Aku ingat pelukku pada pinggangmu.
Harummu yang mengental memecah di udara,
membentuk percikan api kecil yang terlihat indah dikegelapan malam.
Kini,
kisahmu tak lagi mampu kuingat.
Tapi aku ingat aku pernah menyebut namamu,
didalam doaku.
Aku ingat pelukku pada pinggangmu.
Harummu yang mengental memecah di udara,
membentuk percikan api kecil yang terlihat indah dikegelapan malam.
Kini,
kisahmu tak lagi mampu kuingat.
Tapi aku ingat aku pernah menyebut namamu,
didalam doaku.
Aku, hanyalah budak kata-kata.