-
Hati-hati Aksi ‘Bule’ Pencari
Cinta di Facebook
Posted on 1 September 2010 by hardyminhard
Aksi bule pencari cinta di dunia maya yang
menjerat kaum Hawa negeri kita bukan barang
baru di negeri belahan Amerika bagian utara dan
Eropa barat. Mayoritas pelakunya terdeteksi dari
Nigeria, sehingga kejahatan ini terkenal dengan
nama Nigerian Sweetheart Scam. Pelaku yang
berkulit hitam ini, memalsukan id entitas dengan
menyebut dirinya sebagai orang kulit putih dari
negeri Eropa atau AS.
Mereka memasang foto yang menarik hati, yang
rata-rata dicomot dari website modeling dari
seantero dunia. Dengan bekal foto yang ganteng
dan kata-kata manis lewat chatting atau email,
perempuan mana yang tidak akan terlena?
Banyaknya korban kejahatan berkedok cinta ini,
bahkan membuat Oprah Winfrey mengudarakan
tema ini dalam Oprah Show pada 2007 silam.
Website perkenalan muda-mudi/situs jodoh di
luar negeri, rata-rata telah memasang
peringatan atas kejahatan cinta ini. Banyak juga
yang menyertakan kisah cinta para korbannya,
sebagai upaya untuk mengerem laju calon
korban.
Pelaku kejahatan ini akan meminta korbannya
yang telah naksir/jatuh cinta pada mereka untuk
mengirim uang untuk kepentingan studi,
keluarga yang sakit, bisnis, dan banyak lagi
alasan gombal.
“Mereka biasanya beroperasi dengan skema:
penipu mengupload foto palsu yang atraktif,
mayoritas kasus foto berkulit putih. Mereka
berpura-pura sebagai orang asing yang bekerja
di Nigeria atau Ghana (biasanya mereka
mengaku asli AS dan Inggris, tapi bisa juga
Kanada, Australia, dan negara Eropa lainnya,”
demikian peringatan di situs kencan asing,
Dating More.
“Harap diingat: orang kulit putih di Nigeria atau
Grana yang berhubungan dengan Anda lewat
situs kencan atau situs jejaring sosial selama
100 persen penipuan. Tidak ada perkecualian.
Tidak ada insinyur kulit putih atau model
wanita yang terjebak di sana. Itu selalu
penipuan. Jika Anda seketika menghentikan
berhubungan dengan mereka, maka Anda akan
selamat.”
Pria bule penjahat cinta tidak hanya sekali
menipu korban incarannya. Jika sekali saja
korbannya mau mengirimkan uang, pria tersebut
tidak akan sungkan untuk meminta lebih banyak
lagi, lagi dan lagi.
Pengalaman itulah yang menimpa Risa, salah
satu pembaca detikcom yang mencurahkan
perasaanya ke detikcom, Selasa (31/8/2010).
Risa telah kehilangan lebih dari US$ 2.500 atau
sekitar Rp 23 juta.
“Saya pernah punya pengalaman dengan bule
yang bernama Richard Kennethson
(xwyte2002@yahoo.co.uk / +447035971670).
Dia mengaku duda dengan 2 anak dan tinggal di
Bedfordshire. Saya menerima message dari dia
di situs myyearbook.com ,” kata Risa.
Richard gencar merayu Risa melalui email
hingga chatting di Yahoo Messenger (YM). Pria
yang mengaku dari Inggris itu berjanji akan
mengunjungi Risa di Indonesia.
“Tetapi kemudian dia mengatakan kalau
mendapatkan tugas ke Nigeria selama 7 minggu.
Selama dia berada di sana, kami tetap kontak
melalui YM. Dia juga memberikan no.
teleponnya : +2348055219774. Kemudian dia
mengirimkan copy e-tiket ke Jakarta pada
tanggal 27/5/2009 ,” katanya.
Namun dua minggu sebelum tanggal
keberangkatan ke Indonesia, Richard mengaku
ditawari pekerjaan oleh pemerintah Nigeria
dengan kontrak kerja US$ 180.000. Tetapi
kemudian dia mengatakan ada kendala waktu
mengesahkan kontrak tersebut ke Kedutaan
Inggris, karena dia harus membayar fee sebesar
US$ 1.700.
“Jika kontrak tersebut sudah disahkan maka
pemerintah akan memberikan DP sebesar US$
180.000. Kemudian saya diminta untuk mengirim
uang itu (US$ 1.700) ,” katanya.
Karena sudah percaya, Risa lantas mengirim
uang itu melalui Western Union (WU) ke Nigeria.
Namun penipuan belum selesai, Risa kembali
diminta mengirim uang US$ 800 untuk keperluan
kontrak tersebut.
“Lagi-lagi saya mengirimkan uang itu melalui
WU ,” kata Risa.
Saat itu, Risa masih belum menyadari dirinya
sedang diperas oleh pria yang mengaku bule itu.
Risa baru ngeh dirinya tertipu ketika satu hari
sebelum hari keberangkatannya ke Indonesia,
Richard tidak muncul di YM.
Baru di hari H, Richard muncul di YM untuk
mengatakan, penerbangannya harus ditunda
karena masih ada urusan terkait kontrak.
Richard mengaku membutuhkan uang US$ 600
lagi untuk mencairkan cek US$ 180.000 dari
pemerintah Nigeria.
“Kali ini saya tidak mau mengirimkan uang
karena saya mulai menyadari kalau saya telah
ditipu. 2 minggu setelah dia minta uang terakhir
kalinya, dia masih sempat menyapa di YM tapi
kebetulan saya tidak sempat membalas dan
sejak saat itu dia tidak pernah muncul lagi,”
cerita Risa.
Risa mencoba mengirim email ke Richard.
Namun hingga kini tidak ada balasan. “Telepon
juga tidak diangkat ,” kata Risa.
Seperti perempuan lainnya yang menjadi korban,
Risa juga tidak ingin ada korban lagi. Risa kini
sudah mengikhlaskan uang tersebut, namun dia
mengaku penasaran dengan sosok Richard yang
telah menguras hartanya itu.
“Apakah dia termasuk salah satu anggota penipu
itu ataukah dia ‘bekerja’ sendiri dengan modus
yang berbeda? Saya benar-benar penasaran ,”
kata Risa.
Lain halnya dengan Jenice, bukan nama
sebenarnya. Gadis itu harus kehilangan Rp 14
juta karena jatuh hati terhadap pria bule
bernama Williams Jones.
Kepada Jenice, pria yang mengaku tinggal di
Manchaster, Inggris, itu berprofesi sebagai
insinyur. Willy, demikian pria itu ingin disapa,
merupakan duda dengan satu anak.
“Dia itu mengaku duda satu anak. Dia bilang,
sangat sayang sama anak-anak ,” kata Jenice
saat berbincang dengan detikcom, Selasa
(31/8/2010).
Jenice mengatakan, perkenalannya dengan Willy
dimulai saat dirinya bergabung ke jejaring sosial
Tagged.com, Juli lalu. Saat itu, Willy
mengiriminya sebuah email dan mengajak
berkenalan.
“Setelah aku gabung di Tagged, banyak email
yang masuk mengajak kenalan. Semuanya
sudah kubalas, tapi Si Willy ini kok terus
menerus reply emailnya. Akhirnya kami saling
berbalas email, termasuk tukar menukar foto,”
cerita Jenice.
Setelah kurang lebih seminggu saling berbalas
surat elektronik, Jenice dan Willy pun saling
bertukar ID Yahoo Messenger (YM). Melalui
chatting ini, Willy semakin gencar merayu
Jenice. Sementara, Jenice yang memang single,
membuka hatinya untuk Willy.
“Dia itu manggil aku honey, dia juga cerita soal
kehidupan cintanya yang disakiti perempuan.
Aku jadi terharu dengernya ,” kata Jenice.
Kurang lebih dua minggu keduanya intensif
berchatting ria, Willy mulai melancarkan
aksinya. Willy mengatakan akan berbelanja
untuk Jenice, perempuan yang selalu disebutnya
sebagai orang spesial di hidupnya.
“Dia bilang, katanya mau belanja sama ibunya.
Dia juga bilang mau sekalian belanja buat aku,”
katanya.
Jenice mengaku sempat menolak apa yang akan
diberikan Willy itu. Namun dengan kata-kata
romantis, Jenice akhirnya tak kuasa
menolaknya.
“Saya kan tanya, buat apa barang-barang itu?
Nggak usah. Tapi dia bilang, kamu kan orang
spesialku, jadi nggak apa-apa. Terus aku mikir,
ya kan dia yang mau ngasih, aku nggak minta,”
kata Jenice.
Keesokan harinya, Willy mengatakan paket untuk
Jenice yang berisi perhiasan, laptop, bunga, dan
uang segera dikirim. Willy mengatakan, uang
yang diselipkan di laptop itu akan digunakannya
saat berlibur ke Indonesia akhir tahun nanti.
Jenice hanya diam saja saat Willy mengatakan
soal paket itu. Jenice mengaku tidak silau oleh
barang-barang yang disebutkan Willy. “Saya
sama sekali tidak tertarik dengan barang-barang
itu, tapi saya sudah percaya sama dia,” katanya.
Sekitar 3 hari setelah Willy mengatakan
mengirim paketnya, Jenice ditelepon oleh
seorang perempuan yang mengaku bernama
Zarina. Perempuan berlogat melayu kental itu
mengaku dari perusahaan kargo, tempat Willy
mengirim paketnya.
“Dia bilang, paket untuk saya itu berisi barang
mewah, jadi perlu pajak agar barangnya bisa
dikirimkan. Pajaknya Rp 14 juta ,” kata Jenice
menirukan Zarina.
Mendengar jumlah yang tidak sedikit itu, Jenice
terbelalak. Di dalam rekeningnya, tidak ada uang
sebesar itu. Namun Zarina berusaha meyakinkan
Jenice agar mencari uang Rp 14 juta agar paket
itu sampai kepadanya.
“Aku cerita sama teman, dan dia langsung
bilang, ya sudah, ambil saja ,” kata Jenice.
Teman inilah yang meminjamkan uang kepada
Jenice untuk diberikan kepada Zarina.
Jenice mengatakan, uang Rp 14 juta itu dikirim
melalaui Western Union (WU), ditujukan kepada
Siti Mustika, pimpinan kargo. Saat mengirim,
Zarina tidak memberitahu alamat lengkap Siti
Mustika atau perusahaan kargo tersebut.
“Dia cuma bilang Siti Mustika di Kuala Lumpur ,”
kata Jenice.
Tak lama setelah Jenice mengirim uang, Zarina
kembali menelepon Jenice. Zarina meminta kode
dari WU yang akan digunakan Siti Mustika untuk
mengambil uang kiriman Jenice. Zarina juga
mengatakan, paket saya kini berada di tangan
Mr. Robinson yang akan segera dikirimkan ke
Indonesia.
Keesokan harinya, seseorang yang mengaku
bermana Robinson memang menghubungi
Jenice. Namun Robinson bukannya ingin
mengirimkan paket Jenice. Robinson malah
meminta uang sekitar Rp 17 juta kepada Jenice.
“Dia bilang, paket saya itu ada uang sangat
banyak, jadi dia minta saya bayar agar paket itu
bisa dikirim. Menurut Robinson, jika tidak
dibayar, paket itu tidak bisa masuk ke Indonesia
karena bisa dikira sebagai dana teroris ,” cerita
Jenice.
Kepada Robinson, Jenice mengaku tidak
memiliki uang lagi. Bahkan Jenice meminta agar
Robinson menghubungi Willy untuk urusan
pembayaran itu. “Saya bilang, telepon Pak Willy
saja ,” kata Jenice.
Jenice pun berusaha menghubungi Willy. Namun
Willy malah memintanya untuk mencari uang
untuk membayar biaya tersebut. “Dia malah
bilang, coba ditawar saja minta diturunkan ,”
cerita Jenice.
Saat itulah, Jenice menyadari dirinya sedang
menjadi target penipuan. Apalagi seorang
temannya memberitahu soal adanya penipuan
yang modusnya mirip seperti yang dilakukan
Willy. “Dia itu teman yang waktu itu bilang ambil
saja paketnya ,” kata Jenice.
Selama ini, Jenice tidak menaruh curiga
sedikitpun. Perbincangan dengan Willy berjalan
sangat normal dan tidak ada yang
mencurigakan. Lagipula, perilaku Willy saat
chatting juga terlihat seperti orang yang memiliki
kesibukan. Willy juga sempat menghubunginya
melalui telepon dengan kode negara Inggris.
Semua itu membuat Jenice percaya pada pria
itu.
“Waktu chatting, dia itu kelihatan sibuk kerja.
Misalnya dia bilang, sorry ya, lagi ada tamu
sebentar. Baru nanti balik lagi untuk chatting.
Ngomong bahasa Inggrisnya juga british
banget ,” kata Jenice.
Namun saat itu, uang Rp 14 juta yang
dipinjamnya dari seorang teman sudah
melayang. Jenice mengaku tidak bisa berbuat
apa-apa lagi. Jenice hanya berharap, tidak ada
lagi perempuan yang tertipu oleh orang-orang
seperti Willy.
Posting Permissions
- You may not post new threads
- You may not post replies
- You may not post attachments
- You may not edit your posts
-
Forum Rules