Page 23 of 23 FirstFirst ... 13212223
Results 441 to 455 of 455

Thread: Cinta Putih.

  1. #441
    pelanggan nagita's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    Awang-awang.
    Posts
    435
    Ia telah menunjukkan kepadaku, berkali-kali
    siapa engkau sebenarnya.
    Masihkah kau menginginkannya?
    Aku, hanyalah budak kata-kata.

  2. #442
    pelanggan nagita's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    Awang-awang.
    Posts
    435
    Ada masa dimana hati terasa berderap,
    kala menemukan sepasang matamu,
    yang meleburkan duniaku.
    Aku tidak pernah memikirkan dunia yang lain,
    sebab duniaku, hanya kamu.

    Sosokmu membangkitkan seluruh daya,
    melambungkan raga hingga ketepi langit,
    yang tak terbatas,
    kala napas, terasa bukanlah milikku lagi.
    Sebab engkau memiliki bagian yang lain, hanya kamu saja.

    Ratusan hari terbentang, ribuan hari terlewati
    Aku tidak pernah berhenti menunggu,
    hingga namamu memudar dari ingatan.
    Kenanganmu menyisakan perih didalam hati,
    memudarkan ingatanku bahwa pernah ada, hanya kamu. Didalam hati.

    Kini aku berdiri, mengamati setiap keping hati
    yang mengabu diterbangkan angin.
    Aku bertanya pada diriku sendiri,
    pernahkah kuletakkan hatiku pada sepasang matamu,
    yang melesat bagai anak panah, menjatuhkan dan mematahkan,
    kala aku tak mampu menghindar. Tak ingin menghindarimu.

    Lalu engkau pergi, bagai angin yang menjerembabkanku,
    dan terkunci bersama air mata.
    Haruskah engkau ada, kala aku mampu berdiri?
    Mengapa kembali kau patahkan hati, kala aku mampu berlari?
    Aku tidak pernah berhenti bertanya, walau aku tak membutuhkan jawab.
    Sebab aku tahu,
    satu-satunya kepastian adalah kesia-siaan.
    Akan kupungut setiap abu yang mengudara,
    mengumpulkannya setitik demi setitik,
    hingga aku mampu untuk kembali tersenyum,
    dan memudarkan ingatanku sekali lagi, tentang kamu.

    - - - Updated - - -

    Kala kuletakkan hatiku, pada sepasang matamu,
    detik itu pula jantungku berdegup untukmu.

    - - - Updated - - -

    Satu-satunya kepastian,
    adalah kesia-siaan.
    Mengapa engkau masih begitu bebal dan tidak mau belajar?

    Aku akan mengambil cahaya.
    Sebab kudengar dentingan hatimu yang perlahan retak.
    Berikan cahaya itu atau akan kurampas darimu.
    Dia tidak boleh menguasaimu lagi.
    Lupakan,
    luka itu.
    Last edited by nagita; 10-09-2020 at 03:40 PM.
    Aku, hanyalah budak kata-kata.

  3. #443
    pelanggan nagita's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    Awang-awang.
    Posts
    435
    My self,
    Engkau begitu lemah dan penuh rasa maaf.
    Tidak dapatkah engkau belajar untuk menjadi sekeras batu,
    tidak perlu seperti diriku,
    tapi cukuplah mendekati diriku?

    Kamu... begitu hopeless.
    Last edited by nagita; 10-09-2020 at 04:21 PM.
    Aku, hanyalah budak kata-kata.

  4. #444
    pelanggan nagita's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    Awang-awang.
    Posts
    435
    Pada suatu hari, waktu melunakkan hatinya untuk menyapa seorang gadis kecil yang selalu duduk terdiam sambil melihat matahari terbenam, dipuncak gunung Alpen. Tidak peduli hujan, badai ataupun remuk tubuhnya, dia selalu kembali dan pergi pada jam yang sama.

    "Mengapa engkau selalu duduk disini? Aku telah melihatmu selama 365 hari dan engkau selalu mengagumi matahari yang sama dan meneteskan air mata yang sama. Bolehkah aku tahu, apa yang mengganggumu?"

    "Kekasihku berjanji bahwa kami akan kembali bertemu ditempat ini, dalam waktu 365 hari. Dan aku kuatir dia akan kembali lebih cepat, sehingga aku memutuskan untuk kembali kesini setiap hari," jawabnya.

    Waktu terdiam sesaat. Dengan sekali kepakan sayapnya, dia telah kembali ke masa lalu. Ia menemukan gadis itu dan kekasihnya berjanji untuk kembali kesini. Tapi waktu pun penasaran untuk melihat apa yang akan terjadi dimasa depan, maka dia segera pergi ke masa depan untuk melihat kisah cinta keduanya.

    "Satu-satunya kepastian, adalah kesia-siaan." kata waktu. "Pulanglah."

    Gadis itu tersenyum. "Engkau tahu, setiap hari tidaklah sama. Setiap air mata yang kujatuhkan dari mataku, tidaklah sama. Setiap senja, tidak pernah sama. Kita tidak pernah menapak jalan yang sama. Aku tahu, dia tidak akan kembali."

    Waktu semakin penasaran. "Lalu mengapa engkau membuang-buang waktumu?"

    "Sebab janji, membuatku telah membuang-buang waktunya. Seharusnya kukatakan padanya untuk pergi saja dan tidak perlu kembali. Aku akan baik-baik saja. Dengan demikian, dia akan terbang tanpa beban dan mungkin... memulai hidup yang lebih baik. Walau tanpa aku."

    Waktu terdiam begitu lama, mencoba mencerna perasaannya. "Tapi kalian telah berjanji untuk kembali. Aku tidak mengerti..."

    "Selama tiga ratus enam puluh lima hari, adalah waktu yang harus kurayakan untuk mengendalikan perasaanku, agar dia dapat melepaskan. Jadi aku selalu kembali, agar aku dapat merayu hatiku untuk melepaskan. Semakin hari, air mata kesedihan, berubah menjadi kekuatan. Dan aku rasa hatiku siap, untuk melepaskan." Gadis itu menatap sang waktu, "Ini adalah hari terakhir aku kembali. Aku tidak akan kembali lagi. Aku akan merayakan kebebasanku hari ini. Ini adalah air mata terakhirku, untuknya."

    Gadis itu berdiri kala malam mulai membentangkan sayapnya. Biru langit menajamkan gemerlap cahaya bintang, dan seketika langit dipenuhi bintang-bintang yang menakjubkan. "Kerinduan mengental dipelupuk matamu, kata-katamu tidak sanggup menutupinya. Baiklah, aku akan menghentikan waktu untukmu. Apa yang kau inginkan? Rindukah kau padanya?"

    Waktu membawanya pada saat gadis dan laki-laki itu berjanji untuk kembali. "Inikah yang engkau inginkan? Engkau dapat mengatakan kepadanya bahwa engkau akan menunggunya dan dia harus kembali!!" Gadis itu menggeleng.

    Waktu melesat membawanya pada masa depan. "Lihatlah, dia tidak akan ada untukmu. Air matamu, adalah kesia-siaan." Gadis itu melihat laki-laki yang dikasihinya sudah berbahagia, namun dia melihat janji masih mengikuti mereka dan janji telah merantai napasnya, membebani bahunya dengan sedemikian berat. Gadis itu kembali menggeleng.

    Waktu kembali melesat mundur.. mereka kembali pada saat mereka bertemu untuk pertama kalinya. Keduanya akan berpapasan. Kala sepasang matahari kembar menghujam hatinya, menjatuhkannya dan membuatnya buta. "INIKAH YANG ENGKAU INGINKAN?!" seru waktu gusar.

    "Berhentilah disitu!" pintanya. Waktu menghentikan dirinya. Tepat pada saat laki-laki itu lewat, gadis itu memalingkan wajahnya. Mereka berpapasan namun tidak saling menatap. Matahari kembar itu, tidak sempat membutakan matanya. Namun kemilau cahayanya...

    Mereka kembali pada masa sekarang, dipuncak gunung Alpen dimana kegelapan perlahan menggurita. "Mengapa kau simpan perasaan itu? Engkau dapat membuat segalanya lebih mudah. Mengapa kau buang tatapmu padanya? Engkau bisa mengatakan kepadanya bahwa engkau akan pergi bersamanya!"

    Gadis itu membekap hatinya. "Terima kasih. Kini dia dapat pergi tanpaku. Cukuplah aku yang menyimpan perasaan ini, dia akan pergi dan terbang tanpa beban." Gadis itu melihat sang waktu, "Dia tidak akan sanggup memikul cinta dan kerinduan. Dia akan menemukan seseorang yang lain." Gadis itu menatap kemilau bintang yang membuat hatinya lebih ringan karena kekhawatiran tak lagi membebaninya.

    "Janji tak lagi mengurung langkahnya. Biarlah demikian, sebab aku sanggup memikul kerinduan ini, sendirian. Engkau akan menjadi temanku, yang mengikis segala rasa hingga tak lagi bersisa."

    Waktu tersenyum. Sekarang dia mengerti.
    Aku, hanyalah budak kata-kata.

  5. #445
    pelanggan nagita's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    Awang-awang.
    Posts
    435
    Akan kupudarkan jarak,
    agar dapat kau tangkap harumku.
    Namun mengapa ketika aku akan berlari kepadamu,
    engkau malah menjauh?
    Seperti inikah caramu mencintaiku,
    seperti rembulan yang puas hanya dengan menyinari,
    mengagumimu dari kejauhan,
    tanpa mampu merengkuhnya?

    Bukankah pernah kau katakan padaku,
    biarkan aku saja, yang mencintaimu.
    Aku, hanyalah budak kata-kata.

  6. #446
    pelanggan nagita's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    Awang-awang.
    Posts
    435
    Pelukmu masih terasa
    membungkus bahuku.
    Titik-titik hujan jatuh dari langit,
    menyiram tubuh. Kukembalikan kepada langit.
    Lalu,
    pelukmu, terasa membungkus tubuh.
    Membawaku melayang,
    dalam dunia tanpa warna.

    310920

    - - - Updated - - -

    Aku adalah hantu.
    Diantara ada dan tiada.
    Tetaplah... menjadi hantu.
    Aku, hanyalah budak kata-kata.

  7. #447
    pelanggan nagita's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    Awang-awang.
    Posts
    435
    Aku tahu engkau telah menyakiti hatiku,
    dengan begitu brutal.

    Tapi hatiku masih mengasihimu.
    Berdenyut untukmu.
    Tersenyum kepadamu.

    Sebab hanya itu yang dia tahu.

    - - - Updated - - -

    Kata-katamu berubah menjadi jutaan anak panah,
    yang mencabik hatiku hingga tak lagi berbentuk.

    Rasanya air mata,
    sanggup memudarkan warna pelangi.

    Namun tetap kukirimkan jutaan bintang,
    untuk menerangi malammu,
    kala bersamanya.

    - - - Updated - - -

    "Re itu b4jingan, Mel!"

    Siapakah sesungguhnya b4jingan itu?
    Seorang b4jingan yang sedang berusaha mewarnai langitku,
    atau seorang malaikat yang telah meruntuhkan duniaku?

    - - - Updated - - -

    It doesn't matter if you don't love me anymore..
    Please stop, torturing my heart.

    -----

    Hanya satu paku saja yang kau tancapkan dihatiku.
    Satu paku, yang penuh Kuasa.

    -----

    Aku akan mencintaimu,
    sehari lebih lama, dari selamanya.

    -----

    Hatiku mencintaimu dengan caranya yang bodoh.
    Maafkanlah dia.


    ~SJBK, Melody scene.
    Last edited by nagita; 03-10-2020 at 02:43 PM.
    Aku, hanyalah budak kata-kata.

  8. #448
    pelanggan nagita's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    Awang-awang.
    Posts
    435
    Aku suka harum tanaman.
    Aku suka fajar yang merekah menyapa pagi.
    Aku suka mengagumi malam yang beranjak pergi.
    Aku suka gerimis yang turun, membasahi bumi.
    Merayap lembut menuruni wajahku,
    sambil membawa air mata.

    Aku suka,
    menangis dalam guyuran hujan.
    Sebab hanya sang hujan saja, yang tahu.

    Aku suka,
    berpikir bagaimana melalui waktu,
    hidup dan mati dalam pelukanmu.

    Aku suka,
    menyakiti diriku dengan segala kenangan tentangmu.
    Hanya itu caraku untuk melihatmu,
    mengingatmu,
    merelakanmu,
    membencimu..

    Namun hatiku, tidak pernah sanggup.
    Dia tidak pernah sanggup membawa setetespun rasa benci.
    Membuatku perlahan membenci hatiku sendiri.

    - - - Updated - - -

    Bolehkah kutukar napas untukmu?
    Hidup dan bernapaslah sekali lagi,
    aku telah memaafkanmu,
    jauh sebelum kau ucapkan kata,
    kau ungkapkan laku,

    Aku sungguh-sungguh telah memaafkanmu.
    saat kali petama kau remukkan hatiku.


    ~SJBK
    Last edited by nagita; 03-10-2020 at 02:53 PM.
    Aku, hanyalah budak kata-kata.

  9. #449
    pelanggan nagita's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    Awang-awang.
    Posts
    435
    Debarnya masih sama. Membuat napasku terasa sesak.
    Aku bertanya pada sang waktu,
    dimanakah engkau selama ini?
    Apakah cinta, sedang mempermainkanku lagi?
    Mungkin hatiku belumlah sembuh,
    kenangan tentangmu kembali mengental,
    pada kecup yang bertaburan diudara,
    dan telah mengguncang duniaku.

    Tapi berbelas kasihlah padaku.
    Jangan kau hancurkan hatiku,
    lagi.

    - - - Updated - - -

    Sang Ratu berkata kepadaku,
    engkaulah b4jingan itu.
    engkaulah.
    Setelah kau remukkan kepalamu sendiri,
    apakah kau temukan apa yang kau cari?

    Lalu dia tersenyum dengan sinis.
    Tak perlu mencarinya.
    Engkau tak lagi memiliki hati.
    Engkau telah meremukkan hatimu sendiri, dua puluh tahun yang lalu.
    Dan aku,
    Akulah yang menghapus kenangan dikepalamu.
    Yang tersisa hanyalah serpihan.

    "Engkau tak mampu mengingatnya lagi, bukan?"

    - - - Updated - - -

    Tak perlu kau tangkap kenangan,
    yang memercik di udara.
    Akulah yang menghapus segalanya dari otakmu.
    Jadi diam dan diamlah saja.
    Biarkan aku bekerja.
    Aku selalu bekerja untukmu, bahkan hingga detik ini!
    Agar hatimu ringan dan riang.
    Kau pikir siapa yang mematri senyum dibibirmu?
    Siapa yang menghapus dan membalut luka hatimu?
    Siapa yang membuatmu ringan melangkah,
    walau harus kau lupakan hampir segalanya??

    Bukan dia. AKU.

    - - - Updated - - -

    Aku bertanya pada diriku sendiri,
    apakah engkau bukan manusia?
    Aku masih bekerja untuk menghapus semua kenangan,
    dan kau tambahkan lagi memori baru yang membuat tugasku semakin berat?!

    Pejamkan matamu,
    ingatlah bagaimana hujan air mata dan langitmu yang terbelah,
    ingatlah bagaimana engkau bagai layang-layang lepas,
    kapal yang karam,
    laut yang tawar,
    langit tanpa warna,
    manusia tanpa kehidupan,

    Ya Tuhan...
    SAMPAI DETIK INI AKU MASIH BEKERJA UNTUK MENGHAPUS SEMUANYA!

    - - - Updated - - -

    Aku bertanya pada diriku sendiri, apa yang kau hapus dari otakku? Mengapa aku begitu amnesia? Lalu dia berkata kepadaku, akulah yang mencabut paku-paku dihatimu, akulah yang menghapus kenangan, akulah yang menukar cinta dengan ambisi --- agar ringan langkahmu dan kembali tersenyum!!

    Jadi matikan saja hatimu sekali lagi! Dia sama sekali tidak berguna. Selama engkau masih memiliki ambisi, engkau tidak akan sanggup mencintai. Kalaupun engkau sanggup, itu sudah terlambat!
    Last edited by nagita; 06-10-2020 at 05:38 PM.
    Aku, hanyalah budak kata-kata.

  10. #450
    pelanggan nagita's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    Awang-awang.
    Posts
    435
    Sinar mataku,
    tidak dapatkan kau redupkan binarmu sesaat saja,
    kala bertemu dengannya?
    Bukankah kita telah berjanji, untuk meredam kerinduan?
    Bukankah kita telah sepakat, untuk tidak saling mempermalukan?

    Tapi sinar mata. ku, mengkhianati laku.
    Aku, hanyalah budak kata-kata.

  11. #451
    pelanggan nagita's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    Awang-awang.
    Posts
    435
    Lalu aku bertanya pada sinar matamu,
    ada berapa ton kerinduan didalam sana?
    Mengapa tidak kau letakkan otakmu sesaat saja,
    dan membiarkan hatimu meremajakan dirinya?
    Bukankah dia sudah terlalu lama mendamba?

    Namun sang Ratu berteriak dari singasana kristalnya,
    Aku ingin sekali melihat bagaimana ini berakhir.
    Aku akan kembali memohon kepadaku. Seperti dulu.
    Aku, hanyalah budak kata-kata.

  12. #452
    pelanggan nagita's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    Awang-awang.
    Posts
    435
    Bagaimana?
    Bagaimanakah rasanya?
    Kosong?

    Gagalkah engkau?
    Ya. Engkau gagal menemukan rasa.
    Pun gagal memulangkan rasa.
    Juga gagal menikmati rasa.

    Bagaimana hasil kerjaku?
    Puaskah engkau, karena kukosongkan hati?
    Senangkah engkau, karena kuhampakan kerinduan?

    Aku dan Sang Monster-lah.. yang telah bekerja.
    Kami bekerja sangat keras untukmu.
    Mungkin kami sedikit kebablasan tapi tidak apa-apa.

    Sebab kami tidak pernah gagal,
    dalam memusnahkan rasa.
    Engkau tidak membutuhkannya. Tetaplah begitu.
    Last edited by nagita; 14-10-2020 at 05:37 PM.
    Aku, hanyalah budak kata-kata.

  13. #453
    pelanggan nagita's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    Awang-awang.
    Posts
    435
    My Self: Haruskah kita membantunya?
    The Queen: Pardon me? Membantunya? Membantu orang yang telah melukai Me?? Mahkluk itu sudah setengah hidup, biarlah demikian.
    My Self: Kita harus memaafkannya. Agar alam pun memaafkannya.
    The Queen: Tidak pernah ada kata itu didalam hidupku. Coba kupikir sebentar, ya! Tidak ada.
    My Self: Aku sudah memaafkannya jauh sebelum dia menyakitiku. Aku sangat ringan.
    The Queen: Itu urusanmu!
    My Self: Kata maafmu akan menggemerlapkan nasibnya. Maafkanlah dia.
    The Queen: Aku akan mengembalikan setiap paku yang ditancapkan dihatiku. Tidak lebih, tidak kurang.
    My Self: Aku akan meminta Me untuk memaafkannya.
    The Queen: Kebaikan hatimu telah mencelakai kita semua. Lihatlah apa yang aku lakukan, Me dapat berdiri dengan kakinya sendiri, setelah para manusia binatang mencacah tubuh dan hatinya dengan brutal.

    My Self: Tapi aku tidak memiliki kebencian sepertimu.
    The Queen: Aku hanya mengubah cinta menjadi ambisi. Lihatlah apa yang dia miliki.
    My Self: Engkau membuat Me lelah, sangat lelah.
    The Queen: Aku membuatnya keras! Tapi engkau membuatnya lemah! Lihatlah apa yang ada dipikirannya, hanyalah keinginan untuk mati!
    The Ghost: Kupikir kematian bukanlah hal yang buruk. Dia memang sudah sangat lelah.
    The Queen: Diamlah!
    The Ghost: Engkau terus memaksanya berlari disaat dia telah menyerah dan sekarat. Yang diinginkannya hanyalah kedamaian. Dan kematian, mendamaikan.
    My Self: Aku ingin dia memaafkan dan mengasihani dirinya sendiri.
    The Queen: Aku ingin dia mendapatkan apa yang sangat diinginkannya di dunia ini. Tidakkah kalian lihat? Dia begitu menginginkannya! Jadi bantulah aku dengan DIAM SAJA. Kita akan mendapatkannya dan menikmatinya bersama!
    My Self: Ya, dia sangat menginginkannya.
    The Ghost: Setelah dia mendapatkannya, aku akan datang padanya. Tapi kurasa dia tidak menginginkan tawaranku lagi.


    The Queen: Diamlah kalian semua! Dia hanya perlu fokus karena waktunya sudah sangat dekat! Biarkan aku bekerja.
    My Self: Dia tetap harus memaafkan, sebab dari sana akan tumbuh tunas kebaikan.
    The Ghost: Dan aku akan terus berbisik ditelinganya, mungkin saja dia membutuhkan kedamaian itu.
    The Queen: Dia tidak akan kemana-mana hingga aku mendapatkan apa yang diingikannya! Dia akan tetap disana, bertindak sesuai dengan yang aku inginkan. Tidak perlu sedu-sedan itu. Tidak perlu rasa cinta itu. Mungkin kubiarkan dia bermain-main dengan perasaannya tapi engkau tahu dia tidak akan pernah klimaks menikmati perasaannya sendiri. Biarlah demikian.
    My Self: Ini adalah salah Sang Monster. Kalian sungguh jahat.
    The Queen: ENGKAU TELAH MENCELAKAINYA DENGAN CINTA KASIHMU. BERAYUN DARI SATU LOBANG KE LOBANG LAINNYA DAN MEMBIARKANNYA TERJEREMBAB DAN TERKUNCI DIDALAM SANA. APA YANG KAU LAKUKAN UNTUK MENYELAMATKANNYA? SIAPA YANG MENYELAMATKANNYA? A-K-U!!! JADI DIAMLAH DAN BIARKAN AKU BEKERJA! KALIAN MEMUAKKAN.

    My Self: Bagaimana kita bertiga bisa terkurung dalam raga Me seorang diri? Aku rindu melihat senyum jenakanya yang lucu.
    The Queen: Dia akan kembali tersenyum. Sekarang biarkan kuselesaikan apa yang harus kuselesaikan!!
    The Ghost: Aku akan selalu ada didekatnya. Tawaranku tidak pernah berubah.
    The Queen: Dia akan tetap bernapas hingga waktu menentukan segalanya. Sebab hidup ataupun mati, manusia itu akan mendapatkan apa yang telah diperjuangkannya. Dan ingat, adam itu lemah. Manusia itu akan menikah lagi dan perempuan itu akan mengangkangi semua yang Me perjuangkan selama ini. Apakah kalian rela?
    My Self: Jika memang demikian, Me harus merelakannya.
    The Queen: ENYAHLAH, KAU IDIOT!!!
    The Ghost: Engkau benar Q, tapi tugasku adalah berbisik ditelinganya bahwa ada kehidupan yang lebih baik diluar sana.
    The Queen: Suatu saat nanti akan kukunci kalian berdua. Me hanya akan mendengarkan aku saja! Dia akan semakin kuat, bila bersamaku.
    My Self: Kamu menyakitinya...
    The Queen: Dia akan mendapatkan apa yang diinginkannya. Akan kupastikan itu!
    Last edited by nagita; 15-10-2020 at 01:54 PM.
    Aku, hanyalah budak kata-kata.

  14. #454
    pelanggan nagita's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    Awang-awang.
    Posts
    435
    Tak apa.
    Biarkan dia bermain dengan perasaannya.
    Aku tidak perlu kuatir.
    Aku mengenalnya.
    Aku telah menguncinya.
    Dia tidak akan kemana-mana.
    pun tidak akan jatuh lagi.
    Biarkan dia.
    Biarkan dia bermain.
    Dia membutuhkan sedikit percikan,
    Aku telah menguncinya, dengan sangat kuat.
    Tidak ada yang perlu dikuatirkan.
    Perasaannya telah lama mati.
    Dia tahu itu semu.
    Biarkan saja.
    Dia akan segera bosan.

    - - - Updated - - -

    Sebab aku mengenalnya,
    dia tidak akan kembali pada cinta yang telah kadaluarsa.
    Tanpa kukunci pun,
    aku tahu dia tidak akan kembali.
    Aku hanya membabat habis semua benih,
    memastikan tidak ada kebangkitan kembali.
    Aku, hanyalah budak kata-kata.

  15. #455
    pelanggan nagita's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    Awang-awang.
    Posts
    435
    Siapapun yang sedang mengendalikan diriku,
    I salute you.

    Aku ingat bagaimana bintang di langit jatuh menghujamku,
    sendirian dan tanpa perlawanan. Tanpa daya.
    Aku ingat bagaimana... memantrakan dirimu pada setiap doa.
    Aku ingat bagaimana berjalan dengan kepala terbalik,
    dan hati yang terasa tercabut paksa dari raga, dan jatuh ke bumi.
    Aku ingat.

    Engkau sedang mengembalikan setiap paku,
    didalam hatiku.
    Biarkan dia merasakan, apa yang pernah aku rasakan,
    tanpa menyadari
    siapa
    yang
    menusuknya
    dari
    depan.
    Aku, hanyalah budak kata-kata.

Page 23 of 23 FirstFirst ... 13212223

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •