Kalo yg nonton kontes bikini itu pure seniman yg berketuhanan mereka akan berdecak kagum karena keindahan ciptaan Tuhan.
Nah kalo yg nonton..... Ah, gak jadi deh.
Kalo yg nonton kontes bikini itu pure seniman yg berketuhanan mereka akan berdecak kagum karena keindahan ciptaan Tuhan.
Nah kalo yg nonton..... Ah, gak jadi deh.
Memang bukan sekedar bikini, itu hanya representasi saja. Tapi cemburu sebagai penyebab aksi anti-miss-world adalah alasan yg terlalu mengada-ada. Ini mungkin karena perspektif ente yg melihat "jilbab" (baca:konservatifisme) lebih rendah dibandingkan dgn "bikini" (baca:modernisme). Ane setuju bahwa jilbab dan bikini adalah dua nilai yg berbeda, tetapi apakah itu adalah sebuah kesenjangan, seperti bumi dan langit? Ane kira tidak.
Tambahan lagi, larangan agama adalah larangan semu. Karena itu ane bilang tidak ada halangan sedikit pun bagi mereka yg berjilbab utk berbikini. Sangat berbeda dengan orang Papua yg tidak bisa mengakses lahan Freeport. Itu larangan nyata. Larangan nyata seperti itulah yg menimbulkan kecemburuan.
Ini sama saja dengan aksi ular mematuk. Ular mematuk bukan karena merasa kuat utk menyerang tetapi merasa lemah utk melarikan diri. Demikian juga dgn aksi atau sikap anti terhadap sesuatu, bukan melulu berarti cemburu dgn sesuatu tsb, tetapi bisa juga karena jijik dgn sesuatu tsb.
![]()