Page 1 of 6 123 ... LastLast
Results 1 to 20 of 114

Thread: [ngobrol] Menemukan hakikat diri?

  1. #1
    pelanggan tetap Alip's Avatar
    Join Date
    May 2011
    Posts
    1,636

    [ngobrol] Menemukan hakikat diri?

    Sebenarnya saya sedang membiasakan diri dengan Google Translate, karena belakangan ini dan ke depannya nanti di kantor, saya akan banyak terlibat dalam penerjemahan naskah. Lumayan kalau tinggal mengedit ketimbang mulai dari awal.

    Nah, kebetulan ketika sedang pilih-pilih buku di amazon, saya sampai ke buku ini dan menemukan salah satu ulasan yang menarik. Jadilah dia saya pakai untuk latihan terjemahan.
    Setelah selesai, kok menarik juga untuk dibawa ke sini... jadi beginilah hasil terjemahannya;

    Pertama, ulasan dari penerbitnya dulu, supaya kita tahu tema buku ini;
    Steve Olsher, Pendiri The Reinvention Workshop dan Reinvention Radio, mengungkapkan prinsip dan latihan yang telah diuji di lapangan selama lebih dari 20 tahun dalam mengubah hidup dan memandu Anda untuk menjadi siapa Anda sesungguhnya.

    Pemenang penghargaan USA Newsbook '"Self-Help Book of the Year Award," Journey To You digambarkan sebagai "What Color is Your Parachute?” dikombinasikan dengan “The Secret”, dan memungkinkan pembaca untuk mewujudkan perubahan positif yang permanen tanpa harus bergelut dengan nasihat-nasihat tidak efektif yang sering ditemukan di banyak buku self-help.

    Journey To You menyajikan cetak biru praktis kehidupan yang mengajarkan Anda untuk mencapai perubahan di tingkat terdalam - perubahan yang selamanya akan melekat dalam diri Anda dan menjadi tak terpisahkan dari pikiran dan tindakan Anda.

    Menyelesaikan Journey To You, Anda akan :
    • Berhubungan kembali dengan siapa Anda sebenarnya.
    • Mengasah kemampuan di bidang di mana Anda diciptakan untuk unggul.
    • Memanfaatkan bakat bawaan Anda.
    • Mengungkap dan menghilangkan hambatan yang Anda ciptakan secara tidak sadar.
    • Hidup dengan arah dan fokus yang jelas dengan menerapkan SLAP (Seven Life Altering Principles).
    • Identifikasi ‘SIAPA’ Anda - yaitu panggilan hakiki Anda - dan menetapkan rencana aksi untuk mencapai keberhasilan sesuai takdir Anda.
    • Membuat referensi ringkas yang mengidentifikasi tujuan hidup dan inspirasi Anda.

    Nah, kemudian begini ulasan salah satu pembaca;

    Benar-benar mengecewakan dan menipu.

    Pertama, saya ingin mengatakan bahwa saya suka buku jenis ini. Saya menghargai Steve Olsher yang telah berusaha dan menulis buku semacam ini, untuk membantu orang untuk mengenal diri mereka sendiri dan peran mereka dalam masyarakat yang lebih luas.

    Bagian pertama dan kedua buku ini sangat baik. Bagian satu tentang menetapkan landasan pemikiran dan mengenalkan 'empat tahap belajar', sementara bagian dua berbicara tentang '7 prinsip mengubah hidup '. Saya pribadi tidak mendapatkan banyak pelajaran baru dari sini karena saya sudah tahu dan pernah menyelesaikan semua latihan ini sebelumnya (dan melakukannya lagi sekarang).

    Tapi bagian 3 adalah di mana saya tidak setuju dengan buku ini. Bagian 3 berbicara tentang menemukan SIAPA Anda. Menurut buku ini: "SIAPA Anda adalah hakikat unik tentang Anda, bakat bawaan Anda, hal yang paling alami bagi Anda, dan Anda akan dengan senang hati melakukan hal-hal yang sesuai dengan SIAPA Anda tanpa dibayar sepeser pun. Adalah penting untuk mengidentifikasi SIAPA Anda dan mulai hidup sebagai diri sejati Anda..."

    Saya menyelesaikan seluruh buku, menghabiskan banyak waktu dan tenaga, tapi akhirnya kecewa. Saya tidak menemukan ‘jalan hidup'. Tentu, saya punya banyak ketertarikan dalam hidup, tapi saya belum menemukan apa pun yang bisa saya jadikan hakikat dari kehidupan saya. Dan bahkan jika saya memilih satu dari beberapa ketertarikan saya itu, saya akan melawan nilai-nilai saya yang lain. Jadi saya tidak banyak mendapat pencerahan dari buku ini, dan menyimpannya dengan pikiran "oh, mungkin itu hanya saya saja, saya belum siap untuk menemukan saya ‘SIAPA’. Saya harus lebih dewasa lagi"

    Mengapa penulis menganggap kita semua memiliki ‘SIAPA’? Mengapa ia pikir kita semua memiliki ‘peran hakiki' yang menjadi pusat kehidupan kita? Ini adalah asumsi yang sangat besar. Bagi saya, ini hanya dampak dari tekanan masyarakat yang mengendap di dalam diri kita. Dari usia muda, kita akan ditanya "mau jadi apa bila sudah besar?" dan "kamu mau kerja sebagai apa?". Masyarakat mencoba untuk memaksakan profesi tertentu pada kita.

    Saya sudah mencari ‘hakikat SIAPA’ saya sedemikian lama, sampai saya sadari: "Selama ini saya hanya mengikuti asumsi, mengapa saya harus memiliki ‘SIAPA’? Mungkin itu bukan hanya saya, tapi juga orang lain, dan saya telah membiarkan diri saya tertipu selama ini. ".

    Sejak beberapa minggu ini saya sudah berhenti mencari ‘hakikat SIAPA’ saya dan merasa jauh lebih damai (setelah bertahun-tahun!). Seolah-olah saya telah menerima bahwa selama sisa hidup ini, saya saya tidak akan pernah menemukan hakikat itu, tapi juga memang tidak perlu.

    Dan buku ini tidak membantu.
    Sekedar iseng... bagaimana pendapat teman-teman;
    • Apakah 'hakikat diri sejati' kita memang ada?
    • Kalaupun ada, pentingkah kita menemukannya?
    • Pentingkah kita bekerja di bidang yang sesuai dengan hakikat tersebut?
    • Kalau misalnya kita bekerja di bidang lain, what do we have to loose?


    Silakan diaduk kopinya (diminumnya sesudah buka)...
    "Mille millions de mille milliards de mille sabords!"

  2. #2
    pelanggan tetap
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    672
    hakikat
    ha.ki.kat
    [n] (1) intisari atau dasar: dia yg menanamkan -- ajaran Islam di hatiku; (2) kenyataan yg sebenarnya (sesungguhnya): pd -- nya mereka orang baik-baik

    diri
    di.ri
    [n] (1) orang seorang (terpisah dr yg lain); badan: ia menyesali -- nya; untuk kepentingan -- nya sendiri; (2) tidak dng yg lain: pekerjaan itu dilakukannya seorang --; (3) dipakai sbg pelengkap beberapa kata kerja untuk menyatakan bahwa penderitanya atau tujuannya adalah badan sendiri: janganlah bunuh -- , kasihanilah anak- anakmu; kami minta -- , hari sudah menjelang magrib; (4) Sas engkau: pergilah -- lekas-lekas

    [v] ber.di.ri v (1) tegak bertumpu pd kaki (tidak duduk atau berbaring): krn bus terlalu penuh, aku terpaksa ~; (2) tegak (tidak terbaring): monumen nasional ~ dng megahnya di atas tanah datar; (3) bangkit lalu tegak: hadirin ~ lalu memberi hormat; (4) telah dijadikan; telah ada (tt negara, perkumpulan, dsb): perkumpulan itu telah ~ sejak tahun 1945; (5) ki bertumpu; mandiri: negara itu ~ di atas kaki sendiri; (6) ki berada (pd pihak, golongan, dsb): saya ~ di pihakmu

    sejati
    se.ja.ti
    [a] sebenarnya (tulen, asli, murni, tidak lancung, tidak ada campurannya): bangsa Melayu ~

    lihat 1jati

    Referensi: http://kamusbahasaindonesia.org/mass...#ixzz2bAIwB1jV

  3. #3
    Barista AsLan's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    9,288
    Hmmm... mau mencari hakikat diri tanpa agama ya...
    Mungkin musti tanya [MENTION=39]ndugu[/MENTION] atau [MENTION=101]purba[/MENTION]
    Kalo yg lain tar ujungnya jadi kotbah agama

  4. #4
    pelanggan tetap Alip's Avatar
    Join Date
    May 2011
    Posts
    1,636
    Tidak ada salahnya juga khan, Lan? Dari sudut pandang agama sekalipun kita bisa dapat perspektif yang berbeda.

    Kalau melihat tema bukunya, sepertinya istilah hakikat tidak diterjemahkan sampai di tataran transenden, cukup sekedar mencari kecenderungan yang membuat kita memilih profesi tertentu. Jadi misalnya, haruskah kita memilih profesi seniman hanya karena kita tampak memiliki kecenderungan ke arah sana? Apakah salah kalau kita tidak memilih jadi seniman? Bahagiakah kita kalau memilih profesi yang berbeda dengan panggilan hati itu? Bahagiakah kita kalau memilih profesi mengikuti kata hati?
    "Mille millions de mille milliards de mille sabords!"

  5. #5
    pelanggan tetap
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    1,352
    Wah, topik berat.
    Nyimak aaah..

  6. #6
    pelanggan setia Yuki's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    Buitenzorg
    Posts
    6,366
    ah biasa aja

    ini "hanya" sekedar penekanan apakah passion dan skill itu berbanding lurus apa tidak dengan profesi yg didapat yg mana itu dikatakan sebagai pemenuhan menemukan hakikat diri

    jadi? Tergantung masing-masing
    CURE SUNSHINE WA KAKKOSUGIRU.

  7. #7
    Chief Cook etca's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    aarde
    Posts
    11,168
    Quote Originally Posted by Alip View Post
    Sekedar iseng... bagaimana pendapat teman-teman;
    • Apakah 'hakikat diri sejati' kita memang ada?
    • Kalaupun ada, pentingkah kita menemukannya?
    • Pentingkah kita bekerja di bidang yang sesuai dengan hakikat tersebut?
    • Kalau misalnya kita bekerja di bidang lain, what do we have to loose?
    ikut nimbrung yak, meski pemahaman saya masih cethek.

    1. Relatif, tergantung sudut pandang masingmasing. Manusia ada tiga macam, menjalani kehidupan dengan 'rasa' dan terlalu banyak mikir, menjalani kehidupan dengan 'berlari' tanpa me'rasa'kan sekeliling. Tapi ada pula yang akan menemukan ketika tidak dicari, artinya dia menemukan di saat retreat flash back melihat ke belakang perjalanan hidupnya.
    2. Relatif, tapi buat saya ga penting. Soalnya bila disibukkan mencari hakikat diri sejati fokusnya jadi berubah haluan. Yang ada keblinger pusing sendiri apabila tidak segera menemukan hakikat dirinya. Berasa kosong. Sementara itu ada hal-hal lain yang menjadi prioritas. Bagi saya hal itu akan merugikan waktu dan tenaga.
    3. Tidak! Semua tergantung bagaimana kita menjalani kehidupan. Kalau kebetulan sesuai mungkin passionnya lebih kelihatan. Jadi lebih bersemangat. Padahal semuanya itu hanya kamuflase. Kalau menguasai bidang tersebut bisa jadi merasa sejalan dengan hakihat diri sejati.
    4. Ya enggak lah.. masak ya iya dong

  8. #8
    pelanggan setia
    Join Date
    May 2011
    Posts
    4,958
    Kalo aku sih pernah bacanya What Colour is Your Parachute, edisi sinopsis
    Dan sepertinya buku itu merupakan jawaban pertanyaan no 3 secara umum.

    Yak...ntar lagi lanjutnya abis buka.
    There is no comfort under the grow zone, and there is no grow under the comfort zone.

    Everyone wants happiness, no one wants pain.

    But you can't make a rainbow without a little rain.

  9. #9
    pelanggan tetap Alip's Avatar
    Join Date
    May 2011
    Posts
    1,636
    Thank you banget, Tja... good reflection... jadi dilihat dari sisi karakter manusianya...
    Quote Originally Posted by etca View Post
    Relatif, tergantung sudut pandang masingmasing. Manusia ada tiga macam,
    • menjalani kehidupan dengan 'rasa' dan terlalu banyak mikir,
    • menjalani kehidupan dengan 'berlari' tanpa me'rasa'kan sekeliling.
    tapi kok cuma dua, yang ketiganya yang ini ya???
    Quote Originally Posted by etca View Post
    Tapi ada pula yang akan menemukan ketika tidak dicari, artinya dia menemukan di saat retreat flash back melihat ke belakang perjalanan hidupnya.
    soalnya kalau baca kalimatnya, ini peristiwa penemuannya, bukan karakter/kebiasaan orangnya...

    Quote Originally Posted by tuscany View Post
    Kalo aku sih pernah bacanya What Colour is Your Parachute, edisi sinopsis
    Dan sepertinya buku itu merupakan jawaban pertanyaan no 3 secara umum.
    saya dulu baca edisi unabriged-nya waktu skripsi sudah masuk bab terakhir... soalnya tjemas mau ke mana habis kuliah
    Ditunggu babarannya ya?
    "Mille millions de mille milliards de mille sabords!"

  10. #10
    Chief Cook etca's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    aarde
    Posts
    11,168
    iya yang itu om.

    kalau saya entah kenapa ga suka baca buku pengembangan diri..

  11. #11
    pelanggan tetap Alip's Avatar
    Join Date
    May 2011
    Posts
    1,636
    Sama dengan saya, Tja tanya sama Kandalf tuh, saya tergolong self-help hater. Satu-satunya buku macam itu yg awet di rak saya cuma "7 habits".

    Terus tiga karakter itu, Tja, apakah ada yang paling baik dari ketiganya? Dalam arti ketika kita menyadari bahwa kita bukan karakter yang ideal, kita harus berusaha pindah ke karakter yang lebih baik? Atau memang kita harus terima karakter kita apa adanya? <ini beneran nanya, bukan ngetes >

  12. #12
    Chief Barista cha_n's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    11,544
    baca beberapa kali pertanyaannya saya masih belum nyambung nih *ngemil 8 jam*
    ...bersama kesusahan ada kemudahan...

    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n

    My Little Journey to India

  13. #13
    pelanggan tetap thin.king's Avatar
    Join Date
    Jun 2013
    Posts
    803
    1. ada, manusia itu unik. semua punya campuran bibit yang tidak sama satu dan yang lainnya. saya sih tidak memisah"kan manusia ke dalam kotak" tertentu. everyone is original, kecuali kloningan

    2. yes no. mmm.... tapi dimana jawabannya ya? kalau kita sudah mengenal hakikat diri sejati apakah itu benar benar benar hakikat diri, saya sih selalu merasa ada keraguan, is it me?

  14. #14
    pelanggan sejati ndugu's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    7,681
    napa nih mention2

    saya juga termasuk buku self-help hater nih
    menurutku di antara semua genre buku yang ada di toko buku, jenis buku self-help / motivasi hidup dan sebangsanya adalah termasuk yang paling sampah makanya baca ulasan para pembaca di atas bikin saya ketawa

    great topic btw

    btw, apakah maksud 'hakikat' diri harus berhubungan dengan pekerjaan, ato hanya pencarian hakikat diri aja soalnya menurutku dua topik ini agak berbeda. ato mungkin saya masih kurang mengerti mengenai apa itu hakikat kali ya

    1&2 - i think there is. dan penting ga penting kali ya untuk mencari hakikat diri itu, apalagi kalo kita mengambil prioritas hidup dalam pertimbangan. mengikut istilah thecursed, buat yang 'kenyang' dan mempunyai terlalu banyak waktu di tangannya, mungkin ini hal yang bisa direnungkan dan dicari. tapi buat yang 'laper', biasa hal2 seperti ini cenderung didorong ke dasar daftar prioritas to-do. or even kalo laper-kenyang adalah non-factor, kurasa sifat orang itu sendiri juga bisa berperan. jenis perenung ato bukan

    speaking for myself though, buatku pencarian diri ini is a life-long journey ya. sampe skarang pun saya masih sering menanyakan diri mengenai ini. masih ababil

    3&4 - kondisi ini tentu saja adalah 'ideal', but by no means mandatory. melakukan kerjaan yang lebih cocok dan pas dengan panggilan hati tentu membuat aksi bekerja terasa lebih menyenangkan dan tidak membebankan.

    di sini saya tidak mengerti mengenai arti hakikat. apakah hakikat ini berhubungan dengan "bidang" pekerjaan (as in industry), ato pekerjaan sesuai personality? misalnya (a) bekerja di organisasi non-profit, tidak peduli posisi apa. ato (b) bekerja di jenis pekerjaan yang banyak berinteraksi dengan manusia, tidak peduli di bidang industri apa.

    and if i may add, seperti yang udah saya post sebelumnya di thread sebelah (shameless plug ), apakah identitas manusia selalu harus terikat pada definisi pekerjaan / peran hidupnya?

  15. #15
    pelanggan setia Yuki's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    Buitenzorg
    Posts
    6,366
    menurut ndugu, selain parameter profesi, apa lagi yg bisa menunjukkan hakikat diri seseorang?

    pandangan hidup mungkin....?

    ---------- Post Merged at 09:18 PM ----------

    menurutku di antara semua genre buku yang ada di toko buku, jenis buku self-help / motivasi hidup dan sebangsanya adalah termasuk yang paling sampah
    sangat setuju
    CURE SUNSHINE WA KAKKOSUGIRU.

  16. #16
    pelanggan setia Alethia's Avatar
    Join Date
    Jan 2012
    Posts
    4,095
    jika diriku ternyata adalah keresek hitam..apakah aku mau jadi keresek hitam? belum tentu.
    jika diriku adalah orang baik, apakah aku sudah benar2 baik? belum tentu.

    katanya aku adalah kekasih Tuhan, tapi apakah aku sudah mencintai dengan benar? terkadang, namun jarang

    jadi, diriku atau bukan, aku adalah senyata-nyatanya aku di mata orang lain.
    penting atau tidak, aku tidak suka mengembang. aku pgn kurus..kayak sophia latjuba.
    betapa terkutuknya banana split!
    Jangan kamu bilang dirimu kaya, bila tetanggamu memakan bangkai kucingnya.
    -Rendra

  17. #17
    pelanggan tetap purba's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Posts
    1,672
    Ane masih nonton aja nih...

    Tapi ada satu yg ane kagak setuju, buku apapun tidak ada yg sampah. Pernah ente menulis sebuah buku? Apa buku ente? Boleh ane baca?

  18. #18
    pelanggan tetap
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    1,352
    Masih nyimak lagi.
    Bentaran ikutan nimbrung.

  19. #19
    pelanggan setia serendipity's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Location
    Jakarta
    Posts
    4,775
    Saya termasuk yg sering mampir ke zona self help loh kenapa? karna saya pikir gak ada orang yg gak pengen menolong dirinya sendiri.
    Kalo bukan saya yg mau nolong diri saya, masa saya ngarepin orang yg baru sekali ketemu untuk menolong dan membantu? wah yg ada nanti dia ngejudge saya seenaknya

    Apakah 'hakikat diri sejati' kita memang ada?
    Mengenai hakikat diri, semua org punya. Masalahnya masih ada yg belom menemukannya. Dan proses menemukannya ternyata tidak mudah.
    Tidak mudah karna masih banyak yg belom berani membuat keputusan terhadap dirinya sendiri

    Pentingkah kita bekerja di bidang yang sesuai dengan hakikat tersebut?
    Penting. Tapi gak semua orang mampu bekerja di bidang yg sesuai hakikat, karna masalah ekonomi dan kebutuhan hidup.
    saya masih realistis, belom berani menempuh resiko yg ada. Nanti kalo udah ngumpulin uang n modal keberanian baru dilakukan

  20. #20
    Chief Cook etca's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    aarde
    Posts
    11,168
    Akkkhhh kapan dikumpulnya sih??
    ini pada nunggu2 semua..

    Quote Originally Posted by Alip View Post
    Terus tiga karakter itu, Tja, apakah ada yang paling baik dari ketiganya? Dalam arti ketika kita menyadari bahwa kita bukan karakter yang ideal, kita harus berusaha pindah ke karakter yang lebih baik? Atau memang kita harus terima karakter kita apa adanya? <ini beneran nanya, bukan ngetes >
    paling baik?
    paling baik menurut siapa?
    lantas parameter baik itu apa?

    pindah ke karakter yang baik..? *uhuk*
    /jeda minum dulu...

    abisnya yang lain juga pake acara nunggu2 yang lain siyyy...

    eh mau komen soal 'sampah'.
    garagara diksi 'sampah'. bisa jadi rame yak kalau dikaji lebih jauh..

Page 1 of 6 123 ... LastLast

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •