Pihak Jasa Raharja akan memberi santunan bagi keluarga korban kecelakaan beruntun di tol Jagorawi yang melibatkan anak bungsu Ahmad Dhani, Ahmad Abdul Qodir Jaelani alias Dul (13).
Peristiwa ini terjadi karena mobil Mitsubishi Lancer B 80 SAL milik Dul pada Minggu (8/9) dini hari lepas kendali, menabrak pembatas jalan, pindah jalur dan menabrak mobil Grand Max B 1349 TFN dan Avanza B 1882 UZJ dari arah berlawanan.
"Kami akan beri santunan ke semua korban dari peristiwa itu," kata Kepala Perwakilan Jasaraharja Jakarta Timur, Sutarto di RS Polri, Minggu (8/9).
Sutarto menjelaskan, pihaknya sudah menghimpun data-data korban kecelakaan Lancer maut itu. Baik korban tewas maupun korban luka berat dan luka ringan. Sesuai undang-undang, kata dia, Jasa Raharja akan memberi santunan. Dari peristiwa ini 6 orang tewas dan 9 orang mengalami luka termasuk Dul dan rekannya Noval Samudera.
"Korban tewas akan diberi santunan Rp 25 juta, yang luka-luka untuk biaya perawatannya kami kasih santunan Rp 10 juta," tandas Sutarto.
Sumber : Jawa Pos
---------- Post Merged at 08:56 PM ----------
Sejumlah keluarga korban tewas dari mobil Lancer maut milik Abdul Qodir Jaelani alias Dul, 13 menolak untuk otopsi jenazah di Rumah Sakit Polri, Jakarta Timur, Minggu (8/9). Salah satu yang menolak adalah keluarga dari Rizki Aditya Santoso (20). Rizki adalah satu dari enam korban tewas dalam kecelakaan maut yang melibatkan anak bungsu musisi Ahmad Dhani itu.
"Enggak usah otopsi, namanya juga ini kan kecelakaan," ujar paman Rizki, Nana Supriatna di RS Polri, Minggu sore.
Sebelum menjadi korban peristiwa tragis itu, Rizki sempat pulang ke kampung halamannya di Garut pada *Jumat (6/9). Ia pulang untuk mengurus Surat Keterangan Catatan Kepolisian di Polsek Bayongong, Polres Garut.
"Saya mendengar kabar duka ini subuh dari temen korban bernama Hafid yang pernah bekerja di perusahaan ekspedisi itu. Namun, dia sudah keluar. Terus saya hubungi keluarga dia, tapi mereka tidak sanggup datang ke Jakarta karena masih shock, jadinya saya yang ngurus jenazah di Jakarta," kata Nana.
Nana menjelaskan bahwa Rizki baru bekerja selama enam bulan di perusahaan ekspedisi mobil yang bekerjasama dengan Astra Honda itu. Rencananya, dia akan keluar dari tempat itu, untuk mencari pekerjaan yang baru sehingga korban mengurus SKCK di Kampung.
"Pihak keluarga enggak kuat dengar kabar ini, ibu korban juga sempat jatuh pingsan," kata Nana.
Rizki termasuk korban meninggal, karena ia duduk di samping supir Grand Max yang sudah hancur berat akibat dihantam mobil Dul. Nana menambahkan bahwa Rizky sempat dibawa Rumah Sakit Melia Cibubur. Namun, nyawanya tidak bisa terselamatkan sehingga dibawa ke RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Minggu (8/9) pagi.
"Untuk masalah hukum kami belum kepikiran sampai sejauh itu," tuntas Nana.
![kopimaya [dot] kom - Secangkir Kehangatan di Dunia Maya - Powered by vBulletin](images/misc/vbulletin4_logo.png)



Reply With Quote