Page 1 of 2 12 LastLast
Results 1 to 20 of 32

Thread: Paling jelek sakdunia

  1. #1
    pelanggan tetap Alip's Avatar
    Join Date
    May 2011
    Posts
    1,636

    Paling jelek sakdunia

    Alhamdulillah, akhirnya bisa ngomong ke boss kalau di Indonesia tanggal segini dipaksa cuti sama pemerintah...

    Ceritanya ketemu artikel ini karena searching mau ikutan relawan program mengajar yang diselenggarakan kakak saya, Anis Baswedan... kok topiknya menarik... berikut hasil terjemahan mBah Google dengan sedikit editing
    (cuma jadi editor nek!!!)

    Quote Originally Posted by aljazira
    aljazira
    Mendidik Indonesia

    101 East menyelidiki mengapa sistem pendidikan di Indonesia adalah salah satu yang terburuk di dunia.

    Peserta di Indonesia Mengajar, sebuah program yang didanai oleh perusahaan swasta dan dijalankan oleh tokoh pendidik Anies Baswedan, diberikan pelatihan bertahan hidup ala tentara sebelum dikirim. Tapi mereka bukan tentara, mereka adalah profesional terdidik yang dikirim ke pelosok terpencil nusantara untuk mengajar sebagai relawan di beberapa sekolah paling miskin di Indonesia.

    Para guru relawan harus berurusan dengan salah satu sistem pendidikan terburuk di dunia. Indonesia baru-baru ini menduduki peringkat terakhir dalam sebuah laporan pendidikan yang menengarai tingkat buta huruf, hasil tes, tingkat kelulusan dan tolok ukur utama lainnya di 50 negara. Hanya sepertiga dari siswa Indonesia - di negara di mana 57 juta bersekolah – menamatkan sekolah dasar, dan sistem pendidikan terkendala oleh pengajaran yang buruk dan korupsi.

    Pendidik dan komentator Indonesia mengecam sistem sekolah negara yang lebih menekankan pada belajar menghafal daripada berpikir kreatif. Budaya pengajaran yang bermuara pada ketaatan serta pendekatan kaku studi agama dirujuk sebagai masalah utama.

    Ahli pendidikan mengatakan kurang dari setengah dari guru negara memiliki kualifikasi minimum untuk mengajar dengan baik dan menyoroti ketidakhadiran guru sekitar 20 persen. Banyak guru sekolah umum bekerja sampingan di luar kelas untuk meningkatkan pendapatan mereka.

    Korupsi juga marak di sekolah-sekolah dan universitas - dengan orang tua seringkali harus membayar suap untuk anak-anak mereka agar bisa lulus ujian atau membayar untuk layanan yang harus disediakan oleh negara.

    Indonesian Corruption Watch mengklaim sangat sedikit sekolah di negara yang bersih dari korupsi, penyuapan atau penggelapan - dengan 40 persen dari anggaran mereka tersedot sebelum mencapai kelas.

    Sementara itu, jutaan dolar dalam bantuan asing dituangkan ke dalam sistem pendidikan di negeri ini, mengingat belanja pemerintah hanya sebagian kecil dari PDB pada sekolah. Beberapa pengamat internasional bertanya mengapa Indonesia masih mengandalkan pendanaan eksternal untuk pembangunan sekolah mengingat bahwa itu telah terdaftar sebagai negara berpenghasilan menengah dengan Bank Dunia.

    Menanggapi kritik, pemerintah Indonesia memperkenalkan kurikulum baru dalam upaya untuk menyederhanakan pendidikan, memangkas tingkat putus sekolah dan memproduksi lebih banyak PhD. Salah satu proposal pemerintah yang paling kontroversial adalah menghapuskan atau menunda pengajaran sains, geografi dan bahasa Inggris di sekolah dasar dan memperkenalkan mata ajar wajib yang mempromosikan identitas nasional dan nilai-nilai patriotik.

    Banyak pendidik khawatir bahwa ini bisa mendorong Indonesia kembali ke Zaman Batu di dunia yang cepat mengglobal. Mereka berpendapat bahwa tahun-tahun awal anak adalah waktu untuk menyediakan mereka dengan pendidikan yang lebih formatif menggunakan pemikiran kritis, terutama mengingat tingginya tingkat drop-out setelah lulus sekolah dasar.

    Namun pemerintah membela perubahan kurikulum dengan menyatakan bahwa mereka mencoba untuk menyederhanakan sistem sekolah yang dikritik karena sekolah dasar dibebani dengan terlalu banyak mata pelajaran.
    Lucunya, banyak komentar di artikel itu yang menyebutkan bahwa sekolah Indonesia sekarang banyak mendapat dana dari Qatar dan Saudi dengan imbal balik kurikulum keagamaan yang akan lebih membuat negeri ini jadi lebih terbelakang, mengingat konsep agama kedua negara tersebut.

    Melihat utasannya Etca di sini, yuk masukkan anak-anak ke sekolah yang mengajarkan berpikir, bukan menurut... biasakan demokrasi dan diskusi di rumah, dan sesekali jadilah relawan di sekolah-sekolah setempat.
    "Mille millions de mille milliards de mille sabords!"

  2. #2
    pelanggan tetap RAP's Avatar
    Join Date
    Jun 2012
    Location
    Jakarta
    Posts
    920
    Setuju banget sama om [MENTION=249]Alip[/MENTION].
    Pingin banget deh jadi relawan, Dan udah lama kagum dengan apa yg dilakukan pak Anis.
    Om dong kasih info ttg ini lebih lengkap

  3. #3
    pelanggan setia Yuki's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    Buitenzorg
    Posts
    6,366
    yg paling bagus sakdunia negara sopo nek?
    CURE SUNSHINE WA KAKKOSUGIRU.

  4. #4
    Chief Cook etca's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    aarde
    Posts
    11,168
    Peserta di Indonesia Mengajar, sebuah program yang didanai oleh perusahaan swasta dan dijalankan oleh tokoh pendidik Anies Baswedan, diberikan pelatihan bertahan hidup ala tentara sebelum dikirim. Tapi mereka bukan tentara, mereka adalah profesional terdidik yang dikirim ke pelosok terpencil nusantara untuk mengajar sebagai relawan di beberapa sekolah paling miskin di Indonesia.
    Topik Indonesia Mengajar pernah saya buat threadnya khusus.

  5. #5
    pelanggan setia Ronggolawe's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    5,137
    ...sekolah Indonesia sekarang banyak mendapat dana dari Qatar dan Saudi dengan imbal balik kurikulum keagamaan yang akan lebih membuat negeri ini jadi lebih terbelakang...
    Apakah Qatar dan Saudi tergolong negara terbela
    kang? Apakah kurikulum keagamaan = kuno?


    komentar-komentar begini justru menunjukkan ke
    terbelakangan pemahaman terhadap ajaran Agama,
    Mbah Alip

  6. #6
    pelanggan setia Alethia's Avatar
    Join Date
    Jan 2012
    Posts
    4,095
    Qatar bukannya udah maju? hotel2nya banyak banget? Qatar tuh termasuk negara timteng yang kaya loh
    impor tenaga kerjanya dari asia kayak Indonesia sama Philippine. Aku kira, kayak Dubai juga.
    Jangan kamu bilang dirimu kaya, bila tetanggamu memakan bangkai kucingnya.
    -Rendra

  7. #7
    sekolah saya harusnya masukk ya..hehehe.eniwe murid kelas 1 tahun ini cuma 3.2 perempuan satu laki.total semua miridnya 18 0rang untuk 3 kelas.

  8. #8
    pelanggan setia choodee's Avatar
    Join Date
    Sep 2011
    Posts
    2,988
    Dulu pas gladi resik wisuda s1, ada presentasi Indonesia Mengajar ini. Gw liat presentasinya ya lgsg mundur, diseleksi ketat dan ada pelatihan ala militer

    Ini kan buat ngajar di daerah2 sangat terbelakang bukan? Ya kalau di kota besar di jawa kan enak bisa milih sekolah macem, di tempat gw, walau dikata ibu kota, sekolah bagusnya paling 2-3 apalagi maw nyari sekolah berazaskan demokrasi

  9. #9
    Barista BundaNa's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    Na...Na...Na
    Posts
    12,679
    Yg
    buat standarisasi pendidikan shg jadi pemeringkatan pendidikan siapa
    sih? Trus menempatkan indonesia dgn pendidikan terendah di dunia?
    Menurut saya masing2 negara punya karakteristik dan standart sendiri2 yg
    kagak perlu dirangking2 di dunia

    ---------- Post Merged at 10:47 AM
    ----------


    Saya sih lihatnya pendidikan kita perlu keceriaan, mengajarkan kepatuhan
    dgn cara mengajak b'pikir. Krn kepatuhan itu perlu, krn kita hidup dgn
    role2 sosial di masyarakat. Mengajak berpikir anak2 mematuhi rambu2 lalu
    lintas demi keselamatan pribadi dan banyak orang misalnya

    ---------- Post Merged at 10:54 AM
    ----------


    Memang kenapa dgn kepatuhan dalam agama? Basic agama buat saya perlu.
    Buat saya sih asal metode pengajarannya m'buat anak2 tertarik mendalami
    sebuah bidang studi udah bagus dan anak2 tidak hanya dinilai secara
    akademik sains, dimana matematika, bhs indonesia dan ipa jadi tolak ukur
    naik tidaknya ato lulus tidaknya anak2 itu. Karena masing2 anak punya
    keunggulan di bidang yg b'lainan

    ---------- Post Merged at 10:54 AM
    ----------


    Tapi saya setuju adanya indonesia mengajar, ada 2 keuntungan, anak2 yg tidak terjangkau update informasi bisa dpt dari relawan2 itu. Dan relawan2 itu dapet kepekaan sosial dan tahu lebih dalam tentang saudara sebangsanya untuk modal dia nanti ketika jadi pemimpin. Saya suka annies baswedan, krn tdk cuma m'kritik tapi lsg terjun membenahi
    Last edited by BundaNa; 04-08-2013 at 11:59 AM.

  10. #10
    pelanggan setia choodee's Avatar
    Join Date
    Sep 2011
    Posts
    2,988
    katanya yang paling bagus sih Finland, kalo ga salah ingat.

    imo, dr dulu ga pernah kepikiran kalo agama itu menjadi halangan kemajuan pendidikan. setaw gw malah sekolah2 berbasiskan agama di indo itu yang bagus2. dulu gw sd nya sd islam gitu, jauh mending drpd sd negri (di sini loh ya), malah dapat pendidikan bahasa arab juga, sd saingannya cuma sd katholik 1 dan 2, yang sama2 berbasiskan agama jg.

    gw dari dulu selalu concern sama pendidikan indo, apalagi setelah gw bandingin antara produk jawa sama produk kampung gw. kasian banget deh. permasalahan terbesar di pendidikan indo adalah, keknya pemerintah masih menempatkan pendidikan itu di urutan nomor kesekian. kurikulum diganti2 tapi gak dikaji, cuman asal ikut2an. jangankan presiden, mentri pendidikannya aja muka tembok dan ga niat gitu

    masalah kedua ya kemiskinan dan akses pendidikan yang susah. gimana pendidikan maw bagus, ngaksesnya aja susah

    imo kesejahteraan itu berbanding lurus sama pendidikan, kalo kesejahteraan aja masi megap2, ya perut dulu nomor 1 baru yang lain2. yang kayak gini harusnya pemerintah membantu dengan benar.

  11. #11
    pelanggan setia
    Join Date
    May 2011
    Posts
    4,958
    Seingatku tingkat literasi di Indonesia sudah lumayan bagus. Kalo tolak ukur lainnya Wallahu a'lam. Bukannya nggak percaya dengan kutipan di atas, tapi pertama sumber penelitiannya nggak jelas yg mana. Kedua, pemerintah aja data kualitas pendidikannya masih morat-marit. Ketiga, belanja pemerintah untuk pendidikan sekarang sangat besar, sekitar 20% PDB - soal efektivitas sih masih debatable . Yang dari luar itu khusus untuk pesantren mungkin.

    Kalo sudah lebih jelas ntar aku komen lebih lanjut deh.
    There is no comfort under the grow zone, and there is no grow under the comfort zone.

    Everyone wants happiness, no one wants pain.

    But you can't make a rainbow without a little rain.

  12. #12
    pelanggan setia TheCursed's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    3,231
    Yes.
    Gue percaya sama artikelnya si Alip(beneran kakak lo Anis Baswedan ?).

    Cobain aja anak2 Indonesia sekitar usia SMU ke atas oper ke sekolah2 di Deutschland sini. Biasanya bakalan kelimpungan, deh.
    Vice versa, kalo anak2 sini di oper ke negara kita, mereka lebih santai ngikutin materi kurikulum kita. Cara pengajaran dan lingkungan yang biasanya bakalan jadi masalah.

    Oh, BTW, cuman karena negara kaya, nggak terus identik dengan negara maju.
    A proud SpaceBattler now.

  13. #13
    pelanggan setia
    Join Date
    May 2011
    Posts
    4,958
    bakalan santai?

    PPKn, Agama, Orkes, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, IPA (Fisika Kimia Biologi), IPS (sejarah, sosiologi, akuntansi), komputer, kesenian dan keterampilan, muatan lokal...kurikulum di Indo kabarnya padat banget atuh sampe direvisi tahun ini supaya tidak terlalu padat, menurut kutipan di atas.

    Yang kelimpungan saat sampe ke Deutschland pastinya bukan yang dari sekolah-sekolah berkualitas dan yang bakalan santai pas sampe di Indo pastinya bukan yang dari Gymnasium, I suppose.
    There is no comfort under the grow zone, and there is no grow under the comfort zone.

    Everyone wants happiness, no one wants pain.

    But you can't make a rainbow without a little rain.

  14. #14
    pelanggan setia Ronggolawe's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    5,137
    Quote Originally Posted by TheCursed View Post
    Yes.
    Gue percaya sama artikelnya si Alip(beneran kakak lo Anis Baswedan ?).

    Cobain aja anak2 Indonesia sekitar usia SMU ke atas oper ke sekolah2 di Deutschland sini. Biasanya bakalan kelimpungan, deh.
    Vice versa, kalo anak2 sini di oper ke negara kita, mereka lebih santai ngikutin materi kurikulum kita. Cara pengajaran dan lingkungan yang biasanya bakalan jadi masalah.

    Oh, BTW, cuman karena negara kaya, nggak terus identik dengan negara maju.
    kekeke
    Habibie yang kuliah di jerman atas biaya sendiri
    (artinya bukan tergolong pelajar genius di Indo
    nesia) ternyata sukses berat kuliah di Jerman

  15. #15
    Barista BundaNa's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    Na...Na...Na
    Posts
    12,679
    Quote Originally Posted by TheCursed View Post
    Yes.
    Gue percaya sama artikelnya si Alip(beneran kakak lo Anis Baswedan ?).

    Cobain aja anak2 Indonesia sekitar usia SMU ke atas oper ke sekolah2 di
    Deutschland sini. Biasanya bakalan kelimpungan, deh.
    Vice versa, kalo anak2 sini di oper ke negara kita, mereka lebih santai
    ngikutin materi kurikulum kita. Cara pengajaran dan lingkungan yang
    biasanya bakalan jadi masalah.

    Oh, BTW, cuman karena negara kaya, nggak terus identik dengan negara
    maju.
    oh ya? kog yg ikut AFS ato program2 pertukaran pelajar, mereka yg bule dpt jatah ke indonesia pada mengeluhkan pelajaran di sekolah indonesia yg bikin mereka kelimpungan ya? Btw, bu ainun cuma lulusan kedokteran indonesia, bisa tuh praktek di jerman

  16. #16
    pelanggan setia choodee's Avatar
    Join Date
    Sep 2011
    Posts
    2,988
    Quote Originally Posted by tuscany View Post
    bakalan santai?

    PPKn, Agama, Orkes, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, IPA (Fisika Kimia Biologi), IPS (sejarah, sosiologi, akuntansi), komputer, kesenian dan keterampilan, muatan lokal...kurikulum di Indo kabarnya padat banget atuh sampe direvisi tahun ini supaya tidak terlalu padat, menurut kutipan di atas.

    Yang kelimpungan saat sampe ke Deutschland pastinya bukan yang dari sekolah-sekolah berkualitas dan yang bakalan santai pas sampe di Indo pastinya bukan yang dari Gymnasium, I suppose.
    makanya gw bilang pemerintah itu ngekaji kurikulum seenak udel, kek "oooh katanya kebanyakan matkul-nya, kurangin aja deh." gw liat di berita ada sekolah pas paska ganti kurikulum barusan melonggarkan pengajaran murid, jadinya murid belajar sambil bermain di lapangan, belajarnya ga di kelas, guru2nya bangga itu seperti terobosan, murid2 pas ditanya mreka senang dengan metode baru (ya iyalah, sapa anak sekolah ga senang bisa main di lapangan dengan alasan belajar?? ) bukannya gw ga suka dengan metode belajar yang lebih bebas, tapi gw merasa alat pengajarnya belum siap, lah guru2nya dah dilatih dengan metode belajar seperti itu belum? yang ga simpatik cuman para ortu, mreka bilang mreka ga maw anak2 mreka dijadiin percobaan (yang di mana gw juga kalo jadi ortu bakal merasa begitu.)

    btw, soal susah sekolah di jerman, dulu gw kan pengen skul di luar ya, terus gw research2 dulu lah, di forum sebelah ada tret khususnya, katanya memang banyak yang gagal di tengah jalan skul di jerman.

    kalo cuman skul2 berkualitas yang bisa survive di skul jerman, ya still pendidikan indonesia secara keseluruhan ga bisa diliat di situ. ibarat indonesia selalu menyabet medali di olimpiade sains tiap tahunnya, ga mencerminkan pendidikan indonesia secara keselurahan itu

  17. #17
    pelanggan setia
    Join Date
    May 2011
    Posts
    4,958
    Dan sebaliknya, tidak bisa juga digeneralisasi bahwa yang dari Jerman bakal survive sekolah di Indonesia
    That's actually my point.
    There is no comfort under the grow zone, and there is no grow under the comfort zone.

    Everyone wants happiness, no one wants pain.

    But you can't make a rainbow without a little rain.

  18. #18
    pelanggan setia serendipity's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Location
    Jakarta
    Posts
    4,775
    masalah bakalan survive apa enggak, masalah mental kok bukan melulu masalah bagaimana pendidikan

    dokter di rumah sakit yg saya kenal, kuliah di Jerman juga bisa survive. Karna dia mentalnya kuat, dan mau mengikuti peraturan

    gak selalu money oriented, tapi bisa menyesuaikan dengan keadaan dan situasi indonesia. Ternyata Indonesia belom sepenuhnya bisa mengakui dokter dari jerman, dalam arti gak bisa praktek kalo gak melakukan beberapa syarat. Saya lupa apa aja syaratnya, yg pasti lumayan menyusahkan dokter tsb

    Btw Raditya dika kuliah di luar negeri, ujung2nya balik ke Indo karna dia ngaku gak bisa ngikutin pelajaran disana. Di Indo dia malah bisa survive
    Talenta tiap orang beda-bedalah. gak bisa semua org yg kul di luar berhasil

    soal mengajak berpikir anak2, gw setuju banget. Sekarang anak-anak jangan asal disuruh nurut aja, entar disuruh bikin bom...malah dia bikin deh tuh bom...
    Ajak anak-anak berpikir bahwa bom bikin manusia saling memusuhi, saling membenci, saling menghindar satu sama lain. Dengan begitu anak-anak jadi lebih menghargai satu sama lain

    Maap kalo agak ngelantur..

  19. #19
    pelanggan sejati ndugu's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    7,681
    kalo berdasarkan pengalamanku dulu, kurikulum indo lebih susah loh

  20. #20
    Chief Cook ndableg's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    5,910
    Sebenernya apa sih standard nya sistem pendidikan yg buruk dgn yg baik? Ukurannya dari mana? Untuk level mana? Untuk keperluan apa riset yg digelar 101 East itu?

    Sepertinya anak2 jalanan di indonesia kalo disekolahkan bisa jadi berpengetahuan luas. Apalagi dikasih komputer suruh oprek2, pasti hebat. Belum lagi kondisi ekonomi yg sulit bisa jadi pemacu anak2 tsb ingin tau banyak dan ga mau dianggap bodoh. Ga spt yg ud mapan yg cenderung ignorant. Sok pinter taunya ga tau apa2.

    Menurut gw sih masalah di indonesia bukan kurrikulumnya, tapi kesempatan anak2 utk mendapatkan pendidikan. Kurrikulum tinggal nyontek sana nyontek sini aja jg jadi.
    Last edited by ndableg; 04-08-2013 at 10:54 PM.

Page 1 of 2 12 LastLast

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •