Kerinduan memadat, dan menjadi batu.
Aku membutuhkan palu yang baru untuk menghancurkannya.
Dan meminta waktu untuk mengikis rasa.
Bukankah kita sudah berkali-kali jatuh dan sekarat,
aku akan menunggu hingga hari itu tiba.
- - - Updated - - -
Engkau harus tahu,
jika rasaku telanjur mati,
dia benar-benar mati.
Tiada suri. Tanpa kebangkitan.
Dia,
benar-benar m.a.t.i.
![kopimaya [dot] kom - Secangkir Kehangatan di Dunia Maya - Powered by vBulletin](images/misc/vbulletin4_logo.png)



Reply With Quote