Ini tidak ada di film versi Hanung.
Tapi ada di versi Viva Westi 'Ketika Bung di Ende'.
Ini gak ada.
Tapi dijelaskan bagaimana pandangan Sukarno tentang Islam dan Marxisme.
Yup
Tidak ditampilkan. Tapi ditampilkan koran di mana Sjahrir dan Hatta mengritik keras. Dan Bung Karno di pembuangannya membahas tentang dua saingannya itu sambil menunjuk ke koran. Inggit yang menenangkannya.
Itu sebelum sampai di Jakarta. Jalannya cukup panjang sebelum memutuskan bercerai.
Ini dapat banget.
Beneran sangat dapat adegannya.
Oh ya, yang mendampingi Bung Karno menerima militer Jepang di trailer ternyata bukang Bung Hata.
Bromance! Bromance! Bromance!
ADA!!!!
Bahkan ada adegan "ini leher saya, silakan gorok!".
Tapi adegannya diperhalus oleh Hanung.
Itu ternyata bukan Bung Karno melainkan Sutan Sjahrir marah-marah kepada para pemuda karena menculik Bung Karno.
Percayalah.
Bromance-nya dapat banget!
Cinta segitiga antara Soekarno - Hatta - Sjahrir.
![kopimaya [dot] kom - Secangkir Kehangatan di Dunia Maya - Powered by vBulletin](images/misc/vbulletin4_logo.png)





Reply With Quote
