cara terbaik untuk memahami mengapa eksperimen khayal Schrödinger dianggap paradoks dan apa implikasinya, adalah dengan memahami secara utuh proses dan produk persamaannya. Schrödinger mengajukan paradoks tsb karena dia tidak suka dengan persamaan yang dia buat sendiri. Meski penemuan lanjutan kemudian mematahkan argumen Schrödinger ini, namun tantangan ini bukan yang pertama dan terakhir. Einstein yang sudah menunjukan ketidaksukaannya thp mekanika kuantum sejak pertama teori ini dirumuskan (ironisnya, Einstein adalah kontributor utama dan pendiri teori ini), kelak bersama koleganya, Podolski, Rosen, mengajukan tantangan yang lebih menarik dan lebih dahsyat bernama Paradoks EPR.

Jika sempat, saya mungkin akan membahas Paradoks EPR. Jika tidak, cukup sampai Prinsip Ketidakpastian saja. Soalnya harus mengubek-ubek dulu arsip tulisan lama.

Jika tidak sabar untuk menelaah apa itu EPR, bisa membaca tautan berikut (yg juga disertai paper asli)
http://www.drchinese.com/David/EPR_Bell_Aspect.htm