Aku ingat kata-katamu,
marilah lepaskan dan pergilah kita,
ke tempat dimana hanya ada rumput, awan dan biri-biri.
Biarlah kutanggung kutukan manusia,
engkau hanya perlu memeluk tubuhku,
dan jangan lepaskan lagi.
Apapun jadinya nanti,
berdua kita hadapi. Berdua.
Sebab jutaan hari aku menunggu,
sejak pipimu merona bagai apel,
dan tubuh belumlah merekah.
Engkau telah mencuri hatiku.
Kata-katamu,
tergiang bagai gema. ditelingaku.
Melengking bagai derit besi karat, dihatiku.