Kerinduan memadat, dan menjadi batu.
Aku membutuhkan palu yang baru untuk menghancurkannya.
Dan meminta waktu untuk mengikis rasa.
Bukankah kita sudah berkali-kali jatuh dan sekarat,
aku akan menunggu hingga hari itu tiba.

- - - Updated - - -

Engkau harus tahu,
jika rasaku telanjur mati,
dia benar-benar mati.
Tiada suri. Tanpa kebangkitan.
Dia,
benar-benar m.a.t.i.