Mimpiku penjara bagi kau yang kuhukum tanpa persidangan
ke situ kau kusembunyikan.
Mataku lalu kututup mati, mengurung kau selamanya
Mimpiku penjara bagi kau yang kuhukum tanpa persidangan
ke situ kau kusembunyikan.
Mataku lalu kututup mati, mengurung kau selamanya
Sabbe sattha bhavanthu sukhitatta.
Kamu akan datang padaku sebagai anjing : baris baris puisi yang nyaring menyimpan kaing
Aku tiba tiba sangat ingin berburu,
dengan jejak basah yang kulacak dari julur lidahmu
Sejinak apa?
Aku bisa taklukan keliaranmu? Duhai, anjing yang tak kenal kangkang kandang!
Aku akan sesat dan salah arah di hutan yang tak lagi kukenali.
Kau bukan anjing pemandu perburuanku, kau anjing minta dan harus kuburu!
Mengongonglah!
Last edited by nerissa; 06-10-2011 at 04:36 PM.
Sabbe sattha bhavanthu sukhitatta.
APIKAH tubuhmu? Duhai anjing bermata tunggu?
Seperti kau telah hanguskan aku disitu
karena akulah sajak segar,
kusembelih sendiri domba di leherku.
Karena akulah lapar yang lapar
di taring taringmu, tinggal telanjang.
Sabbe sattha bhavanthu sukhitatta.
jadi...
yg diukir jemarinya adinda ato nerissa?
keduanya
kami dua sisi mata uang, tak saling menyapa namun senantiasa bersama
*lempar lemari ke wallpapur
Sabbe sattha bhavanthu sukhitatta.
MARAH dan kesepian, adalah sekutu dua pasukan, bersiap pada satu peperangan.
Aku lawan yang tak siap dengan pertempuran, akan kalah amat telak - tapi amat berbahagia - karena aku akan mengungsi ke hatimu, wilayah asingku itu.
AKU disembuhkan oleh kepedihan. Aku terhibur oleh kesedihan. Tapi, hatiku tak sedang pedih dan sedih. Hatiku hanya kosong, bait sajak yang harus berkali-kali harus kurombak lagi, dan seberapa menakutkankah itu bagimu? Duhai, mawar yang gerimis? Duhai, musim yang cengeng?
Last edited by nerissa; 07-10-2011 at 04:10 PM.
Manusia mencari ... apa yang disebut mimpi
Mencoba meraih ... meski telah diketahui
Melebihi ambang batas
Dalam lingkaran yang telah tertentukan...
![]()
^terimakasih sudah mampir
meski disini kita sama sama tamu ..hehe
Sabbe sattha bhavanthu sukhitatta.
Ia sama sama tamu... maaf aku baru gabung karena baru masuk... tapi bukan baru lahir loh.....
..........
.......... aduh
![]()
kok minta maaf?
haha
sajakkan saja!
Sabbe sattha bhavanthu sukhitatta.
lagi bergumul sang otak
Dimana hati bergemuruh tak tentu arah...
membuat semarak hari luluh tak beraturan...
Sehingga tak ada kata yang terangkai menjadi bait ..
![]()
AKU air, menerjunkan waktu, ke bunga batu.
Kau kupu-kupu yang amat terburu-buru , lari dari kepompong, dari mimpi ke mimpi sendiri.
Aku air, mengabutkan sajak, di patahan tanah, kau liar liana, ingin sekali bisa merambatkan angan di sejuk udara itu.
Sabbe sattha bhavanthu sukhitatta.
disaat nafas itu masih berhembus
Kesejukan embun saat pagi
Tetesan kesegaran seakan baal menyentuh kulit ari
Buta mata memandang lirih hadirnya mentari
atas jiwa yang tak hadir disisi![]()
Kapan ingatanmu ahirnya akan mengingatku?
Meski cidera, masih kusimpan cinta
cahaya berpendar sebagai penanda
Jika kelak kau tak lagi lupa
(Terinspirasi dari 'Don't You Remember'Adele)
Last edited by nerissa; 07-10-2011 at 11:00 PM.
saduran kedua dari bait selanjutnya dalam lagu tersebut :
AKU beri nafasku, agar kau tahu betapa berharga setarik-sehembus nafas.
Aku menjauh dari kau agar ada jarak dan kau tahu apa rasa terbebas.
dan aku menunggu, sampai kau tahu ada keping hilang, lalu menemukannya hanya dengan jalan kembali padaku.
Last edited by nerissa; 07-10-2011 at 11:04 PM.
seperti itulah aku ingin lagu itu diterjemahkan..
Last edited by nerissa; 07-10-2011 at 11:13 PM.
Sabbe sattha bhavanthu sukhitatta.
Pintuku diketuk oleh kabar, berkali kali dengan tidak sabar. Walaupun aku tidak ingin tau. Rindu, cinta, mengejar seperti hantu yang kuburnya sudah lama tidak aku sambangi.
Dan Kabar itu selipkan selembar surat kebawah pintu, bertulis :Tentang Ibumu.' Tapi jiwaku sudah lama piatu'bisikku pilu
Leherku karang hantu, mercusuar mengurung ribuan bintang.
Sabbe sattha bhavanthu sukhitatta.
KALAU luka di telapak kakiku, aku akan jilati sendiri darah itu.
Karena akulah kucing, yang kini jauh dari rumah.
Kalau aku menangis, airmata menyentuh di pipiku, dan aku senang sebab terkenang pada hangat susu.
Sabbe sattha bhavanthu sukhitatta.