Bisikanmu menjuntai bagai benang malam,
mengentayangi dengan nafasnya yang dingin tanpa makna.
Mungkin tubuhku membutuhkanmu.
Tapi tidak hatiku. Pun otakku.
Mereka tahu bahwa lakumu mengkhianati kata-kata.
Bisikanmu menjuntai bagai benang malam,
mengentayangi dengan nafasnya yang dingin tanpa makna.
Mungkin tubuhku membutuhkanmu.
Tapi tidak hatiku. Pun otakku.
Mereka tahu bahwa lakumu mengkhianati kata-kata.
Aku, hanyalah budak kata-kata.