Kalo uji samplingnya di Indonesia kira2 hasilnya sama ga ya?
Dlm artikel diatas sudah disebutkan bahwa survey tsb tidak bisa diterapkan di Indonesia. Mungkin mereka takut kalo nanti hasilnya 'orang religius maupun atheist di Indonesia sama2 cerdas'.

Kalo atheis vs agnostik, cerdasan mana?
Agnostik secara harfiah berarti 'tidak tahu' atau tidak punya pengetahuan. Jadi gimana mau ngukur kecerdasannya jal?!

Kesimpulan: Agnostik kecerdasannya tak terukur...