Freeganisme sempat dibahas pada Oprah
Show sebagai gaya hidup baru.
Deskripsinya gini sekelompok orang
menganggap bahwa kita sudah sangat dijejali
dengan budaya konsumerisme yang udah tingkat
gawat parah. Seringnya beli barang cuma buat
senang-senang bukan karena butuh. Atau beli
barang cuma karena lagi trend dan takut dibilang
kuno kalo nggak pake barang yang kayak gitu.
Atau cara belanja kita yang menginginkan barang
dengan kemasan yang perfect, ada cacat dikit aja
nggak mau dibeli, padahal kondisi fisiknya masih
bagus. Berangkat dari situ sekelompok orang ini
memilih hidup sederhana dengan cara jadi
pemulung barang-barang yang udah dibuang
orang, supermarket, restoran, dll. Mereka
bergerak dari satu tong sampah ke tong sampah
yang lain untuk mungut barang-barang yang
dibuang tersebut. Bentuknya bisa macam-
macam, dari makanan, perabotan, perlengkapan
rumah tangga, alat olahraga, dll.
Mereka yang milih hidup kayak gini bukan
nggak mampu untuk beli semua itu, mereka
berprofesi sebagai manager perusahaan, dokter,
insinyur, pegawai bank, yang kesemuanya itu
merupakan orang-orang strata ekonomi kelas
menengah di USA. Dengan alasan pengen
ngerasaain hidup sederhana dan menghemat
energi di bumi jadilah mereka memulung barang-
barang sampah tersebut.
Niatnya bagus banget ya, but don’t try
this at home. Pertama sulit cari tong sampah di
Indonesia yang punya barang-barang bagus,
kedua konsumerisme kita beda tipenya dengan
orang-orang USA, ketiga pemulung salah satu
pekerjaan di Negara kita, kalo orang-orang kaya
sudah merambah dunia ini kasihan donk sama
yang benar2 menggantungkan mata pencarian
dari dunia ini.
---------- Post Merged at 10:13 PM ----------
link blog penganut freegan. ada yang panen free food loh..
http://freegandiet.tumblr.com/
---------- Post Merged at 10:14 PM ----------
http://freejunkfood.blogspot.com/2010/10/waffles.html?m=1
![kopimaya [dot] kom - Secangkir Kehangatan di Dunia Maya - Powered by vBulletin](images/misc/vbulletin4_logo.png)

Reply With Quote
pernah liat orang2 yang ngubek tong sampah untuk nyari makanan juga (yang masi edible ya), bahkan ada gathering2 yang mengadakan party dengan mengolah makanan yang dipungut dari tongsampah ini.

orang amrik terlalu gampang 'membuang' sesuatu yang padahal masih layak pake. untuk hal makanan, menurutku supermarket2 ato resto2 memang 'terpaksa' membuang sesuatu yang tidak sempurna itu, ato yang dirasakan udah melewati batas tanggal kadaluarsa yang diset dengan konservatif. ini karena masalah regulasi makanan dan food service yang ada, dan juga menghindari potensi ditutut konsumer. sehingga banyak makanan yang sebenarnya masih layak dikonsumsi, tapi dibuang. misalnya aja, ada tempat yang menjanjikan serve sandwich ato makanan yang selalu fresh dibikin hari itu. ga bisa diserve hari selanjutnya. maka terpaksa dibuang saat end of day.


(yang waktu itu gw jg berantem sama orang PETA
mreka crita pokoknya regulasi makanan di swalayan itu strict banget, jadi misal sekotak telor isinya ada pecah 1, langsung dibuang semua sekotak tuh.



Popo Nest 
