Engkau adalah jingga.
yang berkilau dijelaga ilusi.
Yang menjerat hatiku, lagi.
Melambungkannya kembali. Pada masa
dimana kata-kata sanggup mengudarakan raga.
Aku telah meninggalkan jingga itu.
Sebab dia ada diantara terang dan malam,
membuatku bertanya,
dan terus bertanya...
kembali bertanya,

Apakah hatimu masih milikku?


~Satu Juta Burung Kertas, Melody.

- - - Updated - - -

Kadang kulemparkan diriku,
pada masa dimana kata-katamu merekah bagai anggur,
menghangatkan kalbu,
mengukir senyum,
dan hari-hari, terasa berlagu.

Dulu.


~Satu Juta Burung Kertas, Melody.

- - - Updated - - -

Sam,
Aku ingat hari-hari yang berlalu bersamamu.
Genggamanmu, masih terasa disetiap ujung jemariku,
Kecupanmu, masih sanggup menggetarkan hatiku.
Walau sesaat. Sebelum kau guncang duniaku,
dengan tetes-tetes air mata yang mengalir laksana hujan.

Sam,
aku merindukanmu sebesar aku merayu hatiku untuk membencimu.
Tapi dia tak sanggup membawa setetespun rasa benci,
membuatku perlahan membenci hatiku sendiri.


~Satu Juta Burung Kertas, Melody.