa sembarangan make. harus izin.

    kalau saya, di luar sekolah dan mengaji anak2 ada waktu wajib main ke luar rumah. dulu mah mana ada main diwajibkan. kalau sekarang, ada internet, tablet,tv, harus dipaksa main fisik.
    itu salah satunya ya.

    saya juga perlu menjelaskan bagaimana internet digunakan dengan positif. minimal belajar mengetik untuk bisa mendapatkan video tentang bus kesukaan mereka. dlsb.

    sebagai ortu saya sangat sadar masih perlu banyak belajar lagi dan lagi. saya yakin semua ortu punya perasaan itu.
    tapi sangat tidak etis kalau orang lain yang tidak tahu kondisi internal suatu rumah tangga generalisasi dan menghakimi orang lain
    ...bersama kesusahan ada kemudahan...

    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n

    My Little Journey to India

  9. #29
    juragan kopi noodles maniac's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    Noodle Cafe
    Posts
    15,927
    Quote Originally Posted by Bi4rain View Post
    haish...ini kok pada pake bahasa vicky-nisme semua ya


    kok pake kata ga sanggup sih? ga sanggup apanya dulu, ga sanggup karena masalah ekonomi, karena kesibukan, atau??

    klo ada kemauan, pasti ada jalan. taruh kata emang ga semua orang ekonominya sama, bisa memperkuat diri dengan seminar, atau sibuk, setidaknya dia bisa tanya2 atau rajin involve dengan anaknya, misal tanya2 guru gimana anaknya, atau ajak ngobrol anaknya sekali-kali....atau baca artikel/nonton talkshow berkaitan masalah anak.....asal mau repot
    Soal yang dibina..sakan itu its just a joke kok bi

    the point is... bang Rhenald ngasih tau betapa pentingnya peran dan tanggung jawab ortu sebagai gatekeeper utama pendidikan dan perkembangan anak harus senantiasa aware dan protective at the same time. Bener kata cha_n bahwa jaman sekarang tantangannya lebih sulit, mereka harus membekali anak-anak mereka dengan nilai-nilai, norma, moral, agama, etika, sopan santun, ilmu pengetahuan, teknologi, mengembangkan keahlian&bakat anak-anak mereka di saat yang bersamaan. Sementara sebagian ortu agar bisa mensupport misi jangka panjang kepada anak-anaknya itu mau gak mau menuntut keduanya harus bekerja. Dilema sih...

    Kalo gak sanggup yah...SHHANGGUPIN......



    Jika menurutmu hidup ini tidak menarik, maka buatlah hidupmu semenarik mungkin - Shinsaku Takasugi

    Impossible is nothing!

  10. #30
    Barista BundaNa's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    Na...Na...Na
    Posts
    12,679
    Pas baca2 di trit ini, jujur saya geli sendiri. Yg blum merasakan 24 jam
    sehari, 7 hari seminggu, 30 hari sebulan, 12 bulan setahun ngasuh anak
    komengnya selalu blame the parent seperti dulu waktu saya gadis, misuh2 dan menyalahkan si emak ketika di bis liat anak2 rewel dan emaknya ga bisa ngatasin. Begitu punya anak, saya menyadari, emang ga
    mudah ngasuh anak.

    Segala teori dan pengetahuan yg kita dapet dari baca2 atopun diskusi
    suka mentok ketika saya langsung berhadapan dgn yg namanya namanya naomi dan nadhira. Mereka bukan robot dan remote saya yg pegang. Mereka adalah pribadi yg memang harus diasuh dan dididik oleh saya dan hubby
    dgn cinta. Ibaratnya, ngasuh anak itu bukan eksakta, ilmu pasti. Tapi ilmu jiwa, ilmu hati. Masing2 beda nerapinnya.
    Last edited by BundaNa; 16-09-2013 at 06:59 AM.

  11. #31
    Chief Barista cha_n's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    11,544
    Yup begitulah bun. apalagi kalau anaknya berkebutuhan khusus. makin ekstra tuh penanganannya.
    maka itu seperti pak rhenald bilang, di satu sisi ada yang ga aware, di sisi lain ada yang over protektif. trus gimana supaya seimbang? tantangan masing2 ortu
    ...bersama kesusahan ada kemudahan...

    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n

    My Little Journey to India

  12. #32
    pelanggan setia serendipity's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Location
    Jakarta
    Posts
    4,775
    Quote Originally Posted by cha_n View Post
    sebagai ortu saya sangat sadar masih perlu banyak belajar lagi dan lagi. saya yakin semua ortu punya perasaan itu.
    tapi sangat tidak etis kalau orang lain yang tidak tahu kondisi internal suatu rumah tangga generalisasi dan menghakimi orang lain
    wah kok jadi mengeneralisasi gini ya pembahasannya?

    saya justru gak menghakimi loh. Makanya ta sarankan untuk meng-hire pembantu. Karna saya sadar gak semua orang bisa jadi superman, ngurusin semua sendirian
    Postingan saya kalo dibaca lebih baik lagi, justru ingin mengatakan bahwa gak bisa menghakimi rumah tangga orang lain.. kepada org2 disini.
    Which is orang2 yg keliatan menghakimi rumah tangga org belom punya anak, belom ngerasain susahnya ngurusin anak-anak kan.
    Saya justru pengen bilang, kalo misalnya Maia (mamanya Dul) yg punya 3 anak dan harus mempekerjakan pembantu dan baby sitter... adalah suatu yg normal.
    Saya sering ngeliat tante yg punya 3 anak, kerjaannya nyetir buat antar jemput anaknya doank. Sessekali kerja. Saya malah kasian ama dia, karna akhirnya fisiknya sering down,. Gak bisa merawat dirinya sendiri. Tapi ya meskipun dia bisa pake pembantu. Tapi tetep aja dia gak mau pake pembantu

    Sepertinya banyak yg salah paham nih baca postingan saya

  13. #33
    ★★★★★ itsreza's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    10,216
    Belum punya anak, tapi benar mengasuh anak itu tidak mudah. Jadi mereka yang
    belum merasakan sendiri mengasuh anak, baiknya tidak menghakimi para orang tua.
    Pamali

    Kenapa tidak diberikan pada pengasuh? IMHO, secara alami orang tua ingin melihat
    perkembangkan anaknya secara langsung. Sehingga banyak yang memilih mengasuh
    sendiri, tentunya selama mereka merasa mampu. Dengan demikian dapat menanam
    nilai yang mereka miliki pada anaknya. Karena beda tangan beda asuhan

  14. #34
    pelanggan setia spears's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    6,733
    mendidik anak emang butuh kesabaran. gw jadi pengen tau, gmana ya dulu bo-nyok mendidik gw en sodara2 gw sampe ga napsu sama yg namanya narkoba?or minimal rokok? ga suka bolos, miras, jalan mpe malem..or seks bebas?
    gw mpe nanya bo-nyok, tapi jawabannya aneh " wah, gmana ya? ga tau juga. emang kalian udah dari sononya nggak bandel kali.."






    gw nggak bilang klo gw adalah anak yg sempurna ya..
    nggak..sama skali nggak begitu. adalah, gw bandel2 dikit pas jadi anak
    tp alhmd bukan bandel yg bikin ortu malu or menderita


    jadi sampe skrg gw juga masih mencari formula, resep gmana biar anak gw nanti tumbuh menjadi pribadi mantap dan ga nyusahin ortunya

    Oh iya, di instagram gw ada follow emak2 yg kayaknya profesinya guru SD bersertifikat sarjana pendidikan anak (sepertinya)
    Baca2 ceritanya dia asyik juga, kadang jadi bahan pencerminan diri. Ada satu cerita yg menarik
    Spoiler for kiara:
    gini postingannya :



    Sebenarnya Kiara siswi yg pandai..hanya kebiasaan berinteraksi dengan benda2 itu mengganggu konsentrasinya. Mommy ajak bicara mommynya. Mommy tanya daily routine Kiara seperti apa. Ternyata mommy menemukan hubungan kebiasaan ini dengan pola didik maminya. Maminya full time employee...Kiara dari bayi diasuh oleh baby sitter...dan hobbynya adalah menonton TV dan DVD. nyaris menonton TV di setiap waktu luangnya. dan film kesukaannya adalah Handy Manny si ahli perkakas yg perkakasnya (obeng,tang) bisa bicara. mommy sarankan si mami menghubungi psikiater...karena jejalan tayangan handy manny dari usia bayi dan tanpa pendampingan saat menonton sangat mempengaruhi Kiara murid mommy yg cantik ini...daan kebisaan ini berkurang kalau mommy mengajaknya bermain...ngobrol.dl dsb...sepertinya kebiasaan ini pelarian karena Kiara kesepian anak tunggal mami papi kerja plus menonton tayangan TV tanpa pendampingan. Kids need Us dear parents! lets give more attention to our kids.#justshare for more happy kids in the world


    Duh, merasa tertohok bacanya.
    Soalnya, pengalaman pribadi.
    Klo disuruh jagain ponakan atau anak temen or anak orang, supaya simple biar ga rewel memang suka gw kasih nnton tv, or main gadget...(anak jaman skrg mainannya ud touchscreen ya..ga kayak kita dulu)
    Nggak nyangka deh, yg simple kayak gitu aja trnyata punya impact gede bgt buat psikologisnya mereka. duh kacian.
    Gw juga suka liat temen2 gw yg ngasuh anaknya, kalo rewel suka dikasih TV atau tablet.
    Padahal sih TV itu nggak menyelesaikan masalah, tapi cuman men-distract anak spy lupa sama “alasan utama” kerewelannya yah...
    Itulah... yg tua2 ini mnurut gw ikut bersalah krn yg pertama bikin anak2 mereka ke “distract”
    Padahal biasanya anak rewel krn minta perhatian aja. Diajak ngobrol juga selesai.
    Tapi kita yg suka nyari jalan pintas,
    Biar nggak capek.
    What a selfish human being.
    Last edited by spears; 16-09-2013 at 05:22 PM.

    love came down and rescue me, i am yours, i am forever yours

  15. #35
    pelanggan setia Bi4rain's Avatar
    Join Date
    Jun 2012
    Location
    Neverland
    Posts
    2,539
    @nudel: i know it's a joke bro, santaiii *pikunya


    gw belum punya anak, dan tidak mengeneralisasi keluarga manapun.

    dalam kasus yang menjadi topik utama posting #1 kan kontrol orang tua yang sudah tidak wajar, memberi kebebasan, dalam hal ini mobil en 'ijin' setir.
    Oleh itu gw bilang, orangtua perlu menggali lagi info parenting, entah itu dari sumber media, guru, maupun sesama ibu-ibu. Karena, ada sekolah buat anak, tapi ga ada sekolah khusus buat orang tua.
    bisa saja hal yang kita anggap di luar kewajaran, oleh karena kesibukan, pola hidup, atau kebiasaan masing-masing malah dianggap hal yang biasa atau ga masalah...yang ternyata ngejerumusin anak (kayak contohnya mbok, anak tetangga pada berkeliaran naik motor padahal kakinya aja belum mantap nahan motor via jejakin tanah)
    Jadi kontrol orangtua yang menurut gw peran yang besar. Bukan juga bermaksud nyalahin orang tua. Kesian juga dikit2 anak bermasalah, orangtua yang kena, padahal orangtua kan mengupayakan kehidupan anak ga cuma dari satu atau dua segi, mis: ekonomi, dll
    tapi selama mereka masih anak, masih dibawah pengawasan ortu, dan imho sih emang yang ditekankan dalam artikel ya peran orang dewasa (ortu/guru).

    gw sih menangkapnya bahwa sebagai orang yang menangani anak (baik orangtua/guru) ya memang harus terus belajar supaya bisa mengajari.

    ---------- Post Merged at 09:24 PM ----------


    @nudel: i know it's a joke bro, santaiii *pikunya


    gw belum punya anak, dan tidak mengeneralisasi keluarga manapun.

    dalam kasus yang menjadi topik utama posting #1 kan kontrol orang tua yang sudah tidak wajar, memberi kebebasan, dalam hal ini mobil en 'ijin' setir.
    Oleh itu gw bilang, orangtua perlu menggali lagi info parenting, entah itu dari sumber media, guru, maupun sesama ibu-ibu. Karena, ada sekolah buat anak, tapi ga ada sekolah khusus buat orang tua.
    bisa saja hal yang kita anggap di luar kewajaran, oleh karena kesibukan, pola hidup, atau kebiasaan masing-masing malah dianggap hal yang biasa atau ga masalah...yang ternyata ngejerumusin anak (kayak contohnya mbok, anak tetangga pada berkeliaran naik motor padahal kakinya aja belum mantap nahan motor via jejakin tanah)
    Jadi kontrol orangtua yang menurut gw peran yang besar. Bukan juga bermaksud nyalahin orang tua. Kesian juga dikit2 anak bermasalah, orangtua yang kena, padahal orangtua kan mengupayakan kehidupan anak ga cuma dari satu atau dua segi, mis: ekonomi, dll
    tapi selama mereka masih anak, masih dibawah pengawasan ortu, dan imho sih emang yang ditekankan dalam artikel ya peran orang dewasa (ortu/guru).

    gw sih menangkapnya bahwa sebagai orang yang menangani anak (baik orangtua/guru) ya memang harus terus belajar supaya bisa mengajari.

    ---------- Post Merged at 09:30 PM ----------

    Duh, merasa tertohok bacanya.
    Soalnya, pengalaman pribadi.
    Klo disuruh jagain ponakan atau anak temen or anak orang, supaya simple biar ga rewel memang suka gw kasih nnton tv, or main gadget...(anak jaman skrg mainannya ud touchscreen ya..ga kayak kita dulu)
    Nggak nyangka deh, yg simple kayak gitu aja trnyata punya impact gede bgt buat psikologisnya mereka. duh kacian.
    Gw juga suka liat temen2 gw yg ngasuh anaknya, kalo rewel suka dikasih TV atau tablet.
    Padahal sih TV itu nggak menyelesaikan masalah, tapi cuman men-distract anak spy lupa sama “alasan utama” kerewelannya yah...
    Itulah... yg tua2 ini mnurut gw ikut bersalah krn yg pertama bikin anak2 mereka ke “distract”
    Padahal biasanya anak rewel krn minta perhatian aja. Diajak ngobrol juga selesai.
    Tapi kita yg suka nyari jalan pintas,
    Biar nggak capek.
    What a selfish human being.
    iya, klo kata salah satu konsultan anak khusus bagi orangtua anak bu cynthia *er..saya lupa ini dari mana, padahal seminarnya baru bulan lau
    kebanyakan orangtua memang memilih memberi anak ipad supaya mereka bisa melakukan hal yang lain
    cara paling simpel dan efektif agar perhatian anak teralihkan sementara, tapi emang efeknya anak ga ter-connect dengan kondisi dunia nyata
    it robs them from empathy, time management, and mostly social skills

    memang bagusnya sih ikut terjun terlibat sama anak, tapi capeknya itu looh
    apalagi yang tipe 'ngerjain semua sendiri'
    A kid at heart

  16. #36
    juragan kopi noodles maniac's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    Noodle Cafe
    Posts
    15,927
    Artikelnya bagus, spears

    Kelatannya sepele banget yah... cuman gara-gara tuh anak dijejelin nonton Handy Manny dari kecil jadi kayak autis gitu.

    Btw real case di keluarga gw...

    Kakak #1 (kakak cewek) di Jakarta, dosen dengan jadwal kerja yang ketat tapi tiap pagi masih sempet nyiapin sarapan, dan ngasih perhatian ke-4 anaknya, masih bisa ngajak main, mendongeng bahkan bernyanyi. Hasilnya? sumpeh ponakan-ponakan gw aktif, kecerdasan sosialnya baik, kritis banget mpe gw kelabakan kalo mereka dah tanya macem-macem

    Kakak #2 (kakak cewek) di Semarang, guru SMK dengan jadwal kerja yang gak terlalu ketat, sebenernya punya banyak waktu dan perhatian buat ke dua anaknya, boro-boro mendongeng apalagi bernyanyi. Hasilnya? sumpeh ponakan-ponakan gw gak ngerti sopan santun, seringkali malu-maluin sikap dan kata-katanya, keliatan banget kalo lagi ngambek tuh butuh perhatian, ngambeknya ngamuk-ngamuk

    Emak gw, ibu RT. Punya 5 anak, 4 diantaranya budak-budak baong gelo pisan . Gw bisa bilang emak gw berhasil mendidik kesemua anaknya jauh dari free ***, narkoba, tawuran, bawa motor/mobil sembarangan, karena emak gw memberikan perhatian lebih yang bahkannn masih kami dapatkan hingga sekarang. Meski kami semua umurnya udah di atas 20-an jangan heran kalo emak gw cerewet dan bawel kalo kami main ke luar rumah mpe malem dan gak pulang-pulang. Nginep? haha siap-siap aja bikin laporan yang bagus buat emak gw kalo gak mo kena ocehan sepanjang hari
    Last edited by noodles maniac; 16-09-2013 at 11:22 PM.
    Jika menurutmu hidup ini tidak menarik, maka buatlah hidupmu semenarik mungkin - Shinsaku Takasugi

    Impossible is nothing!

  17. #37
    pelanggan setia
    Join Date
    May 2011
    Posts
    4,958
    Jadi ingat prinsip beberapa teman yang sudah punya anak. Anak mending nonton TV dari pada dibiarin main di luar, nggak ada yang jaga. Ibu bapak sibuk juga di rumah masak nyuci betulin genteng dsb. Dulu sih aku manggut2 aja, dalam hati mikir apa nggak bosan si anak nonton TV sepanjang hari.

    Pas jaga ponakan kadang aku bawa mereka keluar jalan di sekitar rumah supaya ada pemandangan lain. Mereka seneng banget. Waktu memang hal terbaik yang bisa diberikan pada orang-orang tercinta.
    There is no comfort under the grow zone, and there is no grow under the comfort zone.

    Everyone wants happiness, no one wants pain.

    But you can't make a rainbow without a little rain.

  18. #38
    pelanggan setia Alethia's Avatar
    Join Date
    Jan 2012
    Posts
    4,095
    Ketika anak dianggap hasil buah cinta dr perkawinan,
    Suatu keharusan sblm jd tua dan ga laku,
    Penerus keluarga,
    Dan embel embel kodrati lainnya.
    Maka anak akan tumbuh menjadi sebuah simbol sosial, sebuah produk reproduksi
    Padahal anak adalah jiwa suci, titisan ilahi, bukan titipan semata

    orangtua harusnya belajar dari anak
    Bercermin diri dari anak

    Sungkan dan hormat pada jiwa anak, bkn diperlakukan dgn dangkal
    Disumpal mainan agar urung nakal.
    Dicecoki mata pelajaran tanpa pengertian.
    Tidak diberi kesempatan melawan.

    ironisnya, ahmad dhani pernah blg
    semua perempuan bs melahirkan, tp tdk semua orang bisa jadi ibu.
    Ah, ternyata, demikian juga pada lelaki.

    ---------- Post Merged at 07:29 AM ----------

    Tidak semua yang ber p enis itu lelaki, karena dorce dipgl bunda
    Tidak semua omongan mario teguh itu memukau, krn toni blank jg exist di yutub.
    Last edited by Alethia; 19-09-2013 at 08:23 AM.
    Jangan kamu bilang dirimu kaya, bila tetanggamu memakan bangkai kucingnya.
    -Rendra

  19. #39
    pelanggan setia spears's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    6,733
    Nah itu gw setuju. Anak adalah jiwa independence.
    Ortu tdk berhak mengatur atau menjadikan anaknya sebagai perbaikan dirinya yg gagal.
    Dlm arti klo dia dlunya pengen begini..tp krn ga kesampean...maka anaknyalah yg harus menggapai cita2nya yg ga kesampean itu.
    Imho..bukan cuma anak yg bs durhaka kpd ortu.
    Tp ortu pun bs durhaka kpd anak.


    Tp ya jgn mentang2 anak adalah jiwa bebas, maka ortu ga bs ngapa2in.
    org tua jg tetap brkewajiban membimbing.
    Sampai dia cukup bijaksana utk bertanggung jwb pd kebebasannya
    Last edited by spears; 19-09-2013 at 11:14 PM.

    love came down and rescue me, i am yours, i am forever yours

  20. #40
    pelanggan setia Bi4rain's Avatar
    Join Date
    Jun 2012
    Location
    Neverland
    Posts
    2,539
    org tua jg tetap brkewajiban membimbing.
    Sampai dia cukup bijaksana utk bertanggung jwb pd kebebasannya
    this sums it all
    A kid at heart

Page 2 of 2 FirstFirst 12

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •