Hidup tak akan lengkap tanpa lelaki kan ya...
Tapi ternyata hadirmu tak juga melengkapi hidupku
Begitu banyak hal yang harus kukorbankan dan tidak sesuai dengan hasil yang kudapatkan.
Awalnya, aku didera ketakutan, takut kau lelaki tidak normal, karena berkata bahwa aku cantik. Apa yang salah dengan matamu? Itu pikirku waktu itu. Aku kira kau mengidap sakit, sakit jiwa atau kelainan, karena mencintaiku..
Kau bilang aku cantik, pada wanita gemuk, hitam, berjerawat, dan banyak tatto??
Lalu,,,
Ada wanita itu, dia cantik.... Perempuan cantik sewajarnya, sesuai standarnya. Kau ada hati padanya, meski tak kau tunjukkan, tapi aku tahu.
Aku bersyukur... Karena ternyata kau normal. Matamu tidak salah melihat wanita.
Tapi aku cantik? Tidak pernah masuk dalam logikaku.
Saat aku mempertanyakan perhatianmu padanya, kau diam, menjauh dan menutupnya.
Lalu waktu berlalu,
Ada wanita lagi. Kau kenalkan sebagai rekan kerjamu. Cantik. Entah kenapa, feelingku berkata siaga. Dia meminta perhatianmu dariku. Dan kau menikmatinya.
Aku bersyukur, karena ternyata kau normal. Karena matamu ternyata normal.
Lalu aku baca sms2 perhatianmu padanya, aku mulai terhenyak. Siapa dia sehingga pantas kau pedulikan?
Aku tak bersuara, aku bisa mengerti saat kau membutuhkan pemandangan segar yang tak kaudapat dariku..
Tapi aku mulai berfikir,
Apa aku kau manfaatkan?
Cinta darimu bukan sejati kan ya?
Kau hanya diam, tak peduli, tak perjuangkan hatiku
Seiring waktu berjalan, aku semakin yakin, bahwa kau tak pernah mencintaiku, bahwa kata "cantik"mu itu hanya kamuflase dan bohong belaka...
Kau memanfaatkan hidupku, tapi kau tak pernah peduli padaku...
Lelaki berengsek...
![kopimaya [dot] kom - Secangkir Kehangatan di Dunia Maya - Powered by vBulletin](images/misc/vbulletin4_logo.png)

Reply With Quote




