Wajahmu masih tercetak dipelupuk mataku.
Memandangku dengan senyuman, yang terasa meluruhkan rasa hatiku.
Tubuhku, luluh lantak.
Aku tidak mengerti, tapi waktu mengatakan semuanya tak lagi sama.
Lama aku terdiam.
Penantian ini bernama sewindu. Pantaskah untukmu? Dan untukku?