Persis seperti yang kubilang di sebuah milis film.
Memangnya hollywood = film bermutu?
Kalau kangen film hollywood bilang aja tuntut film hollywood diimpor kembali. Gak usah pakai istilah 'bermutu' segala
Kutipan dari http://filmindonesia.or.id/post/apa-kabar-film-impor
http://www.blitzmegaplex.com/en/news...05101708506755Hingga saat ini ketiga importir film yang dianggap menunggak denda pajak masih menjalani proses di Pengadilan Pajak. Ketiga perusahaan yang seatap dengan perusahaan jaringan bioskop 21 ini telah membayar pokok tagihan pajak mereka, akan tetapi masih ingin menegosiasikan jumlah dendanya. Mantan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Thomas Sugijata dikutip Kontan menyatakan pada 25 April lalu bahwa ketiga importir ini belum dibolehkan melakukan kegiatan impor sebelum kasusnya selesai.
Selama ini tiga perusahaan importir film menguasai mayoritas jumlah film. Data tahun 2010 menunjukkan bahwa Camila Internusa Film, Satrya Perkasa Esthetika Film, dan Amero Mitra Film memasukkan 119 dari 180 film impor yang lolos sensor (lihat ”Saatnya Membenahi Urusan Film Impor Secara Menyeluruh”). Penghentian kegiatan impor ketiga perusahaan yang dominan ini sangat mengacaukan pasokan film di bioskop saat ini.
Sementara ini pemasok film impor ke bioskop yang tetap berjalan adalah PT Parkit Film, PT Teguh Bakti Mandiri, PT Jive Entertainment. Sampai tanggal 6 Mei lalu baru ada 85 film impor dari Amerika non-studio besar, India, Hongkong dan Thailand yang lolos sensor untuk penayangan di bioskop. Pemilik bioskop Blitz Ananda Siregar menyatakan, ”Kami berharap para importir film asing segera menyelesaikan kewajiban pajak kepada negara agar situasi tidak berlarut-larut.” Meskipun begitu ia optimis akan ada penonton yang berminat pada karya-karya Asia, ”Film-film dari Hong Kong, Thailand dan India sedang bagus-bagusnya,” kata Ananda.
Jadi, akan Anda masih memutar film-film Hollywood?
Sebagai sebuah gedung bioskop, kita hanya bisa memutar film yang telah diimpor secara sah oleh para distributor. Selama distributor yang menangani film-film Hollywood belum mencapai kesepakatan dengan pemerintah, maka tidak ada bioskop (termasuk blitz) yang dapat memutar film tersebut.
Tidak dapatkah Anda menemukan distributor lain untuk mengimpor film-film ke Indonesia?
Tidak. Para distributor saat ini telah ditunjuk oleh studio Hollywood. Tidak ada distributor lain di Indonesia yang dapat mengimpor film ini sendiri.
Kenapa saya masih melihat beberapa film asing dan / atau film-film Hollywood dalam jadwal Anda?
Masalah saat ini hanya mempengaruhi 3 distributor yang disebutkan di atas. perusahaan distribusi lainnya beroperasi normal. Jadi film yang telah diimpor di sini oleh perusahaan lain tersebut didistribusikan secara normal.
Bukankah SANCTUM film Hollywood? Bagaimana Anda dapat memutarnya tetapi tidak memutar THOR?
Tidak semua film Hollywood berasal dari perusahaan "Big Six". Dalam kasus Sanctum, misalnya, adalah sebuah produksi independen. Film ini dibeli oleh Universal untuk distribusi di Amerika saja, lalu "dijual" untuk distribusi Indonesia. Sanctum kemudian dibeli oleh film Jive untuk distribusi Indonesia.
Bisakah Jive Film mengambil alih dan mengimpor film Hollywood besar?
Tidak, THOR milik studio besar, dan karena itu secara otomatis diedarkan ke Indonesia melalui distributor yang ditunjuk. Hal ini tidak bisa diambil alih oleh distributor lain.
Lagipula,
ayo lah..
tiga distributor itu mempermainkan pajak.
Mendukung permainan pajak tiga distributor itu gak ada bedanya dengan mendukung koruptor, sama-sama merugikan.
Gak usah memaki-maki menteri atau memaki orang-orang perfilman yang curhat soal beratnya pajak film untuk Indonesia.
![kopimaya [dot] kom - Secangkir Kehangatan di Dunia Maya - Powered by vBulletin](images/misc/vbulletin4_logo.png)





Reply With Quote
