Senyummu merekah bagai fajar menyapa bumi,
sinar diwajahmu, memabukkan malam
Pelukmu melingkari bahu,
bagai palungan. Terasa nyaman,
terasa damai.

Malaikatku,
Aku belum sanggup melajukan langkah untuk melihatmu pergi.
Tunggulah aku. Hingga akhir napasku.