Tidak henti-hentinya aku mengetuk pintumu.
Yang terkunci begitu rapat.
Tegakmu mengikis habis keakuanku.
Aku tak punya pilihan, sebab rasa hati tak dapat aku rayu.
Untuk berpaling. Apalagi pergi.
Tidak henti-hentinya aku kembali.
Menghiba seucap kata, yang membuat hari terasa mengudara.
Kadang kumaki rasa hati. Hinalah aku. Cercalah aku.
Sebelah matamu menatapku. Palingkan punggungmu.
Aku tak akan mendendam. Sebab aku hanyalah seorang insan
Yang ditaklukkan pesonamu.
Yang hampir mati dibantai kerinduan.