Padahal, saya rasa kalau Anda dapat memahami Teori Relativitas Khusus, itu artinya kemampuan matematika Anda sudah amat baik. Tidak serumit Relativitas Umum tentu saja, tapi transormasi Lorentz yang digunakan di relativitas khusus juga memerlukan kemampuan matematika tingkat lanjut.
Saya berusaha seminim mungkin menghindari penggunaan rumus. Untuk kasus Schrödinger bdi atas, hanya hanya memancing dan memberi latar, mengapa paradoks yang sebenarnya amat sederhana itu ditanggapi serius oleh fisikawan karena berkaitan dg rumus yang sangat valid dan "berguna".
Dan tampaknya, saya harus merevisi ulang tulisan Relativitas Umum saya, karena teori ini formalismenya amat sulit dengan banyaknya besaran tensor yang terlibat. Padahal, ketika Relativitas umum lahir, konon hanya ada 3 orang di dunia saja yang mengerti saking rumitnya (meski bagi yang sudah mempelajari matematika gaussian bukan masalah besar). Dan jauh lebih mudah menjelaskan relativitas umum dalam bentuk persamaan ketimbang kata-kata (asal sudah familiar dengan matematika gaussian).
untuk masalah seperti Higgs boson, perburuan partikel elementer, materi gelap, dll sepertinya saya sudah memiliki intisari sederhananya yang tanpa rumus. Nanti akan saya cantumkan juga di sini.
yang saya sebutkan berada dalam konteks era kelahiran mekanika kuantum. era dimana faham deterministik masih amat kuat sampai-sampai Einstein sendiri tidak suka dengan impilkasi teorinya. Zaman tersebut, dimana filsafat yang menjadi "penafsir" sains pun masih terbelenggu faham newtonian, descartian dan laplacian, gebrakan atas implikasi mekanika kuantum pasti membuat gelisah dan keterkejutan bagi banyak orang.
formalisme fisika klasik yang dianggap sudah solid dan diterima sebagai kebenaran yang tidak terbantahkan, tiba-tiba diberikan alternatif baru yang bertentangan, namun sama-sama tidak terbantahkan. Pada masanya, pasti banyak orang bingung dan tak terpercaya atas adanya dualisme (atau lebih) dalam sains ini, terlebih bagi penganut filsafat auguste comte.
Dan juga faham deterministik yang meyakini bahwa semesta bekerja dengan penuh kepastian dan ketetapan. Lalu datang tafsiran yang menyatakan bahwa semesta bekerja secara acak, "kebetulan", dan coba-coba. saya rasa perlu keberanian besar untuk mau menerima "kenyataan" ini. Bahkan bagi sebagian orang, untuk sekedar mempelajarinya pun sudah terlarang.
Di forum yang lama, saya menulis banyak hal mulai dari mekanisme kerja enzim hingga sains sehari-hari. Matematika termasuk di dalamnya. Bahkan saya sempat membahas Millenium problem dan pengantar atas solusi dari tantangan terakhir Fermat. Namun, untuk membahas matematika, saya masih kesulitan menguraikan dalam bentuk narasi karena matematika sangat bergantung pada simbol-simbol dan formulasi yang justru bakal membingungkan jika diuraikan dalam kata-kata. itu sebabnya kebanyakan yang saya tulis masih berupa Fisika, yang lebih mudah diuraikan karena langsung berkaitan dengan fenomena fisik yang mudah dibayangkan.
mengingat pembaca forum ini beragam, saya kemungkinan hanya akan mencantumkan matematika populer dan sederhana saja, yang tidak menuntut "penurunan rumus". tapi tak menutup kemungkinan suatu hari saya akan sampai ke sana. Atau lebih baik lagi jika Anda juga berkenan untuk berbagi pengetahuan di sini. Untuk itu, saya akan berterima kasih sekali.
![kopimaya [dot] kom - Secangkir Kehangatan di Dunia Maya - Powered by vBulletin](images/misc/vbulletin4_logo.png)






eh menjebakkan diri ding. 

Reply With Quote
