Kampanye Hari Kedua:
Tentang Pennantii
Versi manusia:
Charles G. Pennant, II
REALTORĀ®, Associate Broker, SFR at Exit Realty Central Orlando
Versi hewan:
1.
Procolobus pennantii
Pennant's colobus or
Pennant's red colobus (
Procolobus pennantii) is a species of tree-dwelling
primate in the family
Cercopithecidae. It is
endemic to tropical Central Africa.
Conservation status: Critically Endangered.
2.
Correganus pennantii
The
gwyniad (
Coregonus pennantii) is a
freshwater whitefish native to
Bala Lake (
Llyn Tegid) in northern
Wales.
Conservation status: Critically Endangered
3.
Funambulus pennantii
The
northern palm squirrel (
Funambulus pennantii) also called the
five-striped palm squirrel is a species of
rodent in the
Sciuridae family.
Conservation status: Least Concern
Versi musik:
Versi komoditas:
Menurut Wikipedia Indonesia
Peniti adalah sebuah variasi dari
jarum yang dilengkapi dengan mekanisme
pegas sederhana dan cantelan. Cantelan ini berfungsi ganda, pertama untuk membentuk ikatan tertutup sehingga bisa bisa mengencangkan cocok pada bahan yg akan dikencangkan, kedua sebagai penutup ujung cocok yang runcing sehingga tidak membahayakan pengguna. Peniti sering digunakan untuk menggabungkan bahan kain.
Peniti kuno berasal dari
Mycenaeans sejak
abad ke-14 sebelum masehi (akhir zaman Mycenaean III). Dikenal dengan nama
fibulae (
fibula) dan digunakan untuk fungsi yang sama seperti peniti modern. Faktanya, fibulae pertama pada abad 14 dan 13 sebelum masehi berbentuk seperti peniti. Fibulae asli dijelaskan dalam buku karya Chr. Blinkenberg's 1926
Fibules grecques et orientales.
Peniti diciptakan kembali pada Juli
1849 oleh
Walter Hunt, seorang penemu asal Amerika.
Hak cipta peniti ini telah dijual seharga $400.
[1]

Peniti antik dengan ujung terbuka, sebelum ditemukan bentuk peniti yang aman.
Menurut
Dick Hebdige, sejak pertengahan 1970-an di
Britania Raya, sub-kebudayaan punk telah memasukkan peniti dalam gaya punk mereka untuk menunjukkan kaum muda kelas pekerja setelah perang. Gaya penampilan ini diambil dari
Richard Hell yang pernah dilihat oleh kaum punk di majalah punk dan tempat-tempat lain. Menurut beberapa dokumenter dan
Malcolm McLaren, yang menyatakan bahwa gaya ini didasarkan pada kesan yang ditangkap dari Richard Hell saat ia di New York mengelola
The New York Dolls.