Jakarta - Kecelakaan maut di Tol Jagorawi terjadi akibat Mitsubishi Lancer yang dikemudikan anak Ahmad Dhani menghantam Gran Max yang berisi 12 orang. Keluarga korban berharap pihak Ahmad Dhani betul-betul bertanggung jawab atas kejadian ini.
"Saya beryukur ada iktikad baik dari pihak Ahmad Dhani," ujar istri korban Zulheri, Sri Rahayu, di RS Meilia, Jl Alternatif Cibubur KM 1, Depok, Minggu (8/9/2013).
Sri mengatakan, baru menerima kabar kejadian nahas yang dialami suaminya sekitar pukul 06.00 WIB pagi dari rekan kerja suaminya. Sri mengaku kaget mendengar kabar itu. Sementara 2 anaknya, Fatur (kelas 1 SMK) dan Dinda (kelas 5 SD) juga sempat berteriak histeris mendengar kabar kecelakaan itu. Tanpa pikir panjang, Sri langsung meluncur ke RS Meilia untuk memastikan kabar tersebut.
Sri juga mengatakan mendapatkan kabar dari pihak rumah sakit jika perwakilan manajemen Ahmad Dhani sudah menandatangani komitmen untuk menanggung biaya perawatan korban.
"Dari manajemen katanya sudah tanda tangan, jadi segala sesuatu ditangani ditanggung pihak Ahmad Dhani. Saya sendiri juga belum ketemu. Saya sih berharapnya begitu, karena kan dia juga dapat musibah," tuturnya.
Senada dengan anaknya, Beti (57), berharap pihak Ahmad Dhani dapat menanggung seluruh biaya perawatan menantunya hingga pulih dan dapat mencari nafkah kembali. Beti beralasan, selama ini Zul menjadi tulang punggung keluarga. Suami Beti hanya pensiunan guru swasta.
Beti memiliki dua anak perempuan. Sri Rahayu merupakan anak pertama. Adik Sri seorang janda beranak dua, setelah ditinggal mati suaminya. Mereka menempati rumah sederhana di Tanah Merah, Tanjung Priok, Jakarta Utara.
"Semua itu tulang punggung ya Zul. Dari keluarga Ahmad Dhani, selanjutnya mau gimana, sedangkan kami di rumah kan nunggu dari Zul aja. Dia tulang puggung," tutur Beti.
"Maunya Zul segera sembuh. Supaya diperhatiin dari Ahmad Dhani sampai tuntas sembuh selama dia belum bisa cari nafkah lagi," harapnya.