Quote Originally Posted by kandalf View Post
Kemudian Soekarno di pembuangan Bengkulu
Sebenarnya banyak cerita menarik di sini seperti bagaimana Soekarno menulis naskah drama tonil.
Ini tidak ada di film versi Hanung.
Tapi ada di versi Viva Westi 'Ketika Bung di Ende'.

Quote Originally Posted by kandalf View Post
Atau Soekarno berdebat tentang Islam melalui artikel-artikelnya.
Ini gak ada.
Tapi dijelaskan bagaimana pandangan Sukarno tentang Islam dan Marxisme.

Quote Originally Posted by kandalf View Post
Tapi kayaknya lebih fokus ke bagaimana Soekarno tertarik pada Fatmawati.
Yup

Quote Originally Posted by kandalf View Post
Ada kemungkinan juga di masa ini, akan ada tampilan Hatta dan Sjahrir pulang ke Hindia Belanda,
berselisih dengan pengikut-pengikut Bung Karno.

Ini cuma dugaan aja, karena kalau mau menampilkan dwitunggal, mau gak mau harus ditampilkan bahwa Bung Karno dan Bung Hatta itu sebenarnya berbeda dari sudut pandang politik.
Tidak ditampilkan. Tapi ditampilkan koran di mana Sjahrir dan Hatta mengritik keras. Dan Bung Karno di pembuangannya membahas tentang dua saingannya itu sambil menunjuk ke koran. Inggit yang menenangkannya.


Quote Originally Posted by kandalf View Post
Kemudian masa Jepang.
Bung Karno kembali ke Jakarta. Di sini kemungkinan Bung Karno akan bertengkar dengan Inggit (ada di trailer di mana bantal dilempar ke cermin).
Itu sebelum sampai di Jakarta. Jalannya cukup panjang sebelum memutuskan bercerai.

Quote Originally Posted by kandalf View Post
Tapi fokus cerita tampaknya akan menceritakan pertempuran batin Bung Karno ketika dia harus menjadi corong propaganda Jepang, termasuk pengumpulan kerja paksa romusha (PUTERA). Ada beberapa adegan di trailer yang menunjukkan hal ini:

1. adegan Bung Karno dan Bung Hatta menerima militer Jepang;
2. adegan Bung Karno bersulang dengan militer Jepang dan tampak Bung Karno agak gak suka dengan keadaan itu;
3. adegan Bung Karno di antara Romusha dan disyuting untuk propaganda dan Bung Karno tampak tidak nyaman;
Ini dapat banget.
Beneran sangat dapat adegannya.
Oh ya, yang mendampingi Bung Karno menerima militer Jepang di trailer ternyata bukang Bung Hata.

Quote Originally Posted by kandalf View Post
Dari segi wawancara,
tampaknya nanti antara Bung Karno dan Bung Hatta, juga bakal ada konflik dengan Sutan Sjahrir di masa Jepang.
Bromance! Bromance! Bromance!


Quote Originally Posted by kandalf View Post
Kemudian nanti akan ada adegan 16 Agustus.
Di trailer ada adegan Bung Karno yang gak percaya Jepang sudah kalah. Ini kemungkinan dialog antara Chaerul Saleh, Wikana, dan kawan-kawan saat berdebat dengan Bung Karno dan Bung Hatta.
ADA!!!!

Bahkan ada adegan "ini leher saya, silakan gorok!".
Tapi adegannya diperhalus oleh Hanung.

Quote Originally Posted by kandalf View Post
Ada foto antara Bung Karno, Hatta, Chaerul Saleh, Wikana dan lupa-siapa-lagi-yang-satu-itu versi film Soekarno ada di bawah ini.

Itu ternyata bukan Bung Karno melainkan Sutan Sjahrir marah-marah kepada para pemuda karena menculik Bung Karno.


Quote Originally Posted by mbok jamu View Post
Banyak sisi Soekarno yang lebih menarik, misalnya bromance Soekarno dan Hatta lalu bagaimana hubungan persahabatan itu kemudian retak. Atau kekagumannya pada tokoh-tokoh perjuangan lain and having them around him but in the end dia sendirian, mati dalam pengasingan. Itu lebih real and we can learn from that.
Percayalah.

Bromance-nya dapat banget!
Cinta segitiga antara Soekarno - Hatta - Sjahrir.