Berhubung salah satu forum ditutup, saya ingin menitipkan beberapa tulisan yang terselamatkan di sini. Untuk perkenalan, saya mulai dengan info-info ringan dahulu ala On the Spot dengan tema ringan (tenang saja, saya yakin tulisan saya bukan salinan dari blog-blog tentang fakta unik yang tersebar dimana-mana). Untuk ke depannya, mungkin akan sempat membahas teknis tentang fisika kuantum, relativitas, teori dawai, evolusi, bioenergi, astronomi, biokimia, dan hal-hal lain. Seperti di forum sebelah, saya berusaha menghindari seminim mungkin pencantuman rumus dan perhitungan matematis. Kecuali beberapa bagian yang sulit dihindari. Selamat menikmati. Semoga bermanfaat.

***
10 Fakta tentang Air di Bumi yang Luar Biasa.

Kita tahu, sejak SD, ketika ditanya, “zat apa yang paling penting?” maka jawabannya tidak akan jauh dari air. Faktanya, manusia bisa bertahan lebih lama tanpa makan daripada bertahan tanpa air. Sayangnya, sumber daya air semakin menipis, akibat komersialisasi maupun perubahan iklim. Air bersih bahkan jauh lebih langka lagi. Satu dari sembilan penduduk bumi kesulitan mendapatkan air. 3.4 juta diantaranya meninggal setiap tahunnya karena masalah masalah sanitasi dan hiegenitas, 99% diantaranya terjadi di negara berkembang.


#10. Jumlah air di bumi jauh lebih sedikit dibandingkan yang kamu kira.
Dari pelajaran sekolah, kita tahu, air menutupi hamper 2/3 permukaan bumi (hampir 70%). Samudera-samudera raksasa membuat bumi terlihat berwarna biru dari angkasa sana. Tapi nyatanya, dibandingkan dengan massa dan volume bumi seluruhnya, semua air yang ada di bumi, hanya menutupi lapisan tipis saja dari volume raksasa. Gambar di bawah akan menunjukan betapa dramatis dan sedikitnya jumlah air di planet bumi dibandingkan volume total planet bumi.

Bagaimana bisa jumlah air yang "sedikit" bisa menutupi permukaan bumi hingga 70% dengan kedalaman sampai berkilo-kilo meter? bayangkan satu gelas air yang sudah cukup untuk menutupi sebuah permukaan meja yang lebar.

U.S. Geological Survey menghitung bahwa jika seluruh air di planet bumi dikumpulkan (seluruhnya, tidak hanya yang ada di lautan, namun juga yang ada di dalam sel tumbuhan, manusia, sungai, danau, hingga seluruh es di kutub) hanya akan membentuk bulatan air dengan diameter 1385 km (860 mil), jarak yang kurang lebih sama dari ujung barat pulau Jawa hingga Nusa Tenggara. Jumlah air tawar bahkan jauh lebih sedikit lagi. Hanya akan membentuk bola air dengan diameter sekitar 270 kilometer.

bacaan lebih lanjut:
http://www.universetoday.com/95054/e...han-you-think/
http://ga.water.usgs.gov/edu/earthhowmuch.html


#9. Europa, salah satu bulan di Yupiter, memiliki jumlah air lebih banyak daripada bumi.
Banyak orang mengira Bumi sebagai satu-satunya tempat di tata Surya (bahkan mungkin di seluruh jagat raya) yang memiliki air. Faktanya, Galilean Moons (sebutan untuk 4 satelit terbesar di Yupiter karena ditemukan pertama kali oleh Galileo: Io, Callisto, Ganymede, Europa), memiliki lebih banyak air daripada di planet Bumi sendiri.

Europa bahkan sering diduga memiliki kehidupan karena memiliki jumlah air yang melimpah. Hampir seluruh permukaannya tertutup es, salah satu wujud perubahan molekul air. Namun, selain es, di bawah lapisan es tebalnya, Europa juga memiliki air dalam bentuk cair. Jika jumlah air di Europa dikumpulkan dan dibentuk bola seperti pada fakta #10, maka bola air di Europa akan membentuk volume bola berdiameter 877 km. Seberapa banyak itu? 2-3x lipat jumlah seluruh air di bumi.

(perbandingan air di Bumi dan Europa)
bacaan lebih lanjut:
http://science.nasa.gov/science-news.../16nov_europa/
http://science.time.com/2013/03/15/a...a-jovian-moon/
http://io9.com/theres-more-water-on-...-there-5913104


#8. Dari mana air di Bumi datang pertama kali? Komet dan Asteroid!
Pada saat awal pembentukannya, bumi merupakan bola padat dan panas. Nyaris tidak mungkin terbentuk molekul air saking panas dan tingginya tekanan saat itu. Sebenarnya, tidak ada teori pasti darimana Bumi mendapatkan airnya, namun teori paling kuat dan diterima banyak kalangan ilmuwan adalah teori yang mengatakan bahwa bumi mendapatkan airnya dari komet/asteroid yang berjatuhan menghantam bumi. Menurut teori ini, saat komet jatuh, molekul air yang dibawanya terlepas saat menghantam bumi. Selama 4.6 milyar tahun secara kontinu, kumpulan molekul air dari komet ini membentuk massa air yang sangat besar seperti yang kita lihat sekarang.
bacaan lebih lanjut:
http://www.space.com/13185-comets-wa...ns-source.html
http://www.time.com/time/health/arti...096512,00.html


dan ngomong-ngomong tentang komet…

#7. Mikrometeorit jatuh ke Bumi… seperti hujan, setiap saat!
Selama ini orang mengira bahwa meteor/asteorid hanya jatuh ke planet bumi saat malam hari. Padahal saat siang pun meteor senantiasa menghantam bumi tiada henti. Jika kita mengepel lantai kotor yang tidak memiliki atap, setelah berapa lama lantai tersebut akan kotor lagi. Penyebab utamanya tentu saja debu yang dibawa udara. Tapi jangan lupa, lantai juga bisa kotor karena kejatuhan debu meteor dalam ukuran mikro.

Diperkirakan, ada 10.000 ton mikrometeorit yang menghantam bumi tiap harinya. Jadi, saat kita berjalan di siang hari tanpa payung, ada milyaran “bebatuan kecil” menghantam kepala dan tubuh kita, langsung dari luar angkasa. Dan para ilmuwan percaya, selama milyaran tahun ini, mikrometeorit (dan juga meteorit besar) berkontribusi dalam menyumbang beberapa mineral penting bagi planet bumi termasuk logam besi.

(banyak diantara mikrometeorit ini sangat kecil hingga kasat mata)
bacaan lebih lanjut:
http://geologicnow.com/8_Thompson.php
http://suite101.com/article/its-rain...-daily-a371128
http://tinyurl.com/9vh8x4g


#6. Ada 1030 jumlah virus di seluruh lautan.
Pada tahun 2005, ada sebuah paper yang diterbitkan di jurnal sains Nature yang menghitung jumlah virus di seluruh lautan di dunia. Dalam risetnya, Curtis Suttle dari Univ. British Columbia menghitung bahwa untuk setiap liter air laut, ada 3 milyar virus. Artinya, dari 1.3x1021 liter air di lautan, ada 4x1030 virus di dalamnya.

Sulit membayangkan angka sebanyak itu? Bayangkan jika jarak bumi-matahari 150 juta kilometer, maka jika merentangkan virus kasat mata dari seluruh lautan itu, dan menjejerkannya di antara bumi dan matahari, maka untaian virus tersebut akan bisa direntangkan 630 milyar kali bolak-balik dari Bumi ke Matahari. Ya, untaian akan memanjang sejauh 10 juta tahun cahaya (saya tidak menggunakan satuan kilometer lagi saking angka nolnya terlalu banyak).

Sulit membayangkan sepanjang apa 10 juta tahun cahaya? Galaksi Bimasakti, tempat kita tinggal hanya berdiameter 100 ribu tahun cahaya. Saking panjangnya untaian virus dari lautan di bumi, maka kita bisa merentangkan virus-virus tersebut dari Bumi hingga galaksi Andromeda sebanyak lebih dari 4 kali! Andromeda sendiri merupakan galaksi terdekat dari Bimasakti yang berjarak 2.5 juta tahun cahaya, sekaligus benda terjauh yang bisa dilihat mata manusia tanpa teleskop.

Dengan jumlah virus sebanyak itu, masih berani berenang di air laut?
bacaan lebih lanjut:
http://www.ocgy.ubc.ca/~suttle/
http://www.nature.com/nature/journal...ture04160.html
http://www.itsokaytobesmart.com/



(bagian 1--bersambung)