Tatapanmu,
masih tertinggal dipelupuk mataku. Yang memandangku dengan berjuta cahaya bintang. Walau tubuh memekarkan dirinya, rasa hati.. tidak pernah berubah. Ia masih hidup pada masa dimana kita berlarian, bertelanjang kaki, dibawah gerimis, sambil mendekap layang-layang...
Senyummu memasung musim semi untuk bertahta lebih lama. Membuat hatiku tergelincir... dan jatuh. Untuk kali pertama.
Pudarkan jarakmu sesaat saja. Untuk kali terakhir.
- - - Updated - - -
Suaramu,
bergema pada dinding-dinding bambu,
bergemerisik dan terus bergaung.
Aku ingat janji. Yang terus kugenggam walau
ribuan hari telah meninggalkanku.
Kepergianmu
mematahkan setiap nada, dihatiku.
Dan aku hanya bisa menangisi kerinduan
dibawah derasnya hujan.
- - - Updated - - -
Pernahkah engkau mengerti bagaimana rasanya disiksa kerinduan?
Aku membutuhkan cintamu.
![kopimaya [dot] kom - Secangkir Kehangatan di Dunia Maya - Powered by vBulletin](images/misc/vbulletin4_logo.png)



Reply With Quote