Page 1 of 2 12 LastLast
Results 1 to 20 of 34

Thread: Anak kandung atau...

Hybrid View

Previous Post Previous Post   Next Post Next Post
  1. #1
    Chief Barista cha_n's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    11,544

    Anak kandung atau...

    Beberapa waktu yang lalu saya ngobrol2 sama adik ipar. kebetulan si bungsu ama anaknya adikku beda umur cuma 6 hari. jadi seumuran. kita sering diskusi tukar info soal anak2.
    Saya nanya "sudah pakai KB? atau emang sengaja mau cepat punya anak lagi?" saya tanya gitu soalnya anak pertamanya ini juga baru didapat setelah 2 tahunan menikah. mungkin saja ingin cepat punya anak lagi"
    adik "belum KB kak, tapi rencananya sih iya. "
    "Oh ga ingin cepat punya anak lagi ya?"
    "si xxx (adikku) malah bilang, anaknya satu aja. ntar anak ke dua dan seterusnya adopsi aja. ngapain menuh2in dunia, gitu katanya"
    saya cuma bengong sih, tapi teringat [MENTION=39]ndugu[/MENTION] pernah juga komentar mirip2 seperti itu.

    menurut kalian gimana? ada alasan khusus ingin punya anak kandung? atau pilihan angkat anak itu sebenarnya malah lebih realistis?
    ...bersama kesusahan ada kemudahan...

    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n

    My Little Journey to India

  2. #2
    pelanggan setia Porcelain Doll's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Posts
    6,347
    anak kandung sih pengen banget pastinya, chan
    tapi sebenernya dalam hati sih mengadopsi anak itu sepertinya dalam beberapa hal lebih baik

    kebayang orang yg segitu pengennya punya anak kandung bertahun2 ikut pengobatan
    udah keluar berapa juta...yg kalo dipake buat biayain anak yg lain udah bisa buat berbagai hal

    then again, keinginan dan logika biasanya emang jarang yg sejalan
    Popo Nest

  3. #3
    Barista BundaNa's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    Na...Na...Na
    Posts
    12,679
    Gw pernah mikir mau angkat anak begitu 2 thn nikah ga juga hamil. Tapi gw dan hubby justru m'pertimbangkan perasaan ortu dan mertua. Bisa gak
    mereka rela sayang thdp cucu angkatnya? Akhirnya batal, krn mertua agak
    keberatan

    skr kalopun ada rejeki lebih, pengennya ikut gerakan ortu asuh. setelah ngerasain susahnya anak2, saya ga mau susah ngurusin yg
    Last edited by BundaNa; 25-08-2013 at 04:15 AM.

  4. #4
    pelanggan setia heihachiro's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Location
    little nong
    Posts
    2,614
    keinginan punya anak kandung itu salah satu bentuk keegoisan manusia yang paling gampang untuk meninggalkan "sesuatu" atau semacam "legacy" di dunia ini . Pada dasarnya sih keinginan punya keturunan bagian dari insting makhluk hidup untuk berkembang biak dan melestarikan jenisnya

    Ngomong-ngomong, saya bukannya anti atau mencela orang yang pengen punya anak kandung ya. Saya juga punya sih sedikit rasa egois itu, kayaknya seru juga kalo kelak darah daging (ceileh darah daging ) saya bisa melakukan sesuatu (yang positif) yang ngga bisa dilakukan oleh saya atau orang kebanyakan

    seperti kata Popo, keinginan dan logika biasanya emang jarang yg sejalan
    next year™

  5. #5
    pelanggan sejati ndugu's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    7,681
    kurasa tradisi dan budaya mungkin berperan juga ya. dari dulu2 juga bloodline is a big deal. monarki juga biasanya ngikut bloodline. nama keluarga juga pengennya diturunin. in some way, kadang ini seperti norma masyarakat, sesuatu yang udah diexpect dari pasangan suami istri.

    kalo kita melihat kembali secara objektif, dengan mengesampingkan rasa emosional pribadi, "perlu" kah mempunyai turunan kandung?

    untuk saya pribadi sih memang ngga ada keinginan menggebu2 untuk mempunyai turunan kandung gitu. buatku ga penting aja. dan dasar alasanku memang karena saya ngeliatnya lebih dari big picture aja. pernah ngga ngeliat pertambahan populasi dunia dalam bbrp abad terakhir? exponential. at the rate we are going, dunia sudah kebanyakan orang. semakin gede populasi dunia, semakin gede konsumerisme, semakin banyak sampah (output) dan resources (input) yang diperlukan untuk mendukung keberadaan manusia ini, dan semakin gede juga impactnya pada dunia / bumi ini. buatku ini trend yang ngga sustainable aja.

    kedua. masalah anak yatim piatu. coba kita liat equationnya:

    kalo anak meninggal --- simple, ortu produksi anak kandung lagi
    kalo ortu meninggal --- anak tidak bisa memproduksi ortu kandung

    buatku ini seperti pyramid scheme. kalo kita liat praktek tradisi pada umumnya, mempunyai anak kandung biasa mempunyai kedudukan lebih tinggi di daftar prioritas daripada anak angkat. sedangkan manusia pada umumnya setiap hari juga memproduksi anak. kalo semua orang mempraktekkan harus mempunyai anak kandung, apa yang terjadi dengan populasi anak yang tidak mempunyai ortu kandung? yah, meningkat aja. trus apa yang terjadi dengan anak2 tanpa ortu kandung ini? ke mana mereka harus pergi? konsepnya ngga sustainable aja. makanya juga, saya merasa prioritas mempunyai anak angkat "seharusnya" lebih tinggi dibandingkan mempunyai anak kandung. aksi reproduksi itu untuk meneruskan spesies, sedangkan populasi manusia ngga akan punah dalam waktu dekat at the rate we are going

    ketiga. karena expectation harus mempunyai anak kandung sendiri juga lah saya merasa manusia is creating unnecessary grief kalo seandainya tidak bisa mempunyai anak kandung. ada yang sampe menghabiskan ntah brapa banyak duit, waktu, investment emosional, dll, untuk mempunyai anak kandung. padahal, "perlu"kah semua itu?

    having said that, tentu aja semua orang bisa berbeda keinginan dan prioritasnya. yang di atas cuman pendapatku pribadi. personal liberty (kebebasan pribadi) untuk memutuskan mempunyai anak kandung ato adopsi tentu tidak bisa dihapus, setiap calon ortu berhak menentukan jenis turunan apa yang diinginkan, buatku itu adalah hak asasi manusia.

    hanya saja, untuk mengubah mindset melawan arus, orang memang harus bisa jujur dan menanggalkan expectation masyarakat atopun mengubah mindset sendiri akan tradisi yang selama ini sudah dilakukan secara turun menurun.

  6. #6
    g smua orang pengen anak angkat. masalah mungkin.g muncul sekarang, tapi pas beberapa tahun kemudian pas si anak dah tahu kenyataanya. g semua anak adopsi ditinggal mati ortu. ada yg emang ditelantarkan ortu.
    biasanya kalo dah gitu mereka kekeuh pengen nyari ortu aseli n balik membenci ortu angkat. g semua kek gt sih, tapi beberapa pasti ada. walopun secara hukun dah resmi jd anak kita, pasti yg begitu bakal jadi masalah dikemudian hari. terutama lagi buat anak adopsi cewek yg muslim.dia g bisa sembarangan pas nikah. walinya harus muhrimnya.
    kalo disini banyak juga yg ngadopsi anak sodara yg udah banyak.

  7. #7
    pelanggan setia Ronggolawe's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    5,137
    dunia sudah kebanyakan orang? Cepat atau lambat
    SDA tidak akan mampu memenuhi kebutuhan manusia?

    ya ngga lah...
    yang membuat banyaknya orang miskin itu bukan kare
    na kurangnya SDA, tetapi ketamakan yang membawa
    ketidakadilan akses dalam mendapatkan SDA.

    soal "budaya" harus memiliki anak kandung, itu bukan
    "budaya", tetapi sudah nature nya begitu. bagaimana
    kalau sebaliknya, semua orang pengen anak angkat,
    lalu siapa yang akan memproduksi anak angkat terse
    but?

  8. #8
    pelanggan sejati ndugu's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    7,681
    bener, memang itu kondisi yang unfortunate. karena memang kenyataannya tidak setiap ortu mempunyai pandangan untuk menyayangi anak angkat seperti anak kandung. dan kenyataan juga bahwa masyarakat banyak yang memandang anak angkat dengan kedudukan yang lebih rendah dibandingkan anak kandung. bukan hanya sekali dua kali saya mendengar komentar orang yang "kasihan ya, ga punya (ato ga bisa punya) anak kandung". ato "mereka mempunyai anak angkat" dengan nada prihatin. dan ini lah maksudku mengenai "mindset" dan "social expectation" tadi, yang mungkin bisa dilihat sebagai 'masalah' yang menimbulkan lingkaran setan ini.

    again, buat saya pribadi, kalo pun saya mengangkat anak, maka dari awal juga akan saya kasi tau bahwa dia bukan anak kandung. saya sih merasa lebih baik anak tau dari awal daripada nanti2nya. dan tentu saja perlakukan anak seperti anak kandung sendiri. si anak harus tau bahwa biarpun status mereka adalah saling angkat (ortu/anak angkat), bukan brarti mereka tidak bisa saling menyayangi. dan ortu juga harus bisa terbuka dengan ide bahwa anak suatu hari mungkin akan mencari ortu kandung sendiri (buat yang masih ada). dan cukup sering kok saya ngebaca brita mengenai keluarga yang begini, dan justru kemudian keluarga anak angkat dan anak kandung menjadi suatu keluarga besar. prospeknya tidak melulu harus jelek. dan menurutku justru ada bagusnya kalo anak angkat mencari keluarga kandung kembali (kalo ada), karena info ini sebenarnya bagus dan berguna untuk alasan sejarah medis keluarga buat si anak nantinya, sehingga mereka bisa mempersiapkan diri dan melakukan aksi2 prevention untuk jenis2 penyakit genetik / turunan.

    ---------- Post Merged at 07:47 PM ----------

    Quote Originally Posted by Ronggolawe View Post
    dunia sudah kebanyakan orang? Cepat atau lambat
    SDA tidak akan mampu memenuhi kebutuhan manusia?

    ya ngga lah...
    yang membuat banyaknya orang miskin itu bukan kare
    na kurangnya SDA, tetapi ketamakan yang membawa
    ketidakadilan akses dalam mendapatkan SDA.
    kok orang miskin saya bukan ngomongin kemiskinan kok
    dan kalo ngomongin SDA, sure, bisa aja masih tetep support. tapi untuk sekarang, menurutku kehidupan dan operasional manusia di bumi ini belum seefisien itu. dan tentu aja, kita tidak tau bagaimana di masa depan. anggap lah kemajuan teknologi mencapai seperti dalam science fiction (which is always a possibility) dan membuat kehidupan sustainable, then all the better.

    but now? maybe not yet.

    soal "budaya" harus memiliki anak kandung, itu bukan
    "budaya", tetapi sudah nature nya begitu. bagaimana
    kalau sebaliknya, semua orang pengen anak angkat,
    lalu siapa yang akan memproduksi anak angkat terse
    but?
    sure, mo nature mo budaya, ga masalah. bisa pula kedua2nya. and whatever it is, kedua faktor ini tidak bisa menghapus personal liberty.

    dan kalo semua orang pengen anak angkat dan supply anak di dunia abis, ya produksi aja lagi anak kandung. kita kan ngomongin supply and demand di sini ortu bisa tetep memproduksi anak, tapi anak yang tidak bisa memproduksi ortu. ngga vice versa gitu.

  9. #9
    pelanggan setia Ronggolawe's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    5,137
    Quote Originally Posted by ndugu View Post
    kok orang miskin saya bukan ngomongin kemiskinan kok
    dan kalo ngomongin SDA, sure, bisa aja masih tetep support. tapi untuk sekarang, menurutku kehidupan dan operasional manusia di bumi ini belum seefisien itu. dan tentu aja, kita tidak tau bagaimana di masa depan. anggap lah kemajuan teknologi mencapai seperti dalam science fiction (which is always a possibility) dan membuat kehidupan sustainable, then all the better.

    but now? maybe not yet.
    sekarang juga masih kok, persoalannya ketamakan
    saja yang menimbulkan ketidakadilan akses terhadap
    SDA tersebut


    sure, mo nature mo budaya, ga masalah. bisa pula kedua2nya. and whatever it is, kedua faktor ini tidak bisa menghapus personal liberty.

    dan kalo semua orang pengen anak angkat dan supply anak di dunia abis, ya produksi aja lagi anak kandung. kita kan ngomongin supply and demand di sini ortu bisa tetep memproduksi anak, tapi anak yang tidak bisa memproduksi ortu. ngga vice versa gitu.
    kalau sudah berbudaya angkat anak, dan ngga ada
    yang mau hamil, siapa yang akan jadi kelinci perco
    baan?

    wong sudah pasti saat itu profesi SpOg dan Bidan
    menjadi profesi yang tidak laku kok

    point nya sih, kalau memang ngga mau punya anak,
    ya sudah ngga punya saja, ngga usah pake alasan
    Daya Dukung Alam segala

  10. #10
    pelanggan sejati ndugu's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    7,681
    Quote Originally Posted by Ronggolawe View Post
    sekarang juga masih kok, persoalannya ketamakan
    saja yang menimbulkan ketidakadilan akses terhadap
    SDA tersebut
    fair enough, kalo begitu, maka persoalan ketamakan lah yang merupakan ketidakefisienan itu

    kalau sudah berbudaya angkat anak, dan ngga ada
    yang mau hamil, siapa yang akan jadi kelinci perco
    baan?

    wong sudah pasti saat itu profesi SpOg dan Bidan
    menjadi profesi yang tidak laku kok

    point nya sih, kalau memang ngga mau punya anak,
    ya sudah ngga punya saja, ngga usah pake alasan
    Daya Dukung Alam segala
    kupikir 'budaya' mempunyai anak kandung sendiri ngga akan punah lah, seperti katamu, itu udah nature. realistis aja kok, saya ngga ngeliat harus pada ekstrim yang satunya (bahwa semua harus berbudaya anak angkat).

    dan maksudku alasan tidak mempunyai anak kandung kan bukan hanya karena "daya dukung alam". ngga se'wah' itu lah. saya ada alasan2 laen kok, misalnya point 2 dan point 3 di atas, dan selain juga ngga ada rasa 'urge' untuk punya anak kandung. dan saya tau tidak semua orang mempunyai perasaan yang sama, dan saya ga ada maksud memaksakan pendapat kok everyone is entitled to their choices.
    Last edited by ndugu; 25-08-2013 at 09:47 AM.

  11. #11
    pelanggan tetap Alip's Avatar
    Join Date
    May 2011
    Posts
    1,636
    Yang saya pahami, kecenderungan untuk memiliki anak kandung adalah dorongan fisiologis yang ada di semua mamalia (soalnya pengamatannya mayoritas di mamalia). Jika sebagian reptil sanggup memangsa anak mereka sendiri, tidak demikian halnya dengan mamalia... tapi mamalia bisa membunuh anak pasangan lain dari spesies yang sama.

    Menurut para teoritikus evolusi, memiliki anak kandung berarti meneruskan kode genetiknya yang spesifik, dus meneruskan eksistensinya di dunia. Dalam dunia binatang, para pejantan biasanya berebut untuk bisa menghasilkan keturunan pembawa kode genetiknya ke sebanyak mungkin betina. Jadilah mereka bertarung merebutkan sekawanan betina dan pemenangnya menjadi alpha male yang mendominasi kawanan. Jika seekor alpha male baru bertahta setelah menaklukkan alpha male sebelumnya, sering terjadi bahwa dia membunuh anak-anak hasil dari perkawinan alpha male sebelumnya itu. Dus, kecenderungan memiliki anak kandung adalah bagian dari rancang bangun genetik kita...

    ...sebabnya mungkin masih spekulatif, tapi bahwa kita memang diprogram seperti itu sudah jadi aksioma di kalangan ahli biologi evolusioner.

    Di kalangan manusia?
    Itulah lucunya manusia yang bisa saja mengembangkan kemampuan untuk menyayangi dan membesarkan anak yang tidak memiliki hubungan genetik langsung dengan dirinya. Seru memang...
    "Mille millions de mille milliards de mille sabords!"

  12. #12
    pelanggan setia Alethia's Avatar
    Join Date
    Jan 2012
    Posts
    4,095
    aku malah seneng pny anak angkat, maunya yd udah berumur 30 tahun, sdh kerja, pny penghasilan cukup, mapan dan sayang sama emaknya.
    yah..jadi aku tinggal ongkang2 kaki sambil nyirih
    Jangan kamu bilang dirimu kaya, bila tetanggamu memakan bangkai kucingnya.
    -Rendra

  13. #13
    pelanggan setia mbok jamu's Avatar
    Join Date
    Oct 2012
    Posts
    3,417
    Quote Originally Posted by Alethia View Post
    aku malah seneng pny anak angkat, maunya yd udah berumur 30 tahun, sdh kerja, pny penghasilan cukup, mapan dan sayang sama emaknya.
    yah..jadi aku tinggal ongkang2 kaki sambil nyirih
    Itu brondong!


    Btt
    Punya anak sendiri atau anak angkat, yang penting bisa mengurus anak tsb. Jangan cuma bisa mbrojol, habis itu anaknya terlantar, ndak dikasih makan, ndak disekolahkan sebaik-baiknya. Cuma napsu punya anak padahal ndak punya kemampuan moril dan materil mengurusnya. Bukannya meninggalkan legacy malah meneruskan masalah kepada generasi penerusnya, kemiskinan dan masa depan yang suram. Bagusnya yang terbukti menelantarkan anak itu dikebiri lalu disuruh kerja mungutin sampah.

  14. #14
    pelanggan setia aya_muaya's Avatar
    Join Date
    Jun 2011
    Location
    semarang
    Posts
    5,884
    Quote Originally Posted by Alethia View Post
    aku malah seneng pny anak angkat, maunya yd udah berumur 30 tahun, sdh kerja, pny penghasilan cukup, mapan dan sayang sama emaknya.
    yah..jadi aku tinggal ongkang2 kaki sambil nyirih
    Ya ampuun le....
    Kalau ada programnya, gw juga mau daftar..... Xixixixixi... Mau punya anak angkat kea gitu juga....

    Hehehehehe

    BTT, IMO....
    Pola pikir Ketidakharusan punya anak dari hasil perkawinan, akan menurunkan nilai dari pernikahan itu sendiri... IMO, pernikahan itu salah satu tujuannya adalah memperoleh keturunan..
    Kalau keturunan bisa didapat dari jalan selain pernikahan, terus apa gunanya pernikahan? ...

    Eh, pemikiran gw aneh yak?

    Tapi.. Kea kata bundana, ngurus anak sendiri aja susah... Yang notabene dicintai lahir batin... Apalagi yang enggak... Pasti lebih susah...
    Beda kalau berpuluh2tahun gak isa punya anak, lalu angkat anak, disayangnya karena usaha berpuluh2 tahun itu... Wallahu alam....
    Percayai apa yang ingin kau percayai
    Dan hiduplah seperti apa yang kau inginkan….

  15. #15
    Barista BundaNa's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    Na...Na...Na
    Posts
    12,679
    Trust me, mau semua anak angkat, sebagian anak angkat sebagian anak kandung, dalam sebuah keluarga, yg namanya konflik dan perasaan dibeda2kan ato dibanding2kan pada masing2 anak itu pasti ada

    tetangga semua anaknya anak angkat, 2 anak. 1 diambil dari keluarga si suami yg lain dari keluarga istri. suami istri ini kalo orang lihat sayang sama dua2nya sama besar lah. nyatanya yg kakak merasa ortu angkatnya itu apa2 buat adiknya, yg adiknya merasa kakaknya itu anak emas ibunya.
    Last edited by BundaNa; 26-08-2013 at 04:43 AM.

  16. #16
    pelanggan sejati ndugu's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    7,681
    Quote Originally Posted by BundaNa View Post
    Trust me, mau semua anak angkat, sebagian anak angkat sebagian anak kandung, dalam sebuah keluarga, yg namanya konflik dan perasaan dibeda2kan ato dibanding2kan pada masing2 anak itu pasti ada
    tentu saja
    saya pernah mengalami kok dalam keluargaku sendiri, padahal saya dan kakakku sama2 sodara kandung
    tapi namanya kan cuman meminimalisir satu faktor lagi, apalagi ini faktor yang cukup fundamental. ditambah pandangan msyarakat dan budaya kan kenyataannya juga masih sering memperhatikan bloodline ini. jadi untuk meminimalkan situasi itu aja

  17. #17
    Barista BundaNa's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    Na...Na...Na
    Posts
    12,679
    Saya justru ngelihatnya yg banyak konflik itu anak kandung vs anak tiri. Kalo mslh anak kandung vs anak angkat itu kan stigma masyarakat. Karena rata2 pasangan ketika mengangkat anak ya karena udah jatuh sayang sama anak tsb.

    seorang teman punya 1 anak angkat dan 2 anak kandung. gw lihatnya mereka sayang pada ketiga anaknya. mereka pun meminimalisir cerita si anak angkat. yg tahu kronologisnya cuma sedikit orang. yg tahu pun maklum krn 10 thn nikah ga juga hamil trus adopsi, eh 3 bln kemudian hamil. tapi kita temannya liatnya fine2 aja
    Last edited by BundaNa; 26-08-2013 at 04:54 AM.

  18. #18
    pelanggan setia Ronggolawe's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    5,137
    "si xxx (adikku) malah bilang, anaknya satu aja. ntar anak ke dua dan seterusnya adopsi aja. ngapain menuh2in dunia, gitu katanya"
    sebagai muslim gw tergolong ngeri dengan pernyata
    an seperti ini, Bund...

    gw masih ingat ekspresi bahagia Iwan Falls, sewak
    tu mengetahui istrinya hamil lagi anak laki-laki saat
    sudah berusia sekitar 40th.

  19. #19
    pelanggan setia Ronggolawe's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    5,137
    lho justru yang begitu perlu, Mbo Jum....
    Ntar masyarakat yang tingkat pertumbuhan pendu
    duknya negatif, tinggal impor dari masyarakat yang
    cuma mau bikin anak ngga mau ngasih makan

  20. #20
    Barista BundaNa's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    Na...Na...Na
    Posts
    12,679
    Sumpah! Ngurus anak kandung aja susah, apalagi ngurus anak angkat!

Page 1 of 2 12 LastLast

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •