Ia tidak tahu bagaimana membenci. Sebab hatinya penuh akan cinta. Setiap ia melihat gadis itu lewat, kelebat bayangnya selalu mampu membuyarkan kelesuan hari. Dan ketika dia tersenyum, dunia terasa berhenti. Ia hanya bisa terpaku bagaikan seonggok patung yang menunggu dibangkitkan dengan suara degup jantung yang terdengar bagaikan beat nada-nada keras yang menggodanya. Berlarilah kepadanya. Tapi ia tidak sanggup menggerakkan kakinya. Pun dia sadar napasnya membutuhkan udara. Sekuasa itukah engkau? Kelebat bayangmu saja, sanggup memutarbalikkan duniaku. Sebegitu besarkah kuasamu atas hatiku?
Ia sungguh tidak tahu bagaimana harus membenci.
Ketika gadis itu datang kepadanya, matahari dimatanya meredup seperti senja yang menghitam. Menghancurkan hati. Rasanya ingin berlari pada laki-laki yang dicintai gadisnya, mengatakan atau kalau perlu memohon... bahagiakanlah dia sekali saja. Tidak dapatkah kau lihat cinta dalam hatinya begitu menggelora? Dan hanya untukmu. Untukmu saja. Tidak bagiku. Namun keangkuhan menjawab tanya, dan ia melihat air mata turun laksana hujan. Dalam hatinya, ia ikut menangis. Untuk gadis yang dicintainya. Dan hatinya terasa patah.
Kini mimpi tentang gadis itu masih menyapanya setiap malam. Dan setiap dia ingat bagaimana murninya air mata menetes dari matanya yang indah, belati kembali menusuk hatinya. Kamu boleh mencintainya, dan dia mungkin mencintaimu.. tapi biarkan aku mencintaimu dengan pasti. Cinta seperti apakah itu? Ia mengutuk dirinya. Ia masih tidak sanggup membenci. Hatinya semakin penuh dengan cinta.
Masih.
- - - Updated - - -
Namamu bagaikan belati.
Yang mengiris-iris hati.
Namamu,
membuat napasku melesat dari raga.
![kopimaya [dot] kom - Secangkir Kehangatan di Dunia Maya - Powered by vBulletin](images/misc/vbulletin4_logo.png)



Reply With Quote