Page 23 of 23 FirstFirst ... 13212223
Results 441 to 445 of 445

Thread: Cinta Putih.

  1. #441
    pelanggan nagita's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    Awang-awang.
    Posts
    425
    Ia telah menunjukkan kepadaku, berkali-kali
    siapa engkau sebenarnya.
    Masihkah kau menginginkannya?
    Aku, hanyalah budak kata-kata.

  2. #442
    pelanggan nagita's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    Awang-awang.
    Posts
    425
    Ada masa dimana hati terasa berderap,
    kala menemukan sepasang matamu,
    yang meleburkan duniaku.
    Aku tidak pernah memikirkan dunia yang lain,
    sebab duniaku, hanya kamu.

    Sosokmu membangkitkan seluruh daya,
    melambungkan raga hingga ketepi langit,
    yang tak terbatas,
    kala napas, terasa bukanlah milikku lagi.
    Sebab engkau memiliki bagian yang lain, hanya kamu saja.

    Ratusan hari terbentang, ribuan hari terlewati
    Aku tidak pernah berhenti menunggu,
    hingga namamu memudar dari ingatan.
    Kenanganmu menyisakan perih didalam hati,
    memudarkan ingatanku bahwa pernah ada, hanya kamu. Didalam hati.

    Kini aku berdiri, mengamati setiap keping hati
    yang mengabu diterbangkan angin.
    Aku bertanya pada diriku sendiri,
    pernahkah kuletakkan hatiku pada sepasang matamu,
    yang melesat bagai anak panah, menjatuhkan dan mematahkan,
    kala aku tak mampu menghindar. Tak ingin menghindarimu.

    Lalu engkau pergi, bagai angin yang menjerembabkanku,
    dan terkunci bersama air mata.
    Haruskah engkau ada, kala aku mampu berdiri?
    Mengapa kembali kau patahkan hati, kala aku mampu berlari?
    Aku tidak pernah berhenti bertanya, walau aku tak membutuhkan jawab.
    Sebab aku tahu,
    satu-satunya kepastian adalah kesia-siaan.
    Akan kupungut setiap abu yang mengudara,
    mengumpulkannya setitik demi setitik,
    hingga aku mampu untuk kembali tersenyum,
    dan memudarkan ingatanku sekali lagi, tentang kamu.

    - - - Updated - - -

    Kala kuletakkan hatiku, pada sepasang matamu,
    detik itu pula jantungku berdegup untukmu.

    - - - Updated - - -

    Satu-satunya kepastian,
    adalah kesia-siaan.
    Mengapa engkau masih begitu bebal dan tidak mau belajar?

    Aku akan mengambil cahaya.
    Sebab kudengar dentingan hatimu yang perlahan retak.
    Berikan cahaya itu atau akan kurampas darimu.
    Dia tidak boleh menguasaimu lagi.
    Lupakan,
    luka itu.
    Last edited by nagita; 10-09-2020 at 03:40 PM.
    Aku, hanyalah budak kata-kata.

  3. #443
    pelanggan nagita's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    Awang-awang.
    Posts
    425
    My self,
    Engkau begitu lemah dan penuh rasa maaf.
    Tidak dapatkah engkau belajar untuk menjadi sekeras batu,
    tidak perlu seperti diriku,
    tapi cukuplah mendekati diriku?

    Kamu... begitu hopeless.
    Last edited by nagita; 10-09-2020 at 04:21 PM.
    Aku, hanyalah budak kata-kata.

  4. #444
    pelanggan nagita's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    Awang-awang.
    Posts
    425
    Pada suatu hari, waktu melunakkan hatinya untuk menyapa seorang gadis kecil yang selalu duduk terdiam sambil melihat matahari terbenam, dipuncak gunung Alpen. Tidak peduli hujan, badai ataupun remuk tubuhnya, dia selalu kembali dan pergi pada jam yang sama.

    "Mengapa engkau selalu duduk disini? Aku telah melihatmu selama 365 hari dan engkau selalu mengagumi matahari yang sama dan meneteskan air mata yang sama. Bolehkah aku tahu, apa yang mengganggumu?"

    "Kekasihku berjanji bahwa kami akan kembali bertemu ditempat ini, dalam waktu 365 hari. Dan aku kuatir dia akan kembali lebih cepat, sehingga aku memutuskan untuk kembali kesini setiap hari," jawabnya.

    Waktu terdiam sesaat. Dengan sekali kepakan sayapnya, dia telah kembali ke masa lalu. Ia menemukan gadis itu dan kekasihnya berjanji untuk kembali kesini. Tapi waktu pun penasaran untuk melihat apa yang akan terjadi dimasa depan, maka dia segera pergi ke masa depan untuk melihat kisah cinta keduanya.

    "Satu-satunya kepastian, adalah kesia-siaan." kata waktu. "Pulanglah."

    Gadis itu tersenyum. "Engkau tahu, setiap hari tidaklah sama. Setiap air mata yang kujatuhkan dari mataku, tidaklah sama. Setiap senja, tidak pernah sama. Kita tidak pernah menapak jalan yang sama. Aku tahu, dia tidak akan kembali."

    Waktu semakin penasaran. "Lalu mengapa engkau membuang-buang waktumu?"

    "Sebab janji, membuatku telah membuang-buang waktunya. Seharusnya kukatakan padanya untuk pergi saja dan tidak perlu kembali. Aku akan baik-baik saja. Dengan demikian, dia akan terbang tanpa beban dan mungkin... memulai hidup yang lebih baik. Walau tanpa aku."

    Waktu terdiam begitu lama, mencoba mencerna perasaannya. "Tapi kalian telah berjanji untuk kembali. Aku tidak mengerti..."

    "Selama tiga ratus enam puluh lima hari, adalah waktu yang harus kurayakan untuk mengendalikan perasaanku, agar dia dapat melepaskan. Jadi aku selalu kembali, agar aku dapat merayu hatiku untuk melepaskan. Semakin hari, air mata kesedihan, berubah menjadi kekuatan. Dan aku rasa hatiku siap, untuk melepaskan." Gadis itu menatap sang waktu, "Ini adalah hari terakhir aku kembali. Aku tidak akan kembali lagi. Aku akan merayakan kebebasanku hari ini. Ini adalah air mata terakhirku, untuknya."

    Gadis itu berdiri kala malam mulai membentangkan sayapnya. Biru langit menajamkan gemerlap cahaya bintang, dan seketika langit dipenuhi bintang-bintang yang menakjubkan. "Kerinduan mengental dipelupuk matamu, kata-katamu tidak sanggup menutupinya. Baiklah, aku akan menghentikan waktu untukmu. Apa yang kau inginkan? Rindukah kau padanya?"

    Waktu membawanya pada saat gadis dan laki-laki itu berjanji untuk kembali. "Inikah yang engkau inginkan? Engkau dapat mengatakan kepadanya bahwa engkau akan menunggunya dan dia harus kembali!!" Gadis itu menggeleng.

    Waktu melesat membawanya pada masa depan. "Lihatlah, dia tidak akan ada untukmu. Air matamu, adalah kesia-siaan." Gadis itu melihat laki-laki yang dikasihinya sudah berbahagia, namun dia melihat janji masih mengikuti mereka dan janji telah merantai napasnya, membebani bahunya dengan sedemikian berat. Gadis itu kembali menggeleng.

    Waktu kembali melesat mundur.. mereka kembali pada saat mereka bertemu untuk pertama kalinya. Keduanya akan berpapasan. Kala sepasang matahari kembar menghujam hatinya, menjatuhkannya dan membuatnya buta. "INIKAH YANG ENGKAU INGINKAN?!" seru waktu gusar.

    "Berhentilah disitu!" pintanya. Waktu menghentikan dirinya. Tepat pada saat laki-laki itu lewat, gadis itu memalingkan wajahnya. Mereka berpapasan namun tidak saling menatap. Matahari kembar itu, tidak sempat membutakan matanya. Namun kemilau cahayanya...

    Mereka kembali pada masa sekarang, dipuncak gunung Alpen dimana kegelapan perlahan menggurita. "Mengapa kau simpan perasaan itu? Engkau dapat membuat segalanya lebih mudah. Mengapa kau buang tatapmu padanya? Engkau bisa mengatakan kepadanya bahwa engkau akan pergi bersamanya!"

    Gadis itu membekap hatinya. "Terima kasih. Kini dia dapat pergi tanpaku. Cukuplah aku yang menyimpan perasaan ini, dia akan pergi dan terbang tanpa beban." Gadis itu melihat sang waktu, "Dia tidak akan sanggup memikul cinta dan kerinduan. Dia akan menemukan seseorang yang lain." Gadis itu menatap kemilau bintang yang membuat hatinya lebih ringan karena kekhawatiran tak lagi membebaninya.

    "Janji tak lagi mengurung langkahnya. Biarlah demikian, sebab aku sanggup memikul kerinduan ini, sendirian. Engkau akan menjadi temanku, yang mengikis segala rasa hingga tak lagi bersisa."

    Waktu tersenyum. Sekarang dia mengerti.
    Aku, hanyalah budak kata-kata.

  5. #445
    pelanggan nagita's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    Awang-awang.
    Posts
    425
    Akan kupudarkan jarak,
    agar dapat kau tangkap harumku.
    Namun mengapa ketika aku akan berlari kepadamu,
    engkau malah menjauh?
    Seperti inikah caramu mencintaiku,
    seperti rembulan yang puas hanya dengan menyinari,
    mengagumimu dari kejauhan,
    tanpa mampu merengkuhnya?

    Bukankah pernah kau katakan padaku,
    biarkan aku saja, yang mencintaimu.
    Aku, hanyalah budak kata-kata.

Page 23 of 23 FirstFirst ... 13212223

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •